Februari 22, 2009
Raimundo Panikkar : Tokoh Katholik India
Tokoh kita ini adalah seorang yang dikenal sebagai penganjur dialog antar iman terkemuka di India , terutama iman Krsiten dengan Hindu yang menjadi agama utama di India. Raimundo adalah seorang blasteran ayah Katalan, Spanyol dan ibu dari Kerala, India dari kasta Nair. Raimundo lahir pada tahun 1918, dan pada tahun 1946 ditahbiskan menjadi seorang pastor gereja Katholik Roma.
Gagasan utamanya tentang agama Kristen, seperti penganut agama Kristen umumnya adalah pusat relijiusitas pada Yesus. Tetapi yang menarik dari itu semua adalah bahwa keimanan pada Yesus tidak menjadi pengahalang untuk melakukan natifisme ajaran esensi Yesus pada konteks ke-India-an, sesuatu yang menjadi ganjalan bagi gerakan pemurnian agama yang justru berkembang saat ini. Iman pada Yesus bagi Raimundo justru menjadi alat untuk bersatu dengan orang India, Hindu khususnya. DEngan itu ia menyatakan, ” Pluralisme tanpa relatifisme” ( sementara Ahmed Shahi Kusuma sendiri penganut relatifisme !)
Pengalamanya melayani orang India Katolik mengajarkan bahwa segala cerita tentang Yesus yang besrumber pada tradisi Yahudi ( seprti Bethlehem, cerita anak Daud dsb.)) tidak bisa menjangkau rasa keberagamaan terdalam dalam relung hati orang Inida. Untuk itu ia menerjemahkan gagasan bahwa sumber2 pengajaran Kristen Inida didaraskan dari tradisi cerita2 Hindu, jadi cerita2 Mahabarata dengan Ayodhya nya menjadi penggnati Bethlehem yang terlalu jauh bagi orang2 India saleh katholik yang tidak tahu di mana Bethelehem itu !
Ahmed Shahi Kusuma melihat bahwa Panikkar adalah seorang yang tulus melakukan dialog, atas dasar saling percaya bukan untuk sebuah strategi ! Aku pikir ia meneladani Rasul Paulus dalam tindakannya itu.
adi isa berkata,
Februari 24, 2009 pada 1:37 pm
Aku pikir ia meneladani Rasul Paulus dalam tindakannya itu.
==========================================
anda yakin?
Kitab Roma, “Tetapi jika kebenaran Allah oleh dustaku semakin melimpah bagi kemuliaan-Nya, mengapa aku masih dihakimi lagi sebagai orang berdosa ?” (Roma 3:7)
meneladani dengan kedustaan dan kepura-puraan?
apa yang diajarkan oleh Paulus?
I Korintus 9:20,
dijelaskan bahwa untuk misi kepada
Yahudi haruslah seperti Yahudi. Di sini dapat dilihat salah satu strategi misi dakwah Kristenisasi adalah dengan menggunakan kamuflase,
kedustaan dan kepura-puraan.
senyum dulu om…
salam hangat
sang penghujat..adi isa
Ahmed Shahi Kusuma berkata,
Februari 27, 2009 pada 3:51 am
Wah…wah kok sudah mengkapling Rasul Paulus begitu ya…
Begini dunia saat ini sudah semakin tanpa batas, nah Rasul Paulus dengan ketulusannya telah mulai menembus batas iman yang sangat sempit yang saat itu ( bahkan sekarang dalam katagori Maxim Rodinson sebagai tuhan suku). Orang Yahudi yang terbiasa berpikir ekslusif ( bayangkan seperti Bassyir, atau FPI) sebagi bangsa terpilih ( Ulangan 14:2) tiba2 tersentak dengan keluasan iman untuk ghoyim. Di sisi lain orang Romawi yang berkuasa mana mau menerima cerita kosong dari pihak terjajah, jadi saya pikir beliau memang menerima pengalaman relijius yang sangat luar biasa.
