Oktober 16, 2010

Teologi Pembebasan: Aplikasinya Dalam The Grapes of Wrath

Posted in Agama Pembebas, Anarkisme, Marxist Abis pada 8:56 am oleh kusumahk

Beberapa mahasiswa di Kampus Unitomo Surabaya terutama yang menyangkut dengan dunia sastra tertarik untuk mencoba melihat kemungkinan penggunaan kajian Teologi Pembebasan.  Hal ini terutama menyangkut dengan temen2 UKM di kampus seperti Unit Kegiatan Mahasiswa Katholik, atau Sahabat Pustaka, sebuah UKM penalaran. Beberapa teman yang menggagas Teologi pembebasan  di kampus misalkan Joseph Sukardi, M. Yasin dst.  Di beberapa kesempatan dengan anak2 Katholik, misale di markas UKMK jalan kaliwaron, saya berdiskusi cukup hangat dgn anak2 muda ini.  Kebetulan sekali juga  bahwa M Yasin adalah mahasiswa studi pembangunan, yang agak jenuh juga bahwa kelasnya dipenuhi paham strukturalisme  ekonomi berparadigma pembangunan yang dianggapnya terlalu mengandung bias kapitalisme. Kesulitan2 ekonomi barat yang berorientasi pada kemajuan prestasi sering mengorbankan ekologis dan kebersamaan.

Teologi pembebasan sebagaimana yang ditulis oleh Phillip Berryman adalah ,” An interpretation of Chsitian faith out of the experience of the poor.” (1987:4). Lebih lanjut ia berkata, bahwa (teologi pembebasan ) is an attempt to read the Bible and key Christian doctrines with the eyes of the poor. Menyadari bahwa kemiskinan merupakan keniscayaan yang bisa diubah, para pendukungnya berkata bahwa masyarakat miskin bukan tercipta oleh kultur yang memuji kemiskinan, tapi kemiskinan terjadi karena pemiskinan tersistematis ( People do not simply happen to be poor; their poverty is largely product of the way society is organized). Dengan contoh tegas Romo Phillip Berryman menyebutkan yaitu ” teologi ini mengeritik struktur ekonomi yang membuat sekelompok orang bisa ke Miami atau London dengan jet untuk belanja, sementara di banyak tempat orang kekurangan air. Intinya , yang kaya makin kaya, yang miskin makinm miskin .

Nahh, beberapa mahasiswa sastra yang tidak terbiasa dengan nalar ilmu sosiologi, ekonomi marxis, tetapi mendapat kuliah filsafat dan Pemikiran Modern. Di situ saya jelaskan  peranan Marx dalam konteks zaman tertentu, dan nilainya bagi kelas proletar. Di satu sisi pengetahuan teologis manusia terus berkembang. Dialektika idealisme teologisme tidak melulu reaksioner. Bacaan ulang tentang misi para resi dan nabi dibaca ulang. Muhammad dibaca sebagai penentang kelas keluarga kleptomania Abu Sufyan dan Abu jahal,  Yesus, seorang anarkis sosialis melawan otoritas dsb!

Mahasiswa sastra yang tahun lalu membaca The Grapes of Wrath bisa menggunakan gagasan teologi pembebasan ini dengan menganalisa  melalui tokoh Pendeta Jim  Casy. Dengan model pembacaan flashback bisa diketahui karakternya, bahwa di masa lalu Jim  Casy merasa bersalah dengan model pembacaan atas pesan Krsiten, yang digambarkannya tidak menyentuh hidup otentik. Ia ingin hidup mengalami sebagaimana petani. Dialektika perenungan imannya membawa kesadaran baru bahwa kesucian ada di ikatan kebersamaan, dan hidup bersama manusia itulah kesucian hidup.

Tulisan ini untuk teman-temanku Yang Kurindukan Ide-ide Cemerlangnya:

 

 

 

