Juni 21, 2010

Komentar Sekitar Munas PKS

Ditulis dalam Uncategorized pada 10:21 am oleh kusumahk

Salah satu partai politik utama Indonesia, yaitu Partai Keadilan Sejahtera telah mengadakan munasnya. Saya (Ahmed Shahi Kusuma) tertarik mengomentari wacana seputar munas tersebut yaitu gagasan sekjen PKS Anis Matta tentang perlunya membuka dialog dengan Amerika. Posisi saya melihat kaitan Islam sebagai agama an sich dengan Amerika perlu dicek di   http://ahmedshahikusuma.wordpress.com/2009/01/29/amerika-dan-islambagaimana-bereaksi/  .

Saya mengenal ide2 Anis Matta jauh sebelum PKS sebagai partai sudah ada. Ide2 gerakan Islam sebagai sebuah Nidhom yg berbeda dengan agama yg lian (mengutip Al Attas sebagai islam adalah Dien, sementara saya tidak setuju dengan gagasan sempit seperti ini,( la ayat lakum  DIEN ukum waliyadin itu apa artinya?)  muncul dalam jurnal2 yg dibuat Anis matta wa ashabihi kira2 tahun 1990an awal dengan inthilaqnya atau sabilinya. Jurnal ini bisa saya temukan mudah di kampus atau masjid2 kaum modernis umumnya. Isinya  menarik tentang perlunya tarbiyah jihadiyah mengahadapi kaum kafirin ( Israel , Serbia dst) juga kaum munafiqin yang walanya kepada  selain Allah seperti rezim sekuler Aljazair melawan FIS dst. Saya masih menyimpan gegap gempita suasana itu.  Amerika jelas masuk dalam daftar setan, dan rezim 2 sekuler macam Tansu Ciller yang kemalis yang melawan Erbakan adalah taghut. Cuma saat itu yang menarik jurnal2 ini kurang berani mengeritik susahnya menghadapi rezim Suharto. N

Nah berangkat dari sejarah Anis Matta yang retorikanya di tahun 1990an (ohya saya ingat teman saya Lovepassword yang berkata manusia bisa berubah) , saya sangat bersyukur  kalau PKS mencanangkan tekad untuk membuka dialog peradaban dengan pihak Amerika. Dalam salah satu wawancara TV, Anis Matta mengatakan bahwa musuh utama adalah imperialisme dan harapan untuk menekan Amerika untuk menghentikan agresifitas Israel.

Salah satu poin penting PKS  dalam dialog peradaban yang dibangun adalah pemilihan Hotel Ritz Charlton yang mengalami peledakan karena ulah teroris gila, dan keberhasilannya untuk mengundang dubes Amerika yang sering didemo dan dikarikatur setan. Transformasi ini penting. Ok, peledak Ritz Charlton lalu sedikit banyak mengalami internalisasi nilai2 jihad macam gerakan wahabi politik macam Sayyid Quthb, dan Assyahid Abdullah Azzam, pun para ikhwan tarbiyah (PKS) juga belajar buku yang sama, tapi berbeda pandangan (malah saya sering ketawa melihat bahwa akhwat2 PKS lebih keras dalam masalah jilbab dan kaos kaki daripada ulama Ikwan sendiri macam Yusuf Qordhawi maupun Muhammad Ala Ghazali) . Jadi  malah bangsa kita kadang lebih ekstrim daripada yang di timur tengah (demikian juga para penginjil yang mengekor Yahudiisme atau gereja Amerika).

Mungkin juga PKS menyadari gerak partai sejenis di Turki yang digawangi tokoh macam Abdullah Gul yang dengan enaknya bersalaman dengan Desy Anwar (eh haram itu!), atau Erdogan yang tetap menjunjung tinggi nilai Kemal, sementara Anis Matta bisa mem,uji Sukarno, sebagai tokoh anti imeprialisme!!! Dan itu sah saja…….

Cuma apakah semua amal PKS saat ini itu berdasarkan nilai hakiki mendasar akan nilai prinsip tentang penerimaan modernisme yang cenderung anything goes, dan tidak bisa 100% atau tidak sama sekali , atau atas dasar kepentingan politis sesaat. Sebagaimana politis yang oportunistik? sehingga berlindung di balik nilai2 demokrasi dan kebhinekaan? Saya sangat menginginkan PKS dengan tegas juga bisa menerima kehadiran apa yang dianggap sebagai gerakan sempalan Islam seperti Ahmadiyah ataupun Syiah. Bukankah secara mendasar tokoh2 ikhwan  banyak yang saling berbagi dengan kaum Syiah Iran???

Dialog adalah atas dasar keyakinan kesetaraan bukan strategi politik yang bikin rabun orang seperti saya.