Di luar itu semua Rasul Paulus adalah seorang cacat dengan fisik lemah dan penyakit ayan ( yang dianggap sebuah karya setan) tetapi bersiteguh menyebarkan ajarannya ke semua tempat, tanpa bayonet, meriam ( seprti israel atau Amerika) untuk jiwa manusia !
Ketika kita masih berpikir mencari perbedaan atas nama pemurnian ideologi, jangan khawatir monumen Srebrenica, Auschwitz, Thalibanisme dan sebagainya masih mengantri ! Di sini letak keistimewaan Rausl Paulus dan Raimundo Panikkar
adi isa berkata,
Maret 1, 2009 pada 1:26 pm
lalu bagaimana tanggapan anda dengan
perkataan paulus dalam alkitab?
“Aku mengatakannya bukan sebagai orang yang berkata menurut firman tuhan, melainkan sebagai orang BODOH yang berkeyakinan”. (II
Korintus 11 : 17).
seorang rasul (menurut anda,khan? hehehe)
berkata dalam sebuah alkitab, bahwa apa yang dikatakannya bukanlah menurut firman tuhan Jesus(mu)
melainkan, sebagai orang yang bodoh..dengan keyakinan..
hebatkan? heheheh
monggo…
sang penghujat…
Ahmed Shahi Kusuma berkata,
Maret 2, 2009 pada 9:56 am
Kalau kita mencurigai bahwa Rasul Paulus memiliki ambisi syahwat keduniawaan ,ketidakjujuran, dalam bahasa sampeyan kebohongan, kita lihat beliau tidak mengeruk keuntungan duniawi sedikitpun. Ia tidak menggunakan misinya untuk menumpuk kepuasan seks ataupun penumpuakn emas berlian. Coba sebutkan….
Justru karir beliau sebelumnya di dalam masyarakat Yahudi ( ingat beliau santri kesayangan Kyai Gamaliel yang ya katakanlah macam FPI lah yang suka pukul sana pukul sini segala macam aliran sesat). Di dalam lasykar ini ( anggap saja FPY= Front Pembela Yahudi) yang terdri dari para cendekiawan Yahudi/ Pharisi ia seorang komandan dari lasykar itu ( yang tentu disertai kemulyaan jabatan dan harta ?) lalu untuk ia lagi ia masih perlu berdusta ? berkepura2an, dengan cara meninggalkan semua itu ?
Cool aja man, khusnodzhon , broer !
Faisal berkata,
Maret 15, 2009 pada 12:01 am
lalu bagaimana tanggapan anda dengan
perkataan paulus dalam alkitab?
“Aku mengatakannya bukan sebagai orang yang berkata menurut firman tuhan, melainkan sebagai orang BODOH yang berkeyakinan”. (II
Korintus 11 : 17).
Baca ayat jangan setngah2 mass.. “Aku mengatakannya bukan sebagai orang yg berkata menurut firman tuhan” dia berkata apa dolo baca sebelumnya..!! cetekkk otak lo..
Baca dulu semua baru koment ,, malu2in aja lo…
Ketahuan banget lulusan pesantren nya…
gmn kalo Quran mu gw baca n tulis setengah2 ,, pasti golok yg main d… haha… FPI : mode ON
Ahmed Shahi Kusuma berkata,
Maret 18, 2009 pada 12:53 am
Tenks komennya, Mas Faisal. Saya setuju banget dengan anda bahwa setiap orang bisa mengambil ayat sesukanya. Orang yang mengedepankan Kristen agama penjahat bisa tinggal comot Milosevic, tetapi kalau Kristen agama rahmat bisa ambil Bunda Theresa, demikian juga islam, tinggal pilih Mohammad Yunus atau Baasyir, sebagaimana Marxisme, tinggal pilih Pol Pot/Stalin atau Sartre dan Chomsky…
Join more plizzzzzzz !