Januari 29, 2009
Kabir : Pejalan Spiritual Universal

Alim besar anak benua India,Kabir ( 1398-1448) adalah musafir besar spritual yang agung. terlahir dari keluarga Hindu yang kemudian diasuh sepasang keluarga muslim hingga diberi nama muslim Kabir dan diberi pengajaran Islam.
Hidup di lingkungan India Utara , sebuah tempat yang sangat dipengaruhi budaya Persia Islam tidak membutakan hatinya untuk menutup kebenaran spiritual dari tradisi agama2 agung yang lain. Kabir belajar dan menghayati “Hindusime” sebagaimana kearifan ajaran Hindu mengajarkan inklusifisme. Kabir mengagumi tradisi Hindu Selatan dengan kesalehan personal yang asketik dan pelarangan pemujaan patung sebagaimana Islam, maka ia ciptkan puisi2 agung tetntang perjalanan spiritual . karya2nya yang universalis menunjukkan kalau ia mengagumi ide karma dan inkarnasi Hindu sambil menganggap kasta sebagai hal yang merendahkan manusia.
Warisan Kabir jsutru saat ini dipelihara oleh umat Sikh yang mengaggap ia dalah santo !
Ada legenda terkenal tentang beliau, yaitu saat Kabir wafat. Para pengikutnya bingung dan berebut tentang identitas agama Kabir ( gak ada KTP sih…). Para pengikut yang Hindu ingin jasad Kabir dibakar, tetapi yang muslim ingin ia dimakamkan secara muslim. Konon, saat tandu jasad dibuka yang ada hanya buku kumpulan puisi Kabir.
Ahmed Shahi Kusuma ingat pendapat Gandhi,” God has no religion”
lovepassword berkata,
Agustus 24, 2009 pada 11:48 am
Pintar kali kau tahu segala macam beginian. Aku malah baru denger nama Kabir ini. Boleh juga…cerita kau ini.
lia pipit yuanita berkata,
September 29, 2009 pada 6:44 pm
jadi inget seorang teman nasrani yang menyamakan semua agama, sampai-sampai ia bermimpi masuk ke dalam surga dan melihat begitu banyak tempat peribadatan dari berbagai agama di dalamnya. dalam mimpinya ia melihat setiap umat berada ditempatnya sendiri. dia bahkan begitu mengagumi jilbab dan ingin memakainya jika saja kedua orang tuanya tak menghalanginya.
dyah M berkata,
Desember 23, 2009 pada 10:26 am
Artikel yg mngharukan ttg seorang manusia ruh tingkat tinggi
Lambang berkata,
Desember 23, 2009 pada 11:55 am
Artikel yang menarik Brat!
Spiritualisme di India memang tingkat tinggi. Lebih-lebih di Tibet.
Dan mereka sepertinya ngga pakai ritual yang nganeh-nganehi, seperti menyan, kembang, kepala kerbau dan lain-lain.
ahmed shahi kusuma berkata,
Desember 31, 2009 pada 7:20 am
@lambang
Tenks atas komennya.Saya pikir bukan artikelnya yg berat, la wong saya cuma comot dari sejarah hidup Kabir. Cuma, yg menarik adalah ia bisa diterima oleh orang muslim, Hindu, dan bahkan oleh Sikh dianggap sebagai tokoh besar.
TTg pernyataan sampeyan, bahwa spirtualisme India tidak menggunakan sarana aneh2 , asyik juga……..
Lalu apakah orang2 Jawa terpengaruh semangat ajaran tantraisme?????