April 15, 2010

Arogansi Produk Feodal Borjuis Di Priok

Ditulis dalam Agama Pembebas, Anarkisme, Lingkungan dan Pembangunan, Uncategorized pada 1:00 am oleh kusumahk

        Arogansi Wagub DKI Prijanto dalam menertibkan, dan menjaga “keamanan” berbuah  anyir darah. Keberanian (baca: kepongahan) orang2 birokrat yang melayani borjuasi (dan ia sendiri bagian kelas pemodal).  Denagn keyakinan ,percaya diri yang overconfidence, ia dengan cara brutal mengusir mereka2 yang dianggapnya menentang hukum. prijanto telah menjadi otoritas dan ia menikmati peran itu. Sekarang fenomena yang semakin menajdi-jadi adalah pemerintah dengan UU yang ia bikin sendiri, diamini sendiri punya alat untuk memberangus rakyat yang dianggap melanggar UU, dan sekali lagi yang paling parah kena adalah kaum marjinal (entah itu keyakinan, akses daerah, kemiskinan, dll). Hukum positif sendiri , yang berarti kepastian hukum menurut James Scott dalam “Perlawanan Kaum Tani” adalah rubah yang siap melahap kawanan domba.

       Arogansi Prijanto menjadi-jadi ketika di televisi, ia menyatakan bahwa tanah itu milik negara, yang sewaktu waktu bisa diambil.  Gila! bukankah makam seorang tokoh masyarakat biasanya dikelilingi  oleh umatnya. Dengan demikian maka kalau dianggap Tempat Pemakaman Umum, berarti salah alamat. Hal ini karena kebajikan sang pemilik lahan yang memberi sebagian tanahnya untuk warga lain yang dimakamkan di sekelilingnya.

       Arogansi Prijanto yang lain, ketika ia menegaskan berkali-kali bahwa pemerintah telah memindahkan kerangka mereka yang meninggal di TPU Semper. Coba kalau ia berani ngomong di Jawa Timur (Surabaya , makam Sunan Bungkul) dipindah ke TPU Ngagel, atau melihat kesombongan Prijanto, bahkan makam Sunan Ampel bisa digusur diganti Pasar Atum IV, jelas ia dihujat warga Nahdiyin, dan diglangsih seperti tahun 1965!  (sangat bersyukur di Jatim ,gubernur Jatim atau wakilnya sangat memahami hal ini!)

          Kalau ia tinggal di Roma, ia bsa dengan sombong mengubah Basilika St Petrus ke Wembley, untuk dijadikan markas AS Roma,atau persis seperti kelakuan Wahabi2 yang ingin meledakkan   makam Rasul Al Musthofa  SAW, dan mengganti dengan kandang unta!     

         Di Surabaya, yang menjadi warning adalah kepemilikan surat hijau. Atas nama hukum positif , pemerintah bisa mengambil alih jika digunakan  untuk “kemaslahatan umum”. Daerah Pasar Kembang , bisa digusur atas nama pembangunan menjadi TPA.  Daerah Ngagel bisa diganti menjadi Mall, dan Pacar Keling bisa diubah menjadi Lapangan Bola Kelas Internasional, bahkan daerah Perak bersurat hijau bisa diubah stasiun peti kemas melebihi Priok sebagai proyek ambisius Gubernur Anu!

        Intinya pemerintah semakin arogan dengan mengutamakan apa yang disebut ssebagai penegakan produk hukum. Padahal produk hukum dibuat sepihak, ditafsirkan secara borjuis dan kelas penguasa, akhirnya sekali lagi maling helm dibakar , maling pajak digendong-gendong!

November 5, 2009

Anggodo, Maju Trus Koh!

Ditulis dalam Lingkungan dan Pembangunan, Uncategorized pada 7:46 am oleh kusumahk

         Semakin rame saja dunia infotainment kita dengan pertunjukan vulgar tanpa sensor dari para penegak hukum kita yang beradegan jorok dengan para cukong. Orang seIndonesia terhentak melupakan sensasi janda montok Kris Dayanti, atau perda rokok , dan fatwa haram facebook. Berita seputar keputusan MK yang berani mengekspose kebobrokan para penegak hukum kita jauh lebih menarik disaksikan,ditonton, dan dijadikan tuntutan.

       Saya (Ahmed Shahi Kusuma) justru melihat bahwa Oom Anggodo di sini yang paling “didholimi” (dalam artian sarkasme lo ya…), kenapa ???

       Karena dari dirinya kita justru tahu betapa bobroknya kelakuan orang2 yg kita bayar lewat beban pajak yg bejibun, entah itu pajak NPWP,beli odol, sabun (buat ngocok Miyabi,soale gak bisa nikah, mahal!!!), pajak STNK, PBB, sewa tanah surat ijo dll…….(yg kalo anda gak bayar anda berarti tidak nasionalis !!!)………

       Trima kasih kita harus ucapkan pada Koh  Anggodo, meski ia “rela” jadi cacian maki orang seIndonesia (malah ada yg gila dgn pandangan picik rasis, padahal jelas Alexander Lay , tuh etnis apa?  la para penegak hukum kita orang apa?)…Persis kelakuan orang2 suci di tanah air kita , yg serba berebut pengakuan tidak pernah melacur ke Tretes, Puncak, Dolly dsb….sementara punya keluarga yg dihormati (baca lengkap sajak Rendra, bersatulah pelacur2 kota jakarta http://www.rakyatmerdeka.co.id/news/2009/08/06/79393/Rendra:-Bersatulah-Pelacur-Pelacur-Kota-Jakarta  )

 Itulah orang2 yg sok suci mengatur kehidupan kita, sambil mendesah orgasme di pelukan pelacur , kata Rendra, sambil ceramah ttg moralitas dan tetek bengeknya (sambil hisap tetek pelacurnya), dan Oom Anggodo terpaksa jadi pelacur itu !!!

 Pelacur adalah aib, bagi   “kita orang baik2″  yg tidak mau mengaku pernah mengerang orgasme di pelukannya, apalagi di hadapan calon mertua, warga  kampung, anak buah, jemaat dll, dan kita ikut keluar mengambil batu ikut menyambit mereka… Sekarang semua orang busk itu, setelah orgasme di pelukan Oom Anggodo, lari tunggang langgang. Ada yang mengaku tidak kenal, cuma meraba, tiada yg gentel mengaku orgasme berkali- kali !!! dalam bahasa Rendra, ini saatnya Oom Anggodo melemparkan kutangnya, berdemo supaya bau sedapnya ke mana – mana.

   Nah, itu dia peran pelacur!!! Disetubuhi, tapi tidak akan pernah diakui.

Aatau juga seperti orang puasa di bulan ramazan. Kita tidak perlu marah2 sama penjual es cincau keliling, nasi Padang dll, karena kita percaya akan sesuatu pasca hidup ini. memang tugas penjual es cincau mengajak kita membeli esnya (ia punya anak, istri, yg punya hak hidup layak).. Seperti itu juga OomAnggodo. la kalau ia mengiming-iming uang, ya itu emang tugasnya!

 Koq yang tergoda yang dikasih, berarti itu tidak beriman, sementara katanya kalo mau dibayar pake uang pajak, harus beriman dan bertakwa (atau berketawa).. berarti Oom Anggodo hebat, I love you full Oom!!!

Oktober 12, 2009

Obama Dan Hadiah Nobel Perdamaian 2009

Ditulis dalam Uncategorized pada 10:23 am oleh kusumahk

 Panitia Nobel  tahun ini menghadiahkan nobel perdamaian kepada  Barack Obama. Dunia agak terkejut dengan pemberian hadiah ini, akan tetapi menurut saya ( Ahmed Shahi Kusuma) , seharusnya pasti terkejut lagi jika mengetahui bahwa panitia Nobel pernah mencalonkan George Bush menjadi pemenang nobel perdamaian karena jasanya menegakkan kedamaian. Ok, itu sudah lewat, dan tiada kesempurnaan di muka bumi ini, dan memang selamanya hadiah Nobel perdamaian akan mengundang kontroversi. Ahmed Shahi Kusuma mencatat bahwa Panitia Nobel pernah lalai memberi Gandhi hingga ajal menjemputnya.

        Obama akhirnya menang, siapa yang gembira dan siapa yang sedih ??? Saya, Ahmed Shahi Kusuma termasuk orang yang gembira dengan kemenangan Obama, karena setidaknya dunia melihat adalah gila memenangkan seorang Hitler seperti Bush sebagai pemenang Nobel. Sejak Obama memimpin ketegangan antar dunia berkurang, dan dunia diyakinkan bahwa perdamaian dunia adalah suatu yang terus bisa diusahakan. Hugo Chavez pun bisa bersalaman dengan Obama, sementara Bush dan pendetanya Pat Robertson menganggap Chavez orang ateis komunis yang najis. Peredaan ketegangan di Eropa dengan menyimak pidato  Bush di Ceko juga menarik. Rusia diyakinkan tentang peredaan ketegangan antar dunia negara itu. yang paling menarik adalah hubungan dunia muslim dengan Obama. Obama menjanjikan penarikan pasukan dari Iraq (meskipun gara2 invasi Bush, dimungkinkan kaum wahabi politik dan Syiah jadi punya peluang saling bantai), sementara saya bisa memahami ancaman wahabisme politik di Afghanistan yang harus juga dikendalikan (jika kita bisa memahami bahwa Indonesia oleh terancam oleh Nurdin M Top,  manakah lagi dengan masyarakat muslim Afghan yang harapan hidupnya cuma 46 tahun???) . Dunia muslim tidak gila memahami bahwa langkah Amerika menghadapi Thaliban sebagai ancaman terhadap Islam! Mujahid seperti Ahmad Shah Masoud, kaum syiah hazara aadalah contoh nyata korban “kesalehan” Thaliban selain bom kuningan dan Bali.

       Siapa yang marah dengan kemenangan Obama?

Ya tentu orang2 kepala batu ! Baik itu muslim  Hizbuttahrir demo pada Obama, Kaum saleh yahudi mengusung tulisan Obama sebagai antisemit, (seperti gambar di atas), dan penginjil  Indoneisa pro zionis dari Kediri Gideon Sucahyo menuduh Obama sebagai calon antikristus karena ikhtiarnya mendamaikan palestina dan Israel. Obama dituduh sesat karena segala sisi. Capek gila meladeni orang bigot !

          Sekali lagi hadiah Nobel tidak sempurna (seperti luputnya Gandhi, dan pengajuan Bush= Bushshit , si Hitler sebagai  calon )tetapi memang tidak sembarangan. Mordechai Vanunu, misalnya seorang Yahudi Israel yang tidak mau dicalonkan sebagai pemenang nobel (ia kemudian masuk Kristen Anti Zionisme, wah beda donk dengan Pak Gideon Sucahyo dan Yakub Sulistyo, para Kristen Zionis , berkulit coklat ini).Vanunu mengecam zionis habis yang untuk itu ia tidak mau memenangkan nobel, karena ia tidak mau disandingkan dengan Simon Peres ( coba klik  dihttp://www.thepeoplesvoice.org/TPV3/Voices.php/2009/03/02/vanunu-writes-to-the-nobel-peace-prize-c

September 4, 2009

Sumarsono Tokoh Pesindo, Jawa Pos, Dan FAK

Ditulis dalam bigot, Fasis Islam, Lingkungan dan Pembangunan, Uncategorized pada 4:30 am oleh kusumahk

        Dua hari terakhir ini Jawa Pos ,Surabaya meliput sebauh aksi  demo di bulan Ramadhan , yaitu meminta pertanggungjawaban atas ulah Jawa Pos yang memuat artikel  tentang pemprofilan tokoh pemberontakan PKI 1948 dan sekaligus komandan lapangan peristiwa 10 November 1945, Sumarsono atau Soemarsono ( Saya, Ahmed Shahi Kusuma sudah menulis banyak ttg peristiwa 10 November dibandingkan dengan perang Gaza di http://ahmedshahikusuma.wordpress.com/2009/01/15/perang-gaza-ulangi-drama-10-november-1945/ ).

    Baru- baru ini saja masyarakat Surabaya mengenal Sumarsono, padahal saya (Ahmed Shahi Kusuma) sudah membacanya sejak di bangku sekolah melalui buku Agus Sunyoto (yang saya kagumi), ketika mengupas detil gerakan dan kekejaman PKI 1948. OK, secara intelektual saya keberatan dengan bagaimana pihak PKI yang selalu cuci tangan atas peristiwa pemberontakan denagn menuduh Hatta di belakang peristiwa itu, padahal menurut saya cara itu pula  yang selalu dilakukan juga dalam setiap gerkan ekstrimis di negara kita dengan sebutan PROVOKASI. Tahun 1965 menyebut provokasi nekolim, tapi juga perlu dicatat bahwa gerkan ekstrimis Islam juga melakukan yang sama ( sebagaimana ekstrimis Kristen dalam RMS). Ledakan bom tahun 1984 di Borobudur, dan penyerangan sekarang atas jemaah tertentu diekskus- justifikasi  dengan nama PROVOKASI.

 PKI melakukan usaha kudeta tahun 1948 itu sudah jelas. Dokumen2 yang dtunjukkan golongan marxis  Tan Malaka atas rencana PKI sudah jelas. Kenapa PKI berontak ?jelas karena simplifikasi ajaran hitam putih, komunis baik dan non komunis jahat. Hal itu juga diulangi oleh anak2  aktifis Islam yang mencoba memberangus pandangan lain , yang tidak sependapat dengan mereka. Bendera dan poster yang diusung mereka yang mencoba memberangus Sumarsono (88 tahun) saat ini di kantor Jawa Pos sama persis dengan cara2 PKI dulu maupun Hitler , Bush dan Kach ketika ingin membungkam lawan-lawan mereka. Gertak, dan bikin keder lawan, hajar  mereka karena mereka kanker yang tidak berhak hidup. Celakanya kita kembali ke jaman itu. Kenapa FPI Surabaya dan FAK tidak menentang dan demo ketika Jakarta dibom oleh aktifis Islam ??? Di mana suara mereka???Paling2 jawabannya , itu makar dan kerja zionis, intelijen, atau CIA.

         Kahar Muzakar, dan Sumarsono adalah orang2 yang sebenarnya perlu dibaca secara proporsional. Mereka pahlawan, di saat negeri ini masih jabang bayi, sementara yang lain (antek2 KNIL, Pao An Tui dll) masih menetek Belanda imperialis. Tetapi jika kemudian mereka memberontak , hal itu perlu dibaca dengan kearifan, dengan kedewasaan, bahwa kegagalan mereka adalah sumbatan ideologis2 masa lampau yang tidak perlu lagi distigma dengan cupet pikir. 

 Yang paling lucu dari itu semua adalah bagaimana bisa seorang Profesor Aminudin kasdi koq ya terlibat dalam demo itu. Saya sendiri sudah kagum dengan tulisan beliau dalam mengulas gerakan BTI, dan itu contoh yang baugs dalam menolak semua gagasan dengan tulisan. Bukan dengan acungan demo, memaksa, dan kalah menang2an macam preman pasar Wonokromo. Dengan keterlibatan beliau dalam demo di Jawa Pos, saya (Ahmed Shahi Kusuma) jujur merasa kurang respek terhadap beliau.

 Biarlah Sumarsono bercerita, biarlah Kawilarang bertutur, biarlah Daud Beureuh berceramah, sebagamana kita perlu belajar dari Natsir tentang Indonesia kita.

Agustus 26, 2009

Ateis

Ditulis dalam agama, Agama Pembebas, Anarkisme, Uncategorized pada 2:32 am oleh kusumahk

Salah satu pemikiran yang sangat ditabukan di negara kita adalah ateisme, maka orang ateis pun dianggap sebagai  orang yang perlu dipertobatkan. Ateisme dikenal sebagai ajaran yang menidakkan eksistensi Tuhan. Nah mungkin karena konsepsi Pancasila sila yang berketuhanan yang Maha Esa itu maka ateisme atau bahkan agnostik dipandang melawan ideologi negara.

  Jika ya, yaitu bahwa setiap isme yang tidak berprinsip berketuhanan yang Maha Esa harus dilenyapkan di Indonesia, bagaimana pula dengan ajaran BUdha Teheravada yangh agnostik terhadap Tuhan di tanah air, apakah bertentangan dengan  Pancasila ? Ahmed Shahi Kusuma jelas tidak menyetujui ajaran pelarangan ini karena dasar – dasar negara kita juga menghargai  pluralisme.

     Ateisme menjadi sebuah problem sejak dari jaman bahuela. Socrates adalah orang yang harus mati syahid ( ateis kok mati said) karena mengajarkan ateisme , tetapi benarkah ia mengajarkan ateisme ? hanya orang yang berpengetahuan dangkal yang percaya hal itu.  Socrates justru menghidupkan daya nalar kritis bahwa orang2 Yunani umumnya bukan menyembah Tuhan yang benar. Orang Yunani umumnya menurut Socrates menyembah tuhan yang bertingkah laku tidak pantas dalam posisinya sebagai Tuhan, semisal menggoda istri orang, menyetujui dan terlibat mabuk- mabukkan, memonopoli kebenaran sampai menghukum dewa Promotheus yang humanis.

   Kalau kita ingat tuduhan resmi atas Socrates adalah mengganggu dan meracuni masyarakat karena terutama jaran ateismenya. Tidakkah saya (Ahmed Shahi Kusuma), anda , kita semua ingat bagaimana nabi Muhammad juga dicurigai sebagai orang gila yang sesat karena mengkhotbahkan bahwa Lata, Hubal, dan Uzzah bukanlah tuhan yang benar. Buykankah formulasi dasar keislaman dimulai dengan proses penegasian ketuhanan,” Laa  Ilaa ha -illa- Allah”? tiada ketuhanan selain Tuhan itu sendiri, there is no deity but God Himself ???? Orang kafir Quraisy pasti berpikir bahwa Muhammad mengajarkan “laa Diniyah” ( sebuah konsep yang sekarang dianggap sebagai sekuler dalam bahasa Arab) !

       KIta bisa tengok pula bagaimana   Yesus adalah sesat karena melanggar tabu bagi kaum saleh Yahudi ( Yesus anti semit???). Dengan ajaran humanismenya ia menyebut, bukan Manuisa untuk hari Sabat , tapi Sabat untuk manusia ????

       Ateisme sebagai ide bisa salah bisa benar, sebagai kaum beragama bisa berdebat tentang keabsahan proses eskatologis tertentu yang mana yang benar, dan ateisme sebagai mana ide apapaun bisa menyegarkan bisa pula merusakkan kehidupan manusia secara spiritual maupun material. Stalin adalah ateis, tetapi Bertrand Russel dan John Lennon juga. Bunda Theresa percaya Tuhan , tentu pemahamannya berbeda dengan Pat Roberstson, Mohammad Roem muslim, tetapi Maruto juga muslim.

        Romo Steenbrink yang saya kagumi percaya bahwa seseorang tidak akan bisa menjadi ateis karena membaca buku Jean Paul Sartre tapi kalo gereja berfatwa  bahwa KB haram itu bisa jadi masalah.Akhirnya kita merasakan hadirnya TUhan dalam diskon barang- barang lebaran dengan iklan -iklan yang dibungkus baju koko dan jilbab atau di siang hari ketika di kantor kita tidak melakukan korupsi. Bonhoeffer berkata,” Etsi Deus Non Daretur”, hiduplah seakan – akan tanpa Tuhan, dan itu bukan ateisme. ia serahkan nyawanya untuk iman yang ia percayai. Tuhan tidak terletak di jubah- jubah relijius, iman terletak di amalan kita sehari – hari….

     Mubarak  Ramadhan kareem !!!

Agustus 24, 2009

Teman- Teman Mahasiswa Dan Skripsinya

Ditulis dalam Uncategorized pada 2:55 am oleh kusumahk

         Ini cerita subyektif tentang teman – teman mahasiswa yang melakukan penelitian untuk skrispsi mereka yang saya ajak sharing. Di antara banyak mahasiswa itu ada beberapa yang menarik minat saya.  Beberapa di antara itu adalah skripsi karya  Lia Pipit Yuanita, mahasiswi cantik asal Bontang, seorang mahasiswi berjilbab yang menghabiskan pendidikan pra kuliahnya di sekolah – sekolah agama di Bontang. Ia menulis tentang Marxisme – Komunisme dalam karya Maxim Gorky, Mother. Mahasiswa  lainnya adalah  Hilarius Aris Mohede dari NTT, seorang aktifis  Unit Kegiatan Mahasiswa Katholik yang menulis tentang  karya agung Voltarie, Candide, dan kritikannya terhadap Leibniz yang berpendapat ttg optimisme. Satu mahasiswa  lainnya adalah Rahmat Sirajudin, seorang mahasiswa kiri aktifis Fron Mahasiswa Nasional yang gagah merah menyala itu. Ia menulis tentang kritik terhadap Marxisme dalam karya George Orwell 1984.

      Apa yang membuat saya bahagia menjadi guru dan suka berbagi dengan mereka adalah ada beberapa dari mahsiswa saya yang berani melampaui pemikiran sektarian ideologis dengan berani melakukan kritikan tajam terhadap idelogi mereka sendiri. Mereka memiliki latar ideologi tertentu itu jelas, tapi hal itu tidak menghalangi mereka  untuk berkata tidak terhadap kesalahan kesalahan ajaran rigid yang mereka telan sebagai taken for granted, dan ini bisa mengakibatkan sesorang menjadi cair dan open minded. Bigotisme akhirnya menjadi lelucon tentang orang bebal.

       Lia Pipit Yuanita, saya suka jelas, karena ia cantik muslimah yang salihah (he..he..), tapi tidak cantiknya yang membuat kami akrab, jelas karena keberaniannya menyerang tesis- tesis ketuhanan yang dibongkar oleh Maxim Gorky, dan itu tidak mengganggu keimanannya. Hilarius Aris Mohede, anak NTT yang mengkritik gereja Katholik habis lewat karya Voltaire tokh tidak bermaksud untuk katakanlah menjadi penginjil aneh macam gerakan pantekosta atau ikut istighosah. Hilarius sendiri dibantai di ruang sidang, tetapi saya rasa ia puas dengan skripsi yang ia kerjakan sendiri,mampu menjawab dengan lugas dengan Bahasa Inggris yang bagus.  Nah ini tentang Rahmat. Aktifiis demo di kampus ini suka marah marah terhadap  kekisruhan dan ketidakadilan, tetapi    ia akhirnya sadar bahwa marxisme yang ia kagumi sendiri ternyata memiliki potensi yang sama kejamnya dengan sistem lama yang ia gulingkan. Rahmat tidak berubah, ia masih ke kampus dengan kaos Mao, tetapi ia sadar bahwa Sutan Syahrir dan Habermas cs juga bisa menjadi alternatif dari brutalisme Stalin.

        Mereka adalah teman – teman yang menyenangkan, yang mampu menghabiskan jam demi jam di kantin, perpustakaan, dan rumah untuk hal hal yang abstrak yang bagi banyak orang sekarang yang pragmatis adalah kebodohan. Mereka sudah lulus dan pulang ke daerahnya. Setidaknya mereka tidak  menjadi barisan bigot yang hanya  melihat kesempurnaan pada ajarannya sendiri sambil merendahkan ajaran orang lain, dengan kelemahan manusiawi

Agustus 13, 2009

Sindrom Don Quixote

Ditulis dalam Lingkungan dan Pembangunan, Uncategorized pada 4:53 am oleh kusumahk

          

Salah satu persoalan bangsa- bangsa saat ini adalah menjamurnya radikalisme agama – agama. Di tanah air kita benih – benih kaum wahabi politik ( ada wahabi non politik) telah berbuah dengan menampilkan wajah aslinya yaitu teror yang mengancam  keluhuran nilai – nilai agama dan kemanusiaan yang kita pegang selama ini. Ahmed Shahi Kusuma menyebut gerakan – gerakan radikalisme skripturalis (jika memang ya, padahal mereka tidak sungguh2 skripturalis, karena toh mereka mengambil ayat suci seenak kebutuhan mereka sendiri) ini sebagai Sindrom Don Quixote.

         Masih ingat Don Quixote ? Tokoh yang digambarkan sebagai  self claimed knight ( hampir sama dengan para jihadist, yang merasa Indonesia punya problem perang suci !). Don Quixote lari ke sana ke mari mencari  musuh imajiner. Tidak ada siapa2 dan tiada apa2 memang, kecuali orang2an di sawah atau  windmill yang dikira giant. Orang2 menganggapnya gila. Dan memang begitulah ia.  Begitu juga para jihadist tanah air. Entah itu bernama nama dewa  angin Maruto, yang merasa kebelet jihad meninggalkan kenyamanan berjihad meneyembuhkan banyak orang sakit, atau Ibrohim sang flamboyan yang bergoda mainan bom. Di kalangan masyarakat nelayan Pasuruan bom bukan barang aneh , tapi untuk ikan (ini sih ekstrim juga), tetapi apakah para jihadis gila macam Don Quixote itu tahu kisah Don Quixote ?

          Di Indonesia para jihadis tidak sendiri, banyak orang gila teman berkacanya yang sejenis. Para Kristen Zionis Indonesia juga berbuat yang sama. Melalaikan fakta bahwa para serdadu Israel melakukan kejahatan yang identik dengan para jihadis, orang2 Kristen macam Baasyir yaitu Pdt. Gideon Sucahyo menganggap bahwa Israel berhak tanah di Palestina hanya karena tanah yang dijanjikan alkitab secara sepotong sambil mengabaikan pembantaian Eilabun ( desa Arab Kristen), atau fakta bahwa menyamakan Israel sekarang dengan penggenapan tanah suci adalah sama gilanya dengan meyetujui perbudakan pada abad ke 19 gara gara Kejadian 9:25  ( http://www.religioustolerance.org/chr_slav1.htm )

         Saya merasa semakin tidak nyaman ketika negara kita semakin dipenuhi pandangan – pandangan apokaliptik penggenapan nubuatan baik dari para Zionis Kristen ataupun Jihadis tanah air kita. Ajaran – ajaran daki agama baik dari wahabi Timur Tengah maupun Evangelis -evangelis Amerika.

      Biarlah mereka menjadi para Don Quixote hampa, bukan Socrates !

Februari 11, 2009

Onani : Sejarah Dan Dialektikanya

Ditulis dalam agama, Lingkungan dan Pembangunan, Uncategorized pada 1:11 am oleh kusumahk

        Negara kita yang mengklaim sebagai bangsa relijius ini telah berhasil menciptakan undang2 anti pornografi dan pornoaksi. Pornoaksi yang dilarang di antaranya adalah onani atau masturbasi.

       Onani atau dalam bahasa Indonesia lama dikenal sebagai merancap di negara ini dianggap melanggar hukum karena dianggap bertenagan dengan nilai2 hukum bangsa ini yang semakin lama semakin berusaha menampakkan citra “relijius” yang justru menurut  Ahmed Shahi Kusuma menunjukkan kepentingan kelas semata. Alih2 Undang2 anti pornoaksi dan pornografi itu efektif membasmi apa yang mereka sebut sebagai kerusakan moral, malahan menjadi dalih dalih pembenar bagi gerakan fasisme untuk memberangus kebinekaan seperti kasus jaipong dan jilbab-isasi di Sumatra barat, di sisi lain malah juga melanggar hak privat seseorang untuk menyalurkan hasrat seksualnya, di dalam hal ini onani, yang bagi mereka yang masih bujangan ( mahasiswa, atau SMA) menjadi alternatif paling aman dari segala macam penyakit kelamin pun di persoalkan.

       Kata Onani berasal dari kata Onan , seorang tokoh yang muncul dalam Kitab Perjanjian Lama Kejadian 38:7-10. Di situ dikisahkan tentang Er , anak sulung Yehuda yang memiliki istri, (yang pasti cantik montok), Tamar. Karena Er , jahat dan dibunuh Tuhan, maka Onan menggantikan tugas itu, agar punya keturunan yang dinasabkan ke kakaknya.waktu menyetubuhnya bekas kakak iparnya yang montok itu, rupanya Onan ingat sang kakak, akibatnya ia tumpahkan spermanya ( yang merupakan benih kehidupan dari Tuhan) keluar ( ke recyle bin..he..he.he).

         Kisah ini rupanya yang menjadi pemantik ide kata onani, bagi siapapun yang mengikuti langkah Onan, yaitu mencari kenikmatan seksual tetapi tanpa” memasukkan” spermanya kepada tempat yang semestinya ( buang pada tempatnya).  Di kalangan kristen maupun Islam kemudian juga melarang hal ini. Menurut Ahmed Shahi Kusuma letak dasar pemikiran ini adalah bahwa hubungan seksual dalam tradisi agama tidak hanya pertautan daging semata, akan tetapi pada aspek prokreasi yang diangap penting bagi Tuhan. Aliran Mormon, misalnya sangat menekankan jumlah orang yang banyak, yang tentu ada karena proses prokreasi itu. tetapi Ahmed Shahi Kusuma ingat bahwa dalam salah satu bab Ihya Ulumuddinn  karya Imam Ghazali disebutkan bahwa meniduri budak ( yang dianggap halal) diperbolehkan untuk tidak menumpahkan pada tempat semestinya ( tentang beragamnya fatwa islam tentang onani bisa baca dalam buku Yusuf  Qordhowi ” Al Halal wa Al haram fi Islam)

         Di luar lukisan Johann Nepomuk Geiger yang berisi erotisme di biara, yang melukiskan seks model onani di segala tempat ,sesunggguhnya adalah kemunafikan besar apabila negara kita mencampuri hak preferensi seksual seseorang. Ahmed Shahi Kusuma menggarisbawahi bahwa  ketika pelarangan ini hanya akan memicu  munafikisme dan penindasan kelas baru model pendekatan marxisme. Nantinya para tuan2 kaya saja yang memiliki  hak beristri lebih dari satu bsia menyalurkan hasrat daging libidonya, sementara yang kere, mahasiwa yang belum berpenghasilan disuruh puasa, jika tidak diancam neraka, denda, dan dipenjara karena onani !

Januari 30, 2009

Liga Sepak Bola Dikuasai Para “Teroris”

Ditulis dalam bigot, Uncategorized pada 12:33 am oleh kusumahk

                                     

                                       Anelka dengan baju muslim

  Banyak orang mufakat bahwa saat ini bahwa liga sepak bola top di dunia adalah Liga Inggris, Italia, Spanyol,Prancis, Jerman, dan Belanda.

             Liga Inggris terutama saat ini menjadi liga sepak bola yang paling menggairahkan,mengalahkan liga Italia. “Celakanya” liga2 itu para bomber haus golnya saat ini didominasi oleh agama para ” teroris” yang tidak beradab, yaitu Islam.

               Lihat saja, liga Inggris dengan Nicolas Anelka, liga Italia dengan Zlatan Ibrahimovich, Jerman dengan Vedad Ibisevic ( bakalan gak tambah gol lagi karena cedera), Prancis punya bomber berber yaitu Karim benzema, dan Belanda dengan  El Hamdaoui. Hanya liga Spanyol yang aman dari gangguan para teroris itu. Cuma Frederic Kanoute kok , yang bikin heboh dengan mendukung teroris Hamas, dengan kos bertuliskan huruf teroris Arab, yang tulisannya apa gitu!

           Ahmed Shahi Kusuma menilai Robert Spencer, Ali Sina bigot tidak  tertarik dengan hal-hal itu . Di kepala mereka Islam adalah teroris, yang wanitanya melahirkan teroris, anak kecil pantas dibunuh karena calon teroris, dan ilmuwannya adalah para pembela teroris, bahkan pemain bolanya pun menyumbang dana untuk organisasi teroris. Robert Spencer bahkan pernah bilang seluruh kejahatan di muka bumi adalah bersumber dari Islam,sementara Walid Shoebat berkata antikristus adalah islam itu sendiri, yang akan tampil di akhir jaman ini !

             WEleh…weleh… Apakah Walid Shoebat lupa bahwa Paus di abad pertengahan  digambarkan sebagai antikristus ! Salah satunya alasannya adalah karena ia adalah pengauasa tunggal agama di dunia pengganti Kristus dan berkedudukan di Roma, simbol setan menurut Kitab Wahyu.

 

               Ini salah satu gambar itu !   ( Ini tentu subyektif dan ngawur), seprti ngawurnya  antichrist dalam teletubbies dan sejenisnya …..

               Dunia tidak tertarik dengan dialog sehat. Abad pertengahan telah mewariskan mental bigot untuk saling mematenkan mitos setan di masing2. Media paling gemar dengan gambaran muslim seperti Osama bukan Anelka, dan sebaliknya Kristen dengan  Bush bukan pemain bola macam javier zanetti,misalnya. Zanetti   menyumbang banyak untuk orang miskin di Buinos Aires.

Halaman berikutnya

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.