Januari 29, 2009
Tragedi Anarkisme di Indonesia

Tiada kta di Indonesia yang menunjukkan bigot akut keculai Marxisme dan anarkisme. Jika marxisme selalu dihubungkan dengan kekejaman PKI tahun 1948 dan 1965 ( padahal Hatta marxis bebas, dan Syahrir serta Soemitro , ayah Prabowo adalah para marxis dalam PSI ), maka anarkisme sama dengan supporter Persebaya kalau bakar-bakar. Anarkisme sama dengan kerusuhan. Ini terjadi karena rezim Soeharto yang membodohi bangsanya sendiri agar langgeng kekuasaannya.
Anarkisme,sebagaimana ideologi apapun ( marxisme, kapitalisme, zionisme, Islamisme dsb) memiliki tingkat yang berbeda. dari spektrum radikal sampai moderat. OK, anarkisme melawan otoritas yang membelenggu. Kalau ideologi apapun menghendaki pemaksaan agar rakyatnya tat hukum atas dasar negara yang kuat adalah bagus, karena negara memang memaksa, maka anarkisme menentang itu. Bagi kaum anarkis , orang2 sudah cukup pandai untuk mengatur dirinya sendiri.
Di Indonesia, pondok pesantren jaman belanda, sekolah “liar” Taman siswa, arisan2 , PKL,dan LSM2 bebas adalah contoh2 lembaga2 bebas dari intervensi negara yang kerjanya cuma menakuti dengan pasal2 dan penjara, atau karnaval seragam seperti komedi monyet !