Juni 8, 2010
Israel :Penjajahan Dibungkus Ajaran Agama

Arak – arakan pemakaman George Habash Menuju Satu Gereja Ortodoks di Yordania
Saya (Ahmed Shahi Kusuma) cemas melihat semakin terjadinya gejala instan pemahaman agama dsalam beberapa tahun terakhir ini di Indonesia. Di negara kita ada gejala yang makin parah untuk memparalelkan Arab dengan islam, dan Kristen adalah penjajah yang bersatu dengan Yahudi. hal ini mempertajam semangat kaum reaksioner agamawan yang semakin menyiram bara api kebencian atas dasar agama, dan itu berarti melecehkan Tuhan, karena seakan akan mengajak Tuhan untuk mencapai tujuan2 politik kekuasaan. Peristiwa Mavi marmara kemarin misalnya, menjadi ajang kelompok2 Islam reaksioner sepertri Hizbuttahrir untuk mengajak jihad, dan menyerang Israel atas dasar ajaran agama. Di sisi lain, di surat kabar the jakarta Post, ada surat pembaca yang berteriak bahwa God bless israel, the apples of His Eyes.
Kedua pihak itu bagi saya adalah contoh pemahaman agama yang sempit merupakan alat yang paling gampang untuk membodohi umat. Persis dengan dalil Machiavellim bahwa orang harus tampak relijius untuk mencapai kekuasaan, mengapa? karena agama adalah alat paling ampuh untuk membodohi massa. Cuplik saja ayat suci, dukung imperialisme anu berdasar kitab suci, lalu rakyat takut melawan Tuhan…. dibakar di neraka!
Gambar yang saya kutip di atas, dan semua link yang saya pasang di blog ini menunjukkan bahwa pendudukan Israel di Palestina tidak ada hubungannya dengan Alkitab. Alkitab terlalu suci untuk dijadikan landasan imperialisme Benjamin netanyahu dan kaum zionis. Orang2 berotak seperti kaum zionis ( Netanyau dan Avigdor Liebermann ) adalah sama berbahayanya bagi perdamaian dan kebebasan manusia seperti Osama Bin Laden maupun gerakan obskurantis fasis seperti Hizbuttahrir ( dan beruntung kita punya Pancasila!!!). Otak2 zionis itu tidak berbeda dengan gerakan khilafa macam Hizbuttahrir, tapi sudahkah kita mendengar Eilabun?
Orang2 seperti Netanyahu yang merasa Yerusalem sebagai hadiah Tuhan yang bisa dijarah pasti berkaca dengan Tuhan yang sama yang disembah Osama, maka mavi marmara terjadi. Apabila ia hidup di masa perbudakan, tak diragukan ia tidak segan2 untuk memakai kejadian 9:25 untuk memperbudak negro, yang ras rendah itu, dan berpikir bahwa orang2 Palestina adalah anak keturunan ham dan juga ismail yang rendah. Kita di abad 21 tidak bisa lagi mentolerir ajaran2 rasis macam Hess, Hitler dll yang sekarang coba diusung lagi oleh orang2 macam Netanyahu.
Yang kita ingingkan adalah sebuah Palestina yang merdeka, yang menghargai semua penduduknya, dengan bendera tanpa identitas keagamaan tertentu (seperti Israel fasis itu), dan sekrang dah bagus. DEkat dengan pemikiran sosialis semacam negara Swedia, dan Denmark misalnya. Jadi manusia diukur pada pencapaian bagi kesejahteraan dan kesetraan umat manusia, tidak berdasar ras, agama, dan apalagi sabda absurd atas nama “tuhan”….
Itu yang diperjuangkan George Habash, Rachel Corrie, maupun Ghassan Kanafani
Juni 1, 2010
Netanyahu’s moron claim over Jerusalem
The modern state of Israel claiming that the nation is a peace loving nation still shows her contradiction. Her present fascist Prime Minister insists that Jerusalem is the everlasting capital for the Israelists, which it means to be exclusively( the city ) i s inhabited by the Israeli Jews, and the non to be the good goyims. Of course this action can not cover the beneath and ambitious lust for her territorial expansion. It reminds me (ahmed Shahi Kusuma) to the way that Hitler did on Rhineland, Ceko, and finally Danzig. The fascists in this planet try playing foolish by saying that they just need nothing but peace, while the invasions can be ensured as a price for everlasting peace among the civilized countries, ethnics, tribes, or religous groups while the rest are barbarians.