Agustus 20, 2010

Paman Finn O’ Shaughnessy: Simbol Kebodohan Yang Akut

Posted in bigot pada 7:40 am oleh kusumahk

Toko Warga Amerika keturunan Jepang yang Disita Pasca Pearl Harbour

Saya (Ahmed Shahi Kusuma) akhir2 hanyut dengan karya sastra yang mengagumkan dari seorang penulis novel Amerika Ann Tatlock dengan karyanya yang lawas All The Way Home. Tatlock menulis bagaimana prasangka adalah kebodohan yang mengerikan. Lewat toko Paman Finn, seorang bule Amerika yang tanpa ampun bersama orang2 bodoh lainnya menyerang warga Amerika sendiri yang kebetulan berdarah Jepang, gara2 Dai Nippon menyerang  Peral Harbour, desember 1941. Presiden Roosevelt bertindak lebih konyol lagi. Dengan meragukan kesetiaan warganya sendiri, ia menghimpun/”mengamankan” warga Amerika keturunan Jepang pada sebuah kamp2 besar, sehingga warga2 itu yang berasal dari hawaai sampai california sejumlah seratus ribu orang dibelenggu di situ sejak 1942. Ya , itu sebuah kesalahan yang menggelikan yang sangat menunjukkan betapa kerdilnya jiwa Rooseevelt.

Sekarang sayang sekali masih ada orang Amerika bermental Paman Finn (dan itu bukan mewakili kesekuruhan orang Amerika). Kali ini yang kena sasaran Sang paman Finn adalah Islam.  Tindakan Obama yang mendorong pembangunan masjid di Ground Zero adalah contoh Obama untuk melawan mental Paman Finn tersebut, sementara seperti umumnya orang taubatan baru yang sok suci seperti Sarah Palin malah menentang pembangunan masjid itu, dengan mengaitkan islam dengan Osama. Wah2 berabe juga kalau pemimpin seperti ini. Apakah mental Paman Finn  yang hinggap dalam otak picik Sarah Palin tahu bahwa mereka yang mati membela Amerika di Irak terdapat juga muslim2 Amerika yang rela mengorbankan nyawanya demi Amerika seperti  kapten Homayoon, Prajurit Ervin Dervishi, dan Sersan Taha Ayman. bahkan  Taha Ayman ini melakukannya atas dasar keyakinan agamanya, yaitu Islam, sementara SarahPalin menikmati sejuknya kemewahan borjuasi Amerika yang penuh darah? Profil Taha Ayman dapat dicek di    http://www.arlingtoncemetery.net/ayman-taha.htm

Pun, itu yang terjadi di masa 1940an itu. Oarang2  Amerika Jepang yang terhina dan terlecehkan oleh nilai 2 munafik Amerika itu meberikan banyak perjuangan dalam banyak front pertempuran.  Pasukan2 payung  Amerika keturunan Jepang ini yang dengan berani mati menerobos pertahanan Jerman di Jerman, demikian juga infantri2 mereka di Italia. Apakah Paman finn berubah? Tidak !!! kenapa? karena orang2 ini sangat menikmati impian mereka sendiri tentang superioritas mereka yang kerdil. Mereka tidak mau belajar dari pihak lain, karena terbiasa dijajah pemikiran aku sendiri yang benar.  Sekali lagi salut untuk Obama, dan hadiah  dari Paman Finn untuk mereka yang menebar mesiu apalagi dengan dasar ras atau agama .

Agustus 9, 2010

“Memahami” Inflasi Menjelang Puasa Ramadhan

Posted in Agama Pembebas pada 7:30 am oleh kusumahk

Ramadhan kareem akan tiba. Momen penting ini merupakan ritual tahunan muslim dalam kontemplasi dan peningkatan kualitas rohaninya.Teman pena saya Romo Labib Kopti, seorang pendeta katolik Arab mengirimi saya ucapan Mubarak Ramadhan karim. Hal ini tentu mengingatkan beliau pada kekhasan ramadhan di negeri2 muslim. Begitulah akhirnya, ramadhan tiba, dan kaum mu’min wa bil khusus Indonesia dalam konteks ini juga segera menyambut bulan ini dengan melaksanakan puasa juga. Ok, itu dari satu sisi adalah wujud kesadaran religius per individu Indonesia, tetapi sayang dari segi peningkatan kesadaran level spiritualitas masih terabaikan.

Robert Heffner, salah seorang Indonesianis terkemuka (yang menulis geger tengger) menyatakan bahwa memang terjadi kesadaran beragama dalam masyrakat muslim Indonesia (menurut saya juga orang Kristen) sejak tahun 1990an dan suasana itu sangat berbeda dengan apa yang ia amati di tahun 1970an, bahwa banyak orang menyuguhkan makanan di kantor- kantor pemerintah.  Nah, yang menarik ddari sifat bangsa Indonesia ini kemudian adalah suasana khusuk yang mampu menahan lapar dan dahaga itu dioper jamnya pada waktu berbuka puasa tiba. Saat puasa yang seharusnya   seseorang itu mampu menahan dirinya hanya menjadi perubahan jam makan saja. Jadi hanya level agama dan bukan spiritual yang kita hayati.

Jalan berpikir ini kemudian yang menyebabkan manusia muslim kita menimbun harta, dan berbangga – bangga dengan perolehan harta kita untuk kita ludeskan pada saat berbuka katakanlah jam 18.00, dan kita beranggapan itu berpuasa. Akibatnya jelas inflasi.  Puasa kita diukur dari keefektifan menunda jam makan. Kita belum menghayati bahwa  inti peribadatan atau spiritulaitas   adalah kepercayaan akan adanya hidup sesudah mati, atau setidaknya daging bukanlah tujuan dari hidup, dan untuk itu adalah misteri. Saya ( Ahmed Shahi Kusuma) tidak memiliki huruf T (Truth) besar untuk mengetahui itu, tapi setidaknya dari kisah Ibrahim/ Abraham jelas bahwa ia tidak mengetahui apakah Allah akan mengganti anaknya yang disembelih nantinya, sedangkan puasa kita sudah pasti kita tahu jam 18.00 ada buka . Akhirnya puasa kita tak sebanding dengan nilai spiritual yang seharusnya dipahami yaitu seperti keteladanan kisah Ibrahim tadi, bukan menjadi penyebab inflasi!

Juli 26, 2010

Belum Saja Satpol Dipersenjatai Pistol Tajam Saat Bertugas; Di Monas Sudah Dipakai Pistol Yang Lain Yang Enak

Posted in Anarkisme, Lingkungan dan Pembangunan pada 4:38 am oleh kusumahk

Pemerintah borjuasi yang melayani kelas pemodal saat ini makin menunjukkan rasa arogansinya terhadap rakyatnya dengan menyediakan dana pembelian senjata api bagi aparatusnya,yaitu Satpol PP, demi apa yang pemerintah maksudkan yaitu melindungi dan menegakkan hukum.  Tindakan penentangan langsung pemerintah berhadapan dengan rakyat bawah yang paling sering melanggar hukum ini (karena akses rakyat proletar terhadap kepatuhan hukum  dianggap rendah oleh pemerintah borjuasi , tanpa memahamai sebab – ketidakpatuhan rakyat terhadap hukum, seperti ruwetnya birokrasi mengurus KSK, pengurusan tanah, SIM yang mencekik leher,akses surat nikah yang mahal dll)  menunjukkan pemerintah dengan mempersenjatai Satpol PP siap berhadapan dengan rakyat kecil. Kecongkakan pemerintah dalam mengatasi masalah tanah dengan mengrim Satpol PP ke Sedang Bedagai, Tapanuli Tengah (kasus sebuah Pembangkit Listrik) dan terutama peristiwa Priok menunjukkan bagaimana sikap pemrintah borjuassi yang berkedok atas nama kepatuhan hukum tertulis. Peristiwa Priok meyakinkan pemerintah borjuasi bahwa tewasnya 3 bangkai Satpol PP karena melawan massa tidak akan terjadi lagi, tapi kalaupun ada korban maka seharusnya pada massa yang dianggap membangkang, lalu seprti biasa akan muncul exskuse bahwa itu karena ulah pembangkang yang terprovaksi dan destruktif.  Massa proletar tahu bahwa hukum tertulis adalah rubah (seperti kata James Scott, dalam perlawanan kaum tani).

Yang menunjukkan rasa ketidakpunyaan kemaluan pemerintah beoliberal dan neoliberal  ini adalah pemerintah minta penyediaan senjata apai Satpol PP dari dana APBN yang jelas diperoleh dari pajak yang dibayar oleh kaum  kecil dalam membayar pajak odol, sabun, tol, PBB, STNK,. dll. Rakyat kecil yang bekerja sebgai PKL, yang merupakan korban utama Satpol PP disuruh membiayai pajak, yang uangnya dipakai untuk menembak mereka. Gila !!!

Santai dulu Bung, jika akhirnya usulan penyediaan pistol Satpol PP ditolak, setidaknya dua anggota Satpol PP Jakarta  Cipto Ariyanto (26) dan Suharyanto (37) merupakan pegawai honorer di Pemprov DKI telah memakai  pistol juga, tapi tidak ke jantung rakyat kecil, tapi mulut seorang gadis 16 tahun, karena gadis ini melawan hukum pemerintah borjuasi. Setidaknya peluru pistol Mas Cipto  dan Suharyanto  Satpol  PP ini, pemakan APBN agung ini, tidak bikin mati seprti penjual pentol yang anaknya mati di Delta Plaza Surabaya, tapi keluar cairan putih orgasme nikmat ya Mas Cipto Ariyanto, dan Suharyanto?? (sumber http://metro.vivanews.com/news/read/165196-paksa-layani-seks–satpol-pp-monas-dibekuk )

Juli 1, 2010

FPI Dengan Gaya Fasis Rusak Acara PDIP di Banyuwangi

Posted in Agama Pembebas, Aksi Teroris, bigot, Fasis Islam pada 5:16 am oleh kusumahk

Acara  kunjungan kerja 3 anggota komisi 9 DPR, Rieke Dyah Pitaloka, Nur Suhud, dan Ribka Tjiptaning di Rumah  Makan Pakis Ruyung , Banyuwangi dibubarkan oleh organisasi fasis anti demokrasi FPI kams 25 Juni yang lalu. Tindakan gerakan berseragam macam rombongan fasis Nazi Rudolf  Hess dan Himmler ini membikin acara yang juga dihadiri oleh orang2 sepuh dan anak kecil bubar.

Saya (Ahmed Shahi Kusuma) melihat bahwa dalam masalah ini jelas bahwa tindakan tidak beradab seperti masa Hitler berkuasa ini tidak bisa dibenarkan. Di dalam masyarakat demokratis semua kelompok masyarakat mempunyai hak untuk  menyampaikan pendapat  , hatta apabila kelompok itu pun anti Pancasila seperti kelompok2 tertentu yang mau mengganti dasar  negara kita Pancasila dengan menggunakan agama tertentu seperti Hizbuttahrir misalnya. Wacana  harus dilawan dengan wacana, bukan dengan membuang orang ke Dachau, Tanah merah Digul, Pulau Buru atau Gulag macam negara2 tidak kenal demokrasi . demokrasi harus dijalankan sebagai sebuah prinsip, bukan sebuah taktis semata, yang sangat temporer, jika kekuasaan di tangan yang lain akan segera dihapus.

FPI melakukan tindakan biadab ini dengan mengatasnamakan membela  Islam . Menurut klaim mereka hal ini terjadi karena d i dalam pertemuan itu ( yang dihadiri juga kaum sepuh dan anak kecil) ada indikasi PKI dengan komunismenya bangkit lagi. Ada beberapa hal penting yang perlu dicermati. Pertama, penggunaan ATAS NAMA ISLAM  FPI telah menyerang sekelompok masyrakat yang lain. Saya (Ahmed Shahi Kusuma) sangat keberatan dengan hal itu. Saya musli, tidak merasa terbela dan terwakili oleh FPI, fasis Hitleris, berseragam ini. Laksana pasukan SS Himmler saja mereka gebukin orang yang gak seide. Seperti juga Jeff halper, seorang yahudi yang malu ketika rezim imperialis fasis rasis Zionis Israel menggusur warga Arab palestina, maka saya muslim yang malu melihat kelakuakn fasis tidak beradab seperti lembaga inkuisis gereja abad pertengahan ( Jeff halper dapat ditemui di    http://www.nimn.org/  ).

Belum berkuasa, kelompok2 beragama secara picik ini sudah bertindak kejam dengan Islam versi mereka, apalagi jika mereka menggunakan Islam versi mereka  saat berkuasa? Gulag, dan Dachau versi Indonesia akan segera dibangun! Sudah saatnya muslim yang waras bertindak untuk semakin menjauh dari pemahaman fasis Hitler ini.  teladan mereka bukan Nabi SAW yang rahman, tapi Hitler.

Kedua, jika mereka pikir bahwa tindakan ini untuk menjalankan amanat melarang penyebaran ajaran komunisme. Sekali lagi apa yang gerakan fasis itu ketahui tentang komunisme? apakah setiap marxis itu komunis? Apakah setiap muslim anggota Al qaidah atau FPI? Tindakan ngawur ini menjukkan tingkat intelektual mereka. dan fasisme memang mengunci akal. main hakim sendiri? bukankah itu melanggar hukum? Kalau pertemuan sarsehan seperti memerlukan ijin, seperti Orba, perlukah setiaa jumatan ada surat dari koramil?

Ketiga, penyelesaian kekisruhan masalah lalu dan HAM. Saya (Ahmed Shahi Kusuma) mