11.05.09

Anggodo, Maju Trus Koh!

Ditulis dalam Lingkungan dan Pembangunan, Uncategorized pada 7:46 am oleh kusumahk

         Semakin rame saja dunia infotainment kita dengan pertunjukan vulgar tanpa sensor dari para penegak hukum kita yang beradegan jorok dengan para cukong. Orang seIndonesia terhentak melupakan sensasi janda montok Kris Dayanti, atau perda rokok , dan fatwa haram facebook. Berita seputar keputusan MK yang berani mengekspose kebobrokan para penegak hukum kita jauh lebih menarik disaksikan,ditonton, dan dijadikan tuntutan.

       Saya (Ahmed Shahi Kusuma) justru melihat bahwa Oom Anggodo di sini yang paling “didholimi” (dalam artian sarkasme lo ya…), kenapa ???

       Karena dari dirinya kita justru tahu betapa bobroknya kelakuan orang2 yg kita bayar lewat beban pajak yg bejibun, entah itu pajak NPWP,beli odol, sabun (buat ngocok Miyabi,soale gak bisa nikah, mahal!!!), pajak STNK, PBB, sewa tanah surat ijo dll…….(yg kalo anda gak bayar anda berarti tidak nasionalis !!!)………

       Trima kasih kita harus ucapkan pada Koh  Anggodo, meski ia “rela” jadi cacian maki orang seIndonesia (malah ada yg gila dgn pandangan picik rasis, padahal jelas Alexander Lay , tuh etnis apa?  la para penegak hukum kita orang apa?)…Persis kelakuan orang2 suci di tanah air kita , yg serba berebut pengakuan tidak pernah melacur ke Tretes, Puncak, Dolly dsb….sementara punya keluarga yg dihormati (baca lengkap sajak Rendra, bersatulah pelacur2 kota jakarta http://www.rakyatmerdeka.co.id/news/2009/08/06/79393/Rendra:-Bersatulah-Pelacur-Pelacur-Kota-Jakarta  )

 Itulah orang2 yg sok suci mengatur kehidupan kita, sambil mendesah orgasme di pelukan pelacur , kata Rendra, sambil ceramah ttg moralitas dan tetek bengeknya (sambil hisap tetek pelacurnya), dan Oom Anggodo terpaksa jadi pelacur itu !!!

 Pelacur adalah aib, bagi   “kita orang baik2″  yg tidak mau mengaku pernah mengerang orgasme di pelukannya, apalagi di hadapan calon mertua, warga  kampung, anak buah, jemaat dll, dan kita ikut keluar mengambil batu ikut menyambit mereka… Sekarang semua orang busk itu, setelah orgasme di pelukan Oom Anggodo, lari tunggang langgang. Ada yang mengaku tidak kenal, cuma meraba, tiada yg gentel mengaku orgasme berkali- kali !!! dalam bahasa Rendra, ini saatnya Oom Anggodo melemparkan kutangnya, berdemo supaya bau sedapnya ke mana – mana.

   Nah, itu dia peran pelacur!!! Disetubuhi, tapi tidak akan pernah diakui.

Aatau juga seperti orang puasa di bulan ramazan. Kita tidak perlu marah2 sama penjual es cincau keliling, nasi Padang dll, karena kita percaya akan sesuatu pasca hidup ini. memang tugas penjual es cincau mengajak kita membeli esnya (ia punya anak, istri, yg punya hak hidup layak).. Seperti itu juga OomAnggodo. la kalau ia mengiming-iming uang, ya itu emang tugasnya!

 Koq yang tergoda yang dikasih, berarti itu tidak beriman, sementara katanya kalo mau dibayar pake uang pajak, harus beriman dan bertakwa (atau berketawa).. berarti Oom Anggodo hebat, I love you full Oom!!!

10.27.09

Enaknya Anarkisme Atau Marxisme Ya?

Ditulis dalam Anarkisme, Lingkungan dan Pembangunan, Marxist Abis pada 4:08 am oleh kusumahk

               

                  Almarhumah  Rachel Corie, aktifis anarkisme

 Di negara kita dua kata ini selalu bermakna negatif. Sering dianggap yang satu melengkapi yang lain. Kalau  seorang berideologi marxist lalu dihubungkan dengan tindakan anarkis . Juga Anarkisme sering dihubungkan dengan pendukung Persebaya yang bonek dan bakar- bakar serta menjarah sana sini. Padahal jelas anarkisme tidak berhubungan dengan hal itu.

    Ahmed Shahi Kusuma perlu menekankan lagi bahwa anarkisme adalah sebuah paham filsafat politik yang menekankan bahwa pemerintah dan aparatus ke bawahnya dan segala tetek bengek insitusinya tidak perlu lagi. Mengapa? bagi kaum anarkis  ada beberapa penjelasan:

       1. Manusia dengan semakin  bertambahnya peradaban maka alur pikirannya semakin dewasa, sehingga tidak diperlukan lagi alat pengawas atas kegiatan masyarakat.

       2. Pemerintah adalah perpanjangan tangan feodalisme penghisap rakyat dengan segala mitos  yang menggunakan wewenang atas nama rakyat.Pemilu dan penarikan pajak yang gak ada sangkutnya dengan PKL, pelacur jalanan, rumah di pinggir DKA dan sebagainya.

     Nah,sebagai konsekuensinya rakyat emoh lagi pada institusi bentukan negara. Pada masa penjajahan Belanda, rakyat kita membuat institusi2 semacam LSM untuk menentang Belanda, misalnya jaringan pesantren, dan apa yang penjajah sebut sebagai sekolah liar (Taman Siswa dan Muhammadiyah, meskipun Muhammadiyah akhirnya menyerah!).Jadi sokoguru pendidikan kita seperti KI Hajar Dewantoro adalah pendukung anarkisme! (ingat ia bahkan penerjemah lagu kiri Internationale dalam Bahasa Indonesia!)

       Sementara banyak orang2 besar di dunia adalahpendukung anarkisme , seperti Leo Tolstoy (yang dipengaruhi Yesus), lalu Gandhi mengidolakan Tolstoy, John Lennon, almarhumah  Rachel Corie yang gugur dilindas buldoser zionis.

       Lalu bagaimana dengan marxisme?  Cukup jelas bahwa marxisme adalah cambuk bagi kaum pemodal,yang dengan militansinya menggebrak paham kolot.kekuatan organisasi militan marxist yang didorong dengan ideologi dan komitmen mendorong advokasiyang kuat atas perjuangan kelas seperti dalam universalisme perang melawan fasisme zionisme Israel yang dilakukan PFLP,Baader Meinhof, Faksi Merah Jepang. Juga bagaimana Tito hantam Nazi, atau Mao yang dengan gerilya menghajar kaum penghisap.TIdak jauh-jauh, pada masa PKI lah petani dan buruh kere Indonesia, bisa digalang secara militan menentang borjuis reaksioner, sehingga peristiwa penembakan petani penggrap pada masa itu tidak ada.

        Tetapi sejarah membuktikan,seperti yang Ahmed Shahi Kusuma amati, bahwa di luar itu marxisme dalam bentuk komunismenya sebagai tujuan akhir melahirkan monumen gulag milik Stalin, pembunuhan sistematis oleh rezim ateis yang tidak bebas yaitu Hixha, Pol Pot, banjir darah Madiun dan sebagainya.

        jadi apa yang  membedakan anarkisme  dan marxisme ?. Kalau David Graeber , seorang sosiolog terkemuka pendukung anarkisme bahwa:

       1. Marxisme cenderung menjadi wacana analisa dan teoritikal atas strategi revolusioner

2. maka  Anarkisme menjadi wacana etis tentang praktik revolusi.

     Kalau ini benar maka  jelas bahwa anarkisme malah tidak berhubungan dengan kekerasan (lain dengan citra Suharto, fasis satu ini yang menggambarkan anarkisme dengan bakar2). Setidaknya kalau kita tangkap pesan anarkisme dan marxisme adalah adalah kepedulian pada mereka yang tidak beruntung,bukan karena orang2 miskinitu malas, tapi karena proses pemiskinan yang terus menerus oleh kebijakan negara.

 Marxisme memang tidak selalu berakhir dengan  Gulag atau Hoxha dan Pol Pot serta Madiun, malah menyegarkan seperti  Sutan Syahrir , penganut marxisme yang liberal dan berasal dari tradisi Anarkisme, atau juga Chomsky yang menggabungkan keduanya. tapi omong2 sudahkah kita anarkis sementara kita masih ribut SIM dan KTP ????

10.12.09

Obama Dan Hadiah Nobel Perdamaian 2009

Ditulis dalam Uncategorized pada 10:23 am oleh kusumahk

 Panitia Nobel  tahun ini menghadiahkan nobel perdamaian kepada  Barack Obama. Dunia agak terkejut dengan pemberian hadiah ini, akan tetapi menurut saya ( Ahmed Shahi Kusuma) , seharusnya pasti terkejut lagi jika mengetahui bahwa panitia Nobel pernah mencalonkan George Bush menjadi pemenang nobel perdamaian karena jasanya menegakkan kedamaian. Ok, itu sudah lewat, dan tiada kesempurnaan di muka bumi ini, dan memang selamanya hadiah Nobel perdamaian akan mengundang kontroversi. Ahmed Shahi Kusuma mencatat bahwa Panitia Nobel pernah lalai memberi Gandhi hingga ajal menjemputnya.

        Obama akhirnya menang, siapa yang gembira dan siapa yang sedih ??? Saya, Ahmed Shahi Kusuma termasuk orang yang gembira dengan kemenangan Obama, karena setidaknya dunia melihat adalah gila memenangkan seorang Hitler seperti Bush sebagai pemenang Nobel. Sejak Obama memimpin ketegangan antar dunia berkurang, dan dunia diyakinkan bahwa perdamaian dunia adalah suatu yang terus bisa diusahakan. Hugo Chavez pun bisa bersalaman dengan Obama, sementara Bush dan pendetanya Pat Robertson menganggap Chavez orang ateis komunis yang najis. Peredaan ketegangan di Eropa dengan menyimak pidato  Bush di Ceko juga menarik. Rusia diyakinkan tentang peredaan ketegangan antar dunia negara itu. yang paling menarik adalah hubungan dunia muslim dengan Obama. Obama menjanjikan penarikan pasukan dari Iraq (meskipun gara2 invasi Bush, dimungkinkan kaum wahabi politik dan Syiah jadi punya peluang saling bantai), sementara saya bisa memahami ancaman wahabisme politik di Afghanistan yang harus juga dikendalikan (jika kita bisa memahami bahwa Indonesia oleh terancam oleh Nurdin M Top,  manakah lagi dengan masyarakat muslim Afghan yang harapan hidupnya cuma 46 tahun???) . Dunia muslim tidak gila memahami bahwa langkah Amerika menghadapi Thaliban sebagai ancaman terhadap Islam! Mujahid seperti Ahmad Shah Masoud, kaum syiah hazara aadalah contoh nyata korban “kesalehan” Thaliban selain bom kuningan dan Bali.

       Siapa yang marah dengan kemenangan Obama?

Ya tentu orang2 kepala batu ! Baik itu muslim  Hizbuttahrir demo pada Obama, Kaum saleh yahudi mengusung tulisan Obama sebagai antisemit, (seperti gambar di atas), dan penginjil  Indoneisa pro zionis dari Kediri Gideon Sucahyo menuduh Obama sebagai calon antikristus karena ikhtiarnya mendamaikan palestina dan Israel. Obama dituduh sesat karena segala sisi. Capek gila meladeni orang bigot !

          Sekali lagi hadiah Nobel tidak sempurna (seperti luputnya Gandhi, dan pengajuan Bush= Bushshit , si Hitler sebagai  calon )tetapi memang tidak sembarangan. Mordechai Vanunu, misalnya seorang Yahudi Israel yang tidak mau dicalonkan sebagai pemenang nobel (ia kemudian masuk Kristen Anti Zionisme, wah beda donk dengan Pak Gideon Sucahyo dan Yakub Sulistyo, para Kristen Zionis , berkulit coklat ini).Vanunu mengecam zionis habis yang untuk itu ia tidak mau memenangkan nobel, karena ia tidak mau disandingkan dengan Simon Peres ( coba klik  dihttp://www.thepeoplesvoice.org/TPV3/Voices.php/2009/03/02/vanunu-writes-to-the-nobel-peace-prize-c

10.09.09

John Steinbeck:The Grapes Of Wrath

Ditulis dalam Anarkisme, Lingkungan dan Pembangunan, Marxist Abis pada 10:33 am oleh kusumahk

             Salah satu karya penulis yang sangat saya kagumi adalah Grapes of Wrath nya John Steinbeck. Di semester ini  selain Dubliners, mahasiswa semester 5 saya anjurkan membaca karya masyhur Steinbeck ini. Mungkin mahasiswa sudah ngalem dengan buku setebal 400 lebih halaman lebih. Ada beberapa poin yang menarik yang perlu digarisbawahi  dalam membaca karya2  Steinbeck. Pertama, Steinbeck adalah seorang humanis yang menekankan bahwa kesulitan2  manusia di muka bumi  adalah suatu keniscayaan. Kedua, selain kritikannya yang tajam terhadap kapitalisme, alienasi relasi manusia, dan sejenisnya tetapi Steinbeck sendiri tidak ingin menjadikan pemikirannya  sebagai   kebeneran mruni yang harus ditegakkan dengan alat pukul dan inkuisisi. Hal ini jelas berbeda dengan pemikir2 komunis yang bergabung dengan pemikiran realisme sosialis ( socialist realism) lihat http://en.wikipedia.org/wiki/Socialist_Realism  yang menekankan  bahwa karya sastra dan seni lainnya harus mewakili perjuangan kelas dan karya2  itu harus menjaga penjaga gawang melawan ideologi borjuis, yang dengan itu ideologi borjuis harus dibasmi, dan itu juga yang diikuti oleh Pramudya Ananta Toer dan Lekranya. Demi pemurnian ideologi, Pramudya, Bakri Siregar dsb menggempur kaum liberal, kiri mapun kanan sebagai kaum plintat plintut.  Ahmed Shahi Kusuma melihat bahwa  Steinbeck tidak memiliki hasrat pemukul paksa sepertu itu. Baginya menyampaian kesulitan hidup manusia dan dialektikanya, seperti terkena gempa, kerusakan alam, PHK, pengangguran , dsb adalah sebagai nilai pengusik bagi kaum kapitalis yang hanya mengedepankan untung.

 Grapes  of Wrath bercerita tentang   Amerika Serikat tahun 1930an yang mengalami depresi ekonomi. Para petani kecil seperti keluarga  Joad meiliki problem ketiadaan lahan,jagung dan tanpa uang. Mereka mendengar bahwa California adalah tempat yang menjanjikan. Di sana para petani memerlukan buruh pemetik hasil panen. Petani dari Oklahoma itu datang ke negeri tempat para petani juga stress karena melimpahnya buah sementara para petani tidak mampu menjualnya, akeran takut harga rendah, sehingga hasil panen harus dibuang. Petani membakar kopi dan jagung. Sejuta orang lapar.  Salah satu tokoh yang menarik dalam cerita ini adalah Casy, seorang pendeta yang kehilangan iman dalam penderitaan ini.

09.16.09

Cerita Dari Jalaludin Rumi (1)

Ditulis dalam agama pada 5:29 am oleh kusumahk

   

 Saya (Ahmed Shahi Kusuma)  yakin bagi banyak dari kita , entah itu muslim, Kristen, Hindu mengagumi dan mengenal Rumi. Rumi  yang terlahir  di daerah Balkh ( sekarang perbatasan Iran dan Pakistan) adalah seorang yang terlahir dengan tradisi agung pengetahuan tentang karya2 klasik fikih Islam. Padahal sebagian besar manusia mengenalnya hanya sebagai mistikus muslim yang besar. Sepanjang yang saya ketahui sebagian besar para mistikus tasawuf Islam pastilah berangkat dari tradisi fikih ini. Dan jelas beliau dikenal luas sebagai penggubah Matsnawi, sebagaimana juga Imam Qusyairi dengan Risalahnya atau  Ghazali dengan Ihya nya.

         Di dalam karyanya Mtasnawi tersebut, Ahmed Shahi Kusuma mendapati kisah yang mengagumkan yaitu cerita tentang seorang juru adzan. Alkisah menurut Rumi, terdapat seorang juru adzan di sebuah negeri yang mayoritas non muslim. Juru adzan ini bersuara sangat buruk. Suaranya yang buruk untuk memanggil salat sangat dikenal oleh jamaah muslim di sekitar situ. Pada suatu ketika , seorang yang berpakaian indah bangsawan dan non muslim masuk masjid itu mencari sang juru adzan dan membawakan untuknya beragam makanan yang lezat penuh dengan nampan yang berisi makanan2 melimpah nan lezat itu. Orang2  di masjid kaget  betapa orang terhormat dan non muslim itu membawakan berkah sebanyak itu bagi si juru adzan bersuara jelek. Ternyata lanjut si Bapak tadi begini…

       Beliau adalah seorang pemuka agama non muslim yang memiliki satu2nya anak perempuan.Yang mencemaskan dirinya adalah anak itu dalam beberapa hari terakhir semakin giat mempelajari beragam agama dan ternyata ia sampaikan keinginan kepada ayahnya bahwa setelah setelah membaca beragam kitab suci itu ia yakin bahwa Islam adalah agama yang benar. Sejak hari itu sang ayah tidak bisa tidur nyenyak. Kebayang bahwa anaknya yang cantik dan tunggal itu bakal masuk agama Islam. Sampai suatu ketika ia dan anaknya itu naik di sebuah menara yang tinggi dan melihat keadaan sekitar kota, sampai ia mendengar suara si juru adzan yang buruk itu. Tiba2 sang anak cantik itu bertanya” Suara apakah itu yang sangat buruk?”. Sang ayah menjawab,” Itu suara muslim memanggil salat!”, si anak berseru,” Apa ??? aku tidaki pernah mendengar suara seburuk itu!!!”, kata anak itu…

        Beliau melanjutkan kisah lagi di hadapan muslim yang duduk di masjid itu.” Sejak itu aku bisa tidur nyenyak, karena anakku tidak sudi lagi ingin menjadi muslim, aku sungguh berterima kasih kepada si juru adzan itu. Andai  aku memiliki emas dan kekayaan sedunia ini maka aku akan berikan seluruhnya kepada juru adzan itu sebagai tanda terima kasihku…”

09.04.09

Sumarsono Tokoh Pesindo, Jawa Pos, Dan FAK

Ditulis dalam Fasis Islam, Lingkungan dan Pembangunan, bigot pada 4:30 am oleh kusumahk

        Dua hari terakhir ini Jawa Pos ,Surabaya meliput sebauh aksi  demo di bulan Ramadhan , yaitu meminta pertanggungjawaban atas ulah Jawa Pos yang memuat artikel  tentang pemprofilan tokoh pemberontakan PKI 1948 dan sekaligus komandan lapangan peristiwa 10 November 1945, Sumarsono atau Soemarsono ( Saya, Ahmed Shahi Kusuma sudah menulis banyak ttg peristiwa 10 November dibandingkan dengan perang Gaza di http://ahmedshahikusuma.wordpress.com/2009/01/15/perang-gaza-ulangi-drama-10-november-1945/ ).

    Baru- baru ini saja masyarakat Surabaya mengenal Sumarsono, padahal saya (Ahmed Shahi Kusuma) sudah membacanya sejak di bangku sekolah melalui buku Agus Sunyoto (yang saya kagumi), ketika mengupas detil gerakan dan kekejaman PKI 1948. OK, secara intelektual saya keberatan dengan bagaimana pihak PKI yang selalu cuci tangan atas peristiwa pemberontakan denagn menuduh Hatta di belakang peristiwa itu, padahal menurut saya cara itu pula  yang selalu dilakukan juga dalam setiap gerkan ekstrimis di negara kita dengan sebutan PROVOKASI. Tahun 1965 menyebut provokasi nekolim, tapi juga perlu dicatat bahwa gerkan ekstrimis Islam juga melakukan yang sama ( sebagaimana ekstrimis Kristen dalam RMS). Ledakan bom tahun 1984 di Borobudur, dan penyerangan sekarang atas jemaah tertentu diekskus- justifikasi  dengan nama PROVOKASI.

 PKI melakukan usaha kudeta tahun 1948 itu sudah jelas. Dokumen2 yang dtunjukkan golongan marxis  Tan Malaka atas rencana PKI sudah jelas. Kenapa PKI berontak ?jelas karena simplifikasi ajaran hitam putih, komunis baik dan non komunis jahat. Hal itu juga diulangi oleh anak2  aktifis Islam yang mencoba memberangus pandangan lain , yang tidak sependapat dengan mereka. Bendera dan poster yang diusung mereka yang mencoba memberangus Sumarsono (88 tahun) saat ini di kantor Jawa Pos sama persis dengan cara2 PKI dulu maupun Hitler , Bush dan Kach ketika ingin membungkam lawan-lawan mereka. Gertak, dan bikin keder lawan, hajar  mereka karena mereka kanker yang tidak berhak hidup. Celakanya kita kembali ke jaman itu. Kenapa FPI Surabaya dan FAK tidak menentang dan demo ketika Jakarta dibom oleh aktifis Islam ??? Di mana suara mereka???Paling2 jawabannya , itu makar dan kerja zionis, intelijen, atau CIA.

         Kahar Muzakar, dan Sumarsono adalah orang2 yang sebenarnya perlu dibaca secara proporsional. Mereka pahlawan, di saat negeri ini masih jabang bayi, sementara yang lain (antek2 KNIL, Pao An Tui dll) masih menetek Belanda imperialis. Tetapi jika kemudian mereka memberontak , hal itu perlu dibaca dengan kearifan, dengan kedewasaan, bahwa kegagalan mereka adalah sumbatan ideologis2 masa lampau yang tidak perlu lagi distigma dengan cupet pikir. 

 Yang paling lucu dari itu semua adalah bagaimana bisa seorang Profesor Aminudin kasdi koq ya terlibat dalam demo itu. Saya sendiri sudah kagum dengan tulisan beliau dalam mengulas gerakan BTI, dan itu contoh yang baugs dalam menolak semua gagasan dengan tulisan. Bukan dengan acungan demo, memaksa, dan kalah menang2an macam preman pasar Wonokromo. Dengan keterlibatan beliau dalam demo di Jawa Pos, saya (Ahmed Shahi Kusuma) jujur merasa kurang respek terhadap beliau.

 Biarlah Sumarsono bercerita, biarlah Kawilarang bertutur, biarlah Daud Beureuh berceramah, sebagamana kita perlu belajar dari Natsir tentang Indonesia kita.

08.26.09

Ateis

Ditulis dalam Agama Pembebas, Anarkisme, agama pada 2:32 am oleh kusumahk

Salah satu pemikiran yang sangat ditabukan di negara kita adalah ateisme, maka orang ateis pun dianggap sebagai  orang yang perlu dipertobatkan. Ateisme dikenal sebagai ajaran yang menidakkan eksistensi Tuhan. Nah mungkin karena konsepsi Pancasila sila yang berketuhanan yang Maha Esa itu maka ateisme atau bahkan agnostik dipandang melawan ideologi negara.

  Jika ya, yaitu bahwa setiap isme yang tidak berprinsip berketuhanan yang Maha Esa harus dilenyapkan di Indonesia, bagaimana pula dengan ajaran BUdha Teheravada yangh agnostik terhadap Tuhan di tanah air, apakah bertentangan dengan  Pancasila ? Ahmed Shahi Kusuma jelas tidak menyetujui ajaran pelarangan ini karena dasar – dasar negara kita juga menghargai  pluralisme.

     Ateisme menjadi sebuah problem sejak dari jaman bahuela. Socrates adalah orang yang harus mati syahid ( ateis kok mati said) karena mengajarkan ateisme , tetapi benarkah ia mengajarkan ateisme ? hanya orang yang berpengetahuan dangkal yang percaya hal itu.  Socrates justru menghidupkan daya nalar kritis bahwa orang2 Yunani umumnya bukan menyembah Tuhan yang benar. Orang Yunani umumnya menurut Socrates menyembah tuhan yang bertingkah laku tidak pantas dalam posisinya sebagai Tuhan, semisal menggoda istri orang, menyetujui dan terlibat mabuk- mabukkan, memonopoli kebenaran sampai menghukum dewa Promotheus yang humanis.

   Kalau kita ingat tuduhan resmi atas Socrates adalah mengganggu dan meracuni masyarakat karena terutama jaran ateismenya. Tidakkah saya (Ahmed Shahi Kusuma), anda , kita semua ingat bagaimana nabi Muhammad juga dicurigai sebagai orang gila yang sesat karena mengkhotbahkan bahwa Lata, Hubal, dan Uzzah bukanlah tuhan yang benar. Buykankah formulasi dasar keislaman dimulai dengan proses penegasian ketuhanan,” Laa  Ilaa ha -illa- Allah”? tiada ketuhanan selain Tuhan itu sendiri, there is no deity but God Himself ???? Orang kafir Quraisy pasti berpikir bahwa Muhammad mengajarkan “laa Diniyah” ( sebuah konsep yang sekarang dianggap sebagai sekuler dalam bahasa Arab) !

       KIta bisa tengok pula bagaimana   Yesus adalah sesat karena melanggar tabu bagi kaum saleh Yahudi ( Yesus anti semit???). Dengan ajaran humanismenya ia menyebut, bukan Manuisa untuk hari Sabat , tapi Sabat untuk manusia ????

       Ateisme sebagai ide bisa salah bisa benar, sebagai kaum beragama bisa berdebat tentang keabsahan proses eskatologis tertentu yang mana yang benar, dan ateisme sebagai mana ide apapaun bisa menyegarkan bisa pula merusakkan kehidupan manusia secara spiritual maupun material. Stalin adalah ateis, tetapi Bertrand Russel dan John Lennon juga. Bunda Theresa percaya Tuhan , tentu pemahamannya berbeda dengan Pat Roberstson, Mohammad Roem muslim, tetapi Maruto juga muslim.

        Romo Steenbrink yang saya kagumi percaya bahwa seseorang tidak akan bisa menjadi ateis karena membaca buku Jean Paul Sartre tapi kalo gereja berfatwa  bahwa KB haram itu bisa jadi masalah.Akhirnya kita merasakan hadirnya TUhan dalam diskon barang- barang lebaran dengan iklan -iklan yang dibungkus baju koko dan jilbab atau di siang hari ketika di kantor kita tidak melakukan korupsi. Bonhoeffer berkata,” Etsi Deus Non Daretur”, hiduplah seakan – akan tanpa Tuhan, dan itu bukan ateisme. ia serahkan nyawanya untuk iman yang ia percayai. Tuhan tidak terletak di jubah- jubah relijius, iman terletak di amalan kita sehari – hari….

     Mubarak  Ramadhan kareem !!!

08.24.09

Teman- Teman Mahasiswa Dan Skripsinya

Ditulis dalam Uncategorized pada 2:55 am oleh kusumahk

         Ini cerita subyektif tentang teman – teman mahasiswa yang melakukan penelitian untuk skrispsi mereka yang saya ajak sharing. Di antara banyak mahasiswa itu ada beberapa yang menarik minat saya.  Beberapa di antara itu adalah skripsi karya  Lia Pipit Yuanita, mahasiswi cantik asal Bontang, seorang mahasiswi berjilbab yang menghabiskan pendidikan pra kuliahnya di sekolah – sekolah agama di Bontang. Ia menulis tentang Marxisme – Komunisme dalam karya Maxim Gorky, Mother. Mahasiswa  lainnya adalah  Hilarius Aris Mohede dari NTT, seorang aktifis  Unit Kegiatan Mahasiswa Katholik yang menulis tentang  karya agung Voltarie, Candide, dan kritikannya terhadap Leibniz yang berpendapat ttg optimisme. Satu mahasiswa  lainnya adalah Rahmat Sirajudin, seorang mahasiswa kiri aktifis Fron Mahasiswa Nasional yang gagah merah menyala itu. Ia menulis tentang kritik terhadap Marxisme dalam karya George Orwell 1984.

      Apa yang membuat saya bahagia menjadi guru dan suka berbagi dengan mereka adalah ada beberapa dari mahsiswa saya yang berani melampaui pemikiran sektarian ideologis dengan berani melakukan kritikan tajam terhadap idelogi mereka sendiri. Mereka memiliki latar ideologi tertentu itu jelas, tapi hal itu tidak menghalangi mereka  untuk berkata tidak terhadap kesalahan kesalahan ajaran rigid yang mereka telan sebagai taken for granted, dan ini bisa mengakibatkan sesorang menjadi cair dan open minded. Bigotisme akhirnya menjadi lelucon tentang orang bebal.

       Lia Pipit Yuanita, saya suka jelas, karena ia cantik muslimah yang salihah (he..he..), tapi tidak cantiknya yang membuat kami akrab, jelas karena keberaniannya menyerang tesis- tesis ketuhanan yang dibongkar oleh Maxim Gorky, dan itu tidak mengganggu keimanannya. Hilarius Aris Mohede, anak NTT yang mengkritik gereja Katholik habis lewat karya Voltaire tokh tidak bermaksud untuk katakanlah menjadi penginjil aneh macam gerakan pantekosta atau ikut istighosah. Hilarius sendiri dibantai di ruang sidang, tetapi saya rasa ia puas dengan skripsi yang ia kerjakan sendiri,mampu menjawab dengan lugas dengan Bahasa Inggris yang bagus.  Nah ini tentang Rahmat. Aktifiis demo di kampus ini suka marah marah terhadap  kekisruhan dan ketidakadilan, tetapi    ia akhirnya sadar bahwa marxisme yang ia kagumi sendiri ternyata memiliki potensi yang sama kejamnya dengan sistem lama yang ia gulingkan. Rahmat tidak berubah, ia masih ke kampus dengan kaos Mao, tetapi ia sadar bahwa Sutan Syahrir dan Habermas cs juga bisa menjadi alternatif dari brutalisme Stalin.

        Mereka adalah teman – teman yang menyenangkan, yang mampu menghabiskan jam demi jam di kantin, perpustakaan, dan rumah untuk hal hal yang abstrak yang bagi banyak orang sekarang yang pragmatis adalah kebodohan. Mereka sudah lulus dan pulang ke daerahnya. Setidaknya mereka tidak  menjadi barisan bigot yang hanya  melihat kesempurnaan pada ajarannya sendiri sambil merendahkan ajaran orang lain, dengan kelemahan manusiawi

08.13.09

Sindrom Don Quixote

Ditulis dalam Lingkungan dan Pembangunan, Uncategorized pada 4:53 am oleh kusumahk

          

Salah satu persoalan bangsa- bangsa saat ini adalah menjamurnya radikalisme agama – agama. Di tanah air kita benih – benih kaum wahabi politik ( ada wahabi non politik) telah berbuah dengan menampilkan wajah aslinya yaitu teror yang mengancam  keluhuran nilai – nilai agama dan kemanusiaan yang kita pegang selama ini. Ahmed Shahi Kusuma menyebut gerakan – gerakan radikalisme skripturalis (jika memang ya, padahal mereka tidak sungguh2 skripturalis, karena toh mereka mengambil ayat suci seenak kebutuhan mereka sendiri) ini sebagai Sindrom Don Quixote.

         Masih ingat Don Quixote ? Tokoh yang digambarkan sebagai  self claimed knight ( hampir sama dengan para jihadist, yang merasa Indonesia punya problem perang suci !). Don Quixote lari ke sana ke mari mencari  musuh imajiner. Tidak ada siapa2 dan tiada apa2 memang, kecuali orang2an di sawah atau  windmill yang dikira giant. Orang2 menganggapnya gila. Dan memang begitulah ia.  Begitu juga para jihadist tanah air. Entah itu bernama nama dewa  angin Maruto, yang merasa kebelet jihad meninggalkan kenyamanan berjihad meneyembuhkan banyak orang sakit, atau Ibrohim sang flamboyan yang bergoda mainan bom. Di kalangan masyarakat nelayan Pasuruan bom bukan barang aneh , tapi untuk ikan (ini sih ekstrim juga), tetapi apakah para jihadis gila macam Don Quixote itu tahu kisah Don Quixote ?

          Di Indonesia para jihadis tidak sendiri, banyak orang gila teman berkacanya yang sejenis. Para Kristen Zionis Indonesia juga berbuat yang sama. Melalaikan fakta bahwa para serdadu Israel melakukan kejahatan yang identik dengan para jihadis, orang2 Kristen macam Baasyir yaitu Pdt. Gideon Sucahyo menganggap bahwa Israel berhak tanah di Palestina hanya karena tanah yang dijanjikan alkitab secara sepotong sambil mengabaikan pembantaian Eilabun ( desa Arab Kristen), atau fakta bahwa menyamakan Israel sekarang dengan penggenapan tanah suci adalah sama gilanya dengan meyetujui perbudakan pada abad ke 19 gara gara Kejadian 9:25  ( http://www.religioustolerance.org/chr_slav1.htm )

         Saya merasa semakin tidak nyaman ketika negara kita semakin dipenuhi pandangan – pandangan apokaliptik penggenapan nubuatan baik dari para Zionis Kristen ataupun Jihadis tanah air kita. Ajaran – ajaran daki agama baik dari wahabi Timur Tengah maupun Evangelis -evangelis Amerika.

      Biarlah mereka menjadi para Don Quixote hampa, bukan Socrates !

07.29.09

Anti Semitic Allegation As A Tool To Immune Zionists’ Supremacy

Ditulis dalam bigot pada 6:49 am oleh kusumahk

     Right wing Jews in Israel once again showed  how they behaved improperly toward equality with their neighbors. During the visit and negoisations of the US president, Barack Obama and his partners in Middle East, the present government of israel ( a racist state) neglected the existence of  a Palestinian state. It is a shameful example of the arrogant state of the Israelis to neglect another UN resolution. If the disobedience of  UN resolution is made by other states, it is easily understood that there will be a great punishment from UN to the  violating countries. THis happened in North Korea when the state attacked the scheduled line of Korea Peninsula in 1950. Soon, UN sent the troops under the UN flag, but ironically it is always useless against Israeli’s violation on UN resolution.

       The fundamentalist Jews will continue their weapons to stop criticism on Israel as anti semitic. This action will keep Israel as a racist state in this world immuned from criticism. Now Obama gets the turn. Once he proposed a peace done for and within the factions inthe  middle east, it will make him labeled as an anti semitic person. Obama just wants Israel to stop the all construction of Israelui settlements in West Bank, and an independent state of Palestine 

       The picture above shows it. It is like the time when our dishonorable dictator Soeharto reigned with his iron fists. He labeled progressive thinkers in Indonesia as communists at worst or anarchists with pejorative meanings for those criticised him. The zionists facists do the same way now. The victims of the two fascists’ idea have just right of remaining silence. Every critique on the chosen people myth government will be labeled as a jew hater or anti semite.

     I see no differences  between zionists and jihadists.

Halaman berikutnya