The stubborn idea of Netanyahu to occupy Jesualem is a violation to many UN’s resolutions, but the world still keeps doing nothing, because it seems the world is too much tolerating the fascist regime in Tel Aviv. By insisting Jews’ right based on history over Jerusalem, Netanyahu is too hasty and overrates his ideas to be nothing but discoreving his masks that he is moron ,fascist, a Hitler copied man, and imperialist.
First,If a modern state claims a territory based on what happened over a thousand, or 500 years ago, what will this planet be?
Second,If he cites a sacred book, Bible to claim a piece of a land, what will this planet be?
To answer this claim, I (Ahmed Shahi Kusuma) says that only insane men need a territory lost over a thousand years ago, why can’t Germans claim Metz and Danzig now???? why can’t Arabs claim Sevilla and Andalusia??? Why can’t Indonesians claim Malaysia??? and Iraqis do the same to Kuwait????
Well, it is very questionable to believe Kamal Salibi’s theory that Jews never made a even single kingdom in Judea and Samaria, but how if it is true?
Regarding the second argument of this barbarian prime minister by quoting the old testament verses to justify his lust for imperialism. For me it is to holy to use the bible for the zionist regime to abuse the holy verses for imperialistic ambition. Indeed, if a man can use his own belief sacred book then can be used to other people, why can the Aztecs use their own to conquer London?
As a humanist, I ( Ahmed Shahi Kusuma) do not like any religious based countries whether they are masked in the name of Islam, Christianity or Judaism. Netanyahu is part of a fossil that is better to have lived at the time of Cortez!
November 12, 2009
A Myth Of Israel As A Nation With Tolerance Value Of Religious Diversity

A Praying IDF before killing goyims
Israel has declared herself as a state that tolerates many religions surviving in her own territory. This claim however makes good goyims around the world like Robert Spencer, Ali Sina, and Weal Aheon neglect the facts that the status of goyims make them on the position of the second class citizens, while the jewish state not only declares them as subhumans but also threatens the people status as Israeli citizens. Whereas those goyims still stay to obey as goyimmitudes (ghoyimmitudes). As a liberal and leftist, I ( Ahmed Shahi Kusuma) believe that this thought is originated on the idea that certain religion or race is much more superior than others.
This is of course not only a matter of a racist state like Israel with its idea of Jewish supremacy, but also other based religion or race states like some of Islamic states, such as Afghanistan prohibiting people professing apostasy from Islam. This is very irony for Israel that declares her state as a democratic state and the only in The Middle East.
The right of embracing certain religions (or being not religious) is a very principal right for evey one. But Israel makes someone suffer due to his conversion to Christianity. This can be seen on the case of Mordechai Vanunu. A former jew who then confessed christianity http://findarticles.com/p/articles/mi_m1058/is_10_121/ai_n6159160/. and also http://www.cnn.com/2004/WORLD/meast/04/21/israel.vanunu/ He is easily jailed for being a christian !!!! What a shame state!!! He is jailed only for stating Jesus is the Savior !!!
Israel also discriminates the other Christians in the country. By using the right of law of return, it is only the Jews that “can have rights to be back” to the promised land. The law of return is enacted in 1950 and of course only a few Arabs can be back to their villages in Israel because of this racial policy. This law also prohibits a jew converted to Catholicism to have Israeli citizenship because of having become a catholic during the second world war ( click : http://en.wikipedia.org/wiki/Oswald_Rufeisen ). And now there is a suspicion of war crimes done by IDF jew jihadists by stealing Arabs’ corpses as bussines purposes http://www.csmonitor.com/2009/0825/p06s04-wome.html. Of course their blood and bodies are not necessary for your kosher menu, but at least God you believe smells the goyims’ blood with strong feeling of appetite.
Well, Oh Israelis! show us that your country is a secular state having no discrimination !
April 20, 2009
Pemilu Israel 2009: Kemenangan Kaum Kanan

Pemilu Februari 2009 telah dilakukan dan terbukti partai kanan memperoleh kemenangan. Apa artinya ini?
Partai2 kanan di Israel adalah Shas ( partainya orang2 fundamentalis Yahudi), Zionist Ahy , dan tidak lupa Likud, partainya Natanyahu yang dengan tegas menolak negara Palestina. Para pendukung partai kanan, baik karena alasan ideologi sekuler ( seperti Likud), maupun relijius ( seperti Kach) jelas2 adalah orang2 yang menentang hukum internasionasional ( dengan rasisme dan imperialismenya), mereka sekarang menang telak ( dengan mengesampingkan partai Tzipi Livni,Kadima) atas kelompok 2 progresif Israel seperti partai Kiri Hadash Yang cuma dapat 4 suara digabung dengan kelompok Yahudi pro perdamaian yaitu Aliansi anti Tembok Pemisah, dan jika digabung dengan kelompok2 Arab ( seperti Taal 4 kursi, balad 3), maka jelas semangat perdamaian masih jauh dari warga negeri zionis ini yang cenderung memilih partai2 radikal kanan ( bahkan partai Livni kalah). Dulu, 2004 pemerintah Amerika dengan tegas menolak kemenangan partai “teroris” Hamas, dan meminta Al fatah untuk membentuk pemerintahan “moderat”, dengan melakukan boikot, tetapi bisakah Amerika menghalangi demokrasi di Israel, dengan mencampuri pemilu di sana dan meminta Hadash memimpin Israel ? denga Uri Avinery sebagai PM ? sebagaimana mereka lakukan di palestina pada 2004 ?
Maret 25, 2009
Rasis Saleh Zionis Bikin Rusuh Di Umm Ul Fahm

Gambar Warga Kota Kristen Arab, Nazareth Melempari Zionis pada tahun 2000
Kelompok saleh rasis Yahudi yang menggunakan ayat2 supremasi yahudi dalam Alkitab membikin ulah di Umm Ul fahm ( daerah Haifa) sebuah perkampungan Arab Muslim dengan mempertanyakan loyalitas warga Arab “Israel” terhadap “negaranya” yaitu Israel. Pendukung partai Kach pimpinan MK Micheal ben Ari ( yang bakal jadi menteri pada kabinet Netanyahu mendatang) ini menyerang warga Arab dan berteriak -teriak mengecam warga Arab “israel” sebagai penghianat. Lihat betapa imperialis tidak tahu diri. Jelas saja waraga Arab tidak terima perlakuan penjajah itu, dalam pandangan mereka sudah mengambil tanah paksa, masih disuruh menghormat dan setor muka pada rejim rasis imperialis ini, maka kerusuhan pun pecah , puluhan warga Arab luka ditembak polisi zionis. Bayangkan ketika seperti kita di jaman Belanda disuruh loyal pada Belanda dan terus dijejali pikiran bahwa Diponnegoro teroris, dan ratu Wilhelmina adalah juru selamat kita. Azmi Bishara tokoh Arab Kristen dari Nazareth mengalami betul bagaimana ia diperlakukan sebagai anjing kurap, meski anggota parlemen hanya karena datang ke Suriah ( musuh Israel) dengan satus kekbalan diplomatiknya dicabut dan diancam kehilangan kewarganegaraan, persis seperti Syekh Yusuf dibuang imperialis Belanda ke Sailan. Israel harus membuang gagasan ras terpilih, bangsa terpilih, mengubah standar negaranya ke arah kesetaraan dan sebagainya jika ia ingin disebut negara 100% sekuler dan demokratis.
Maret 20, 2009
Anak-Anak Penjajah Rasis Ditarbiyah Untuk Menjadi Rasis

Antonio Gramsci , tokoh marxis Italia yang terkenal itu dengan tepat menyatakan bahwa pendidikan adalah alat paling canggih dalam melakukan indoktrinasi. Aanak2 kecil zionis ini diajari oleh orang tuanya bahwa yahudi adalah ras pilihan Tuhan ( Ulangan 14:2) atau siapa yang mengutuk Yahudi berarti dilaknat Tuhan ( Kejadian 12:2-3).
Calon- penerus zionis rasis fasis imperialis ini akan terus diajajari bahwa bangsa arab ras rendah anak keturunan Hagar, budak Abaraham yang terkutuk selamanya, atau ras ham yang gelap ( kejadian 9:25). Anak2 Arab dengan ajaran Islamnya adalah perampok tahta Yakub dan Musa, sementara yang kristen adalah keturunan Goliath Filistin yang kafir ghoyim.

Februari 20, 2009
Kasih Yahweh-nya Pat Robertson, Walid Shoebat dan Meir Kahane
Gambar- gambar ini adalah wujud dari imperialisme Israel, yang mendirikan negaranya atas dasar panggilan tanah suci. Yahweh mengajarkan bahwa bunuhlah mereka semua baik anak2 ataupun perempuan saat tanah orang2 yang ditaklukkan ini oleh umay Tuhan( Ulangan 7:2). Yahweh ini di jaman teknologi canggih abad 21, sehaus darah dengan kejadian Eilabun ataupun Deir Yassin. Dalam pandangan rasis zionis ini darah non Yahudi, apalagi keturunan bangsa keturunan Ham ( kejadian 9:25) yang boleh diperbudak, dunia hanya milik umat pilihan Yahweh ( Ulangan 14:2). Tapi ingat, tidak semua Yahudi zionis, yaitu mereka yang berpikir waras seprti Gilad Atzmon ( www.gilad.co.uk ), atau Chomsky, Norman Finkelstein, Avi Shlaim, Sami Shalom Chetritt,Jeff Halper dan sebagainya.Ini contoh bahwa ketika agama dibawa ke ranah politik hasilnya.. Celakanya Hizbuttahrir, MMI,dan sejenisnya karena silau , kagum dengan zionizme yang mereka benci sedang memproduksi cara2 zionis, yaitu memproyeksikan Allah dengan cara harum pedang !
Februari 10, 2009
Elemen Bigot Dalam Tentara Zionis Fasis

Untuk memenuhi semangat bigot demi mewujudkan nafsu imperialis ajaran Yahweh dalam Ulangan 7:2, Rabbi fasis Yerusalem Shlomo Aviner menyrukan bahwa perang terhadap Gaza adalah perwujudan perang kuno Nabi2 kuno Yahudi yang benar melawan kaum Philisten musuh Yahweh.Partai Komunis israel dalam Maki dan hadash mengecam keras pandangan picik agamis ini ( lihat http://www.maki.org.il/index.php?option=com_content&task=blogcategory&id=79&Itemid=106 ) tentang Gaza war
Tentara fasis agresor Israel ( yang disebut IDF ( Israeli Defense Force), yang menurut cendekiawan Kristen palestina sebagai IOF – Israeli Offensive Force) mewujudkannya dengan bahasa Maxim Rodinson sebagai Tuhan dipandang sebagai Tuhan suku, membuat grafiti menghina Nabi di masjid Gaza seperti gambar di atas , lihat di http://electronicintifada.net/v2/article10274.shtml
Februari 9, 2009
Zionisme Penjajah Tidak Ada Hubungan Dengan Tanah Palestina
Tidak ada ideologi lebih buruk di dunia ini selain mengagungkan ras atau agama bagi Ahmed Shahi Kusuma. Terdapat beberapa negara yang mendasarkan pendirian agamanya atas dasat agama tertentu, dan itu sudah buruk bagi Ahmed Shahi Kusuma seperti Saudi Arabia ( yang mendasarkan apa yang disebut mereka sebagai negara Islam, padahal negara fikih) atau ras tertentu seperti dulu Afrika Selatan. Ahmed Shahi Kusuma menyesalkan juga munculnya fundamentalisme sempit di India saat ini yang membonceng gerkan Bhratia Jannata party atau yang lebih ekstrim Shiv Shena yang ingin mengubah India sekuler menjadi negara Hindu. India yang dikenal Ahmed Shahi Kusuma adalah India yang sosialistis, yang berusaha mengedepankan sekulerisme dan persamaan hak, maka fenomena menguatnya partai agama di sana adalah hal yang tidak menyenangkan.Untuk hal itu, Ahmed Shahi Kusuma bangga dengan Indonesia yang tidak menunjukkan bahwa negeri ini berdasarkan lambang dan lagu kebangsaan serta isi konstitusi yang tidak sektarian. Hidup merah putih !
Di dalam kaitan itu, maka Israel memiliki rasa fasis dari dua sudut. satu mendirikan negara atas dasar ras Yahudi ( teruatama Eropa), dan berdiri atas agama tertentu yaitu Yahudi , yang menudukkan warganya yang Arab ( baik muslim, maupun Kristen) pada level aborigin yang tinggal di Ghetto.
Sesungguhnya Israel adalah gerakan jahat dengan pendekatan fasis yang sangat kasar. Mari kita analisa. Pendiri gerakan ini yaitu Theodore Herzl, yang merupakan wartawan Yahudi Hungaria (1860-1904) mendirikan gerkan ini untuk sebuah tempat negara bagi sebuah komunitas Yahudi agar bebas dari antisemit Eropa yang memang mengganas. Para bigot Eropa terus menebar kebencian pada orang Yahudi yang didakwah membunuh Yesus, dan sebagaimana orang Islam ( aktifis Islam ) percaya pada konspirasi Yahudi yang sebenarnya sangat diragukan buku itu kebenarannya, maka dapat dipastikan bahwa Yahudi sangat diincar. tetapi berkebalikan dengan pandangan post- Israel bahwa seperinya antisemitisme tidak ganas di Jerman saat itu. Seakan-akan pada masa itu penuh dengan perburuan Yahudi, ya dan tidak… Di Rusia , Ukraina dan sejenisnya ya, tetapi tidak di Jerman.Menyadari bahwa gagasannya tentang Judenstat tidak menarik orang Yahudi intelektual di Berlin, Vienna atau Praha,Herzl mengubah lokasi Judenstat yang seblumnya nun jauh di Afrika ( Uganda atau Kenya) dengan tempat yang menimbulkan sentimen ras dan agama bagi Yahudi saleh yaitu Palestina yang saat itu dikuasai Turki. Rupanya itu pun belum mampu merayu Yahudi-Yahudi intelektual maupun ahli, dan kaya. Herzl dianggap aneh, karena banyak dari orang Yahudi itu menganggap bahwa Jerman, Hungaria, dan sebagainya sebagai tanah air mereka. Mari kita cuplik tulisan berikut ini :
” The jewish population of Germany was quite small: in 1900 it was only 497.000, or 0,95 percent. Jews were very proud of their many contributions to Germany economic and intellectual life; they considered themselves patriotic Germans and regarded Germany as an altogether desirable place to live…. German jews who felt that they already had a homeland, had little enthutiasm for Zionism” (Perry, “Western Civilization” 1989)
Memang kalau kita melihat bahwa banyak para prajurit Jerman pada perang dunia pertama adalah Yahudi, misalnya filsuf Ludwig Wittgenstein.Jadi zionisme Herzl adalah absurd bagi orang Yahudi Eropa barat saat itu, meskipun Herzl memakai sentimen tanah suci atau penuh kenangan di Yerusalem. Jadi ringkasnya dunia saat itu tidak kenal dengan mitos perang armagedon macam Pat Robertson atau Wael Shoebat dari kelompok Kristen Zionis ( Christian zionism) atau ide perang jihadnya Hamas , dan Osama dalam melawan “Yahudi”. Problem Zionisme sesungguhnya ada pada tahun 1930an dan pastinya pasca perang dunia kedua , setelah Hitler mengumandangkan bahwa Yahudi adalah setan. Sebenarnya orang2 Arab tidak memiliki problem antisemit, tetapi yang menarik adalah orang Arab yang diaboriginkan ini justru yang membayar kejahatan antisemit Eropa terhadap Yahudi.
Di luar teori dari Kamal Al Salibi, seorang sejarawan beragama Kristen Libanon yang terkenal dengan bukunya melacak asal usul Bible ( perjanjian lama) yang mengatakan bahwa orang Yahudi tidak pernah tinggal di Palestina, melainkan di sekitar Yaman dan Arabia sekarang, terlihat jelas bahwa para pioneer zionisme yang datang ke Palestina bukan semata-mata untuk mendirikan negara rasis Israel. Kisah untuk ini misalnya bisa dibaca pada buku klasik The Road to Mecca karya Leopold Weiss, banyak Yahudi yang cuek dengan ide Medinat Israel. Para penduduk Arab yang diaboriginkan ini kemudian menentang zionisme , jelas seperti kata George Habash, ” Zionisme adalah alat imperialisme Eropa untuk memecah belah Arab”. George Habash dan generasi sebangsanya tentu akan melawan orang asing yang tiba2 datang dan mengklaim tanahnya ( atas dasar agama dan ras lagi !). Perlu diketahui bahwa sudah terdapat banyak Yahudi Arab atau Mizrahi yang sudah hidup damai dengan orang Arab lainnya entah ia muslim, Kristen atau Druze ( untuk hal ini lihat gagasan Sami Shalom Chitritt, seorang Yahudi Arab yang menentang zionisme sebagai bentuk rasisme Eropa !). Generasi Arab masa George Habash akan berpikir sama bahwa zinosme tidak lain adalah imperialisme Eropa dengan jubah kita suci.
SEsungguhnya para zionis itu tidak lain menganut penyakit kejiwaan sebagai “panjan drum”, sebuah kondisi psikologis saat seorang merasa ia penting. Dan zionisme adalah wujud narsis kolektif itu. Kenapa ? karena mereka merasa sebagai bangsa unggul atau suci, dan tanah Palestina adalah tanah yang dijanjikan untuk mereka . ( Tuhan fasis?)
Para penganjur zionis biasanya akan menekankan bahwa Palestina Arab adalah tidak ada. Para penakluk Arab dari Arabia pada masa Umawi kemudian migrasi ke sana. Mari kita bantah argumen itu :
1. Sebelum Yoshua menaklukkan kota Yerikho, perlu diketahui bahwa kota itu dimiiki oleh orang Yebus. Dan orang Yebus itulah yang menjadi nenek moyang bangsa palestina sekarang.
2. Mitos bahwa terjadi migrasi besar2an muslim Arabia ke Palestina. Sejarawan Palestina dan pengacara Henry Kattan yang beragama Katholik menyatakan bahwa hal itu tidak ada. Ahmed Shahi Kusuma setuju dengan hal itu. Alasan Ahmed Shahi Kusuma adalah bahwa banyaknya marga Arab Palestina yang jelas ( apalagi yang beragama kristen) tidak berasal dari Arabia. Mari kita lihat, betul ada keluarga Husseini yang berasal dari Arabia ( sharif), tapi banyak dari mereka tidak berhubungan dengan Arabia. Contoh fam Hadad, yang merupakan keluarga Kristen Arab, justru baru beranjak dari Yaman dalam 200 tahun terakhir di daerah Ramallah. Bagaimana dengan keluarga kristen Habash, tidakkah ini merupakan keluarga yang sudah eksis sebelum kedatangan Islam sebagaimana juga keluarga Islam Barghouti ? Jadi sangat keliru kalau menyatakan bahwa keluarga2 Arab Palestina banyak dari Arabia sekarang. Yang benar adalah mereka adalah orang2 semit pra-Arab yang terarabisasi selama gelombang penaklukkan Islam.
Jadi jelas bahwa para zionis adalah orang asing yang tiba2 datang merampok tanah orang, persis seperti De Houtman “menemukan” Jayakarta , atau orang Inggris ” menemukan” Australia lalu membunuh aborigin, maka sama juga saat teroris Irgun menciptakan Eilabun dan Deir Yassin !
Februari 4, 2009
Analisa Marxisme Serangan Atas Gaza
Seperti dalil dasar Marxisme yang sudah disepakati bahwa Kapitalisme didirikan atas dasar keringat dan darah merah eksploitatif oleh sekelompok kecil manusia ( elite people) terhadap manusia kebanyakan ( mass people). Atas dasar ini bisa dipahami dalam pandangan Marx bahwa dasar hdup masyarakat kapitalis digerakkan atas dasar kepentingan elit ( segelintir) manusia dengan cara yang tidak rela ( paksa) terhadap orang lain. Tindakan ekspolitatif ini sekarang semakin canggih dengan tontonan telanjang semakin mengerucutnya dunia di tangan mbahnya kapitalis yaitu Amerika. dan seperti ramalan Marx bahwa Amerika ambruk karena kapitalisme mengalami kontradiksi dalam dirinya sendiri ( karena ketamakannya sendiri).ketamaknnya itu adalah pandangan dasar bahwa peningkatan konsumeritas adalah dasar kemakmuran, dan kemakmuran menuju kebahagiaan.
Kenyataannya, negara2 kapitalis dengan jubah demokrasi liberal, agama, ataupun nasionalis fasis seperti Jerman, dan Israel dengan menggunakan gabungan dari semua hal itu sering melakukan perang antar mereka , kenapa ? karena ketakutan para borjuis nasional dan fasis serta rasis dari setiap reaksioner itu akan kebangkrutan akibat over produksi !
Untuk itu ( menghindari over produksi), negara2 kapitalis dalam sejarah harus menciptakan perang. Dari peranglah negara2 imperialis fasis itu hidup dan berkembang.Sejarah mencatat pasca kehancuran Amerika pada peristiwa Malaisse tahun 1930an, Amerika melibatkan diri dalam perang sehingga bisa survive , dan mereka ciptakan hantu Komunis di Soviet. Justru karena “setan” Soviet lah ( bahasa Ronald Reagan) Amerika Imperialis bisa hidup. “Hantu Komunis” adalah alat pikat daya produksi yang menghidupi Amerika, seperti pabrik senjata, pesawat, film,bank,kampus, bantuan asing dengan bunga dan sebaginya diarahkan untuk melawan Soviet. Di sini peran pencangkokan Israel sebagai satelit yang paling terpercaya imperialis Amerika di timur tengah untuk melawan rezim “gila” seperti Qadhafi, atau gerakan kiri marxis Palestina atau Libanon terus diinjeksi ke media Saudi salafi reaksioner yang disukai Amerika karena ribut dengan fatwa haram rokok, darah haid, dan hukum berjabat tangan dengan lawan jenis.
Jaman berganti, Soviet ambruk, China mengancam dengan jurus ekonomi oportunisnya, maka harus tetap diciptakan setan, dan kebetulan para islamis reaksioner itu dengan senang hati melayani kepentingan bisnis Amerika itu. Osama dan Talinban nya justru adalah orang2 Salafi yang (semula) berorientasi Saudi adalah gerakan yang dibuat Amerika dan saudi bahkan ISI ( lihat di buku terbitan Pustaka Kautsar tentang gerakan Thaliban, dengan pengantar Zainal Muttaqien dari majalah reaksioner Sabili). Orang2 Islam macam MMI, Imam Samudra, Hizbuttahrir, IsmailYusanto (HTI) dan Asep Sobari dengan senang hati melayani hasrat id mereka melawan Amerika yang dibaca sebagai kafir,yahudi sebagai lawan di Khaybar dan sejenisnya.Mereka mengganti zionisme dengan islamisme yang sama berdasar kitab suci yang haus darah dan superior palsu.
Akhirnya terjadilah pembantaian kejam di gaza oleh penjajah Israel, persis dengan pengeboman Amerika ke Hanoi, atau Inggris ke Surabaya semuanya sama dengan alasan melawan teroris dan menegakkan ketertiban ! padahal ini adalah alat kaum imperialis rasis untuk melawan over produksi dan kebangkrutan kapitalisme. Gampangnya begini , dengan alasan menjaga Israel selatan yang dirusak Hamas,mereka menjatuhkan berton2 rudal, peluru, mesiu dan sebagainya agar gudang senjata zionis sekali lagi kosong, agar pabrik senjata Amerika dan israel tetap terus berproduksi, sehingga PHK massal yang mengancam alur konsumerisme Amerika tidak berhenti ! Itulah model kemakmuran dan kebahagiaan model kapitalis yang dikatakan Marx berdasarkan eksploitasi.
Perhatikan bahwa dalam kurun sepuluhtahunan Amerika memerlukan perang untuk mencegah macetnya proses pergerakan ekosistem alur produksi dan konsumsi. Ibarat orang makan ,Amerika yang kenyang habis makan memerlukan jamban untuk berak mereka. Vietnam menjadi jamban antara tahun 1950an akhir sampai 1970an, sebelumnya Korea. Lalu Timor Leste diserbu fasis Soeharto atas permintaan Gerard Ford, kemudian Libya dibom tahun 1981, penyerbuan ke Panama yang singkat, dan paling dahsyat menguntungkan adalah perang teluk 1991 yang membawa kas raja2 Arab keset Ameriak jadi kere, sementara Amerika makin kaya ( bayangkan preman jaga toko anda,dengan makan , minum, dan onani gratis di toko anda, dan anda bayari). Amerika kaya juga dari agresi ke Afghanistan yang terjadi karena jasa Thaliban, dan akhirnya Amerika kena batunya ketika menyerbu Irak. tanpa PBB , tanpa Raja2 Arab keset, Amerikabenar2 KO.
Hamas,PFLP,DFLP,PFLP-GC,Fatah,Jihad Islam terus gempur zionis itu,mumpung tetek zionis ( Amerika) lagi bengkak , meski harus dibaca Israel justru yang memancing perang dengan menciptakan GHETTO RAKSASA GAZA . Partai Komunis Israel menyatakan bahwa perang Gaza terjadi karena hubungan penjajah dengan yang terjajah, penindas dengan yang ditindas ( lihat di http://www.maki.org.il/index.php?option=com_content&task=blogcategory&id=79&Itemid=106 dalam bab perang Gaza/ gaza war). Perang Gaza sekali lagi hanya semacam Westerling melawan Manai Sophian cs. atau Reinier melawan pejuang Aceh !
Zionis cs.membungkam Proletar sedunia, hanya satu kata lawan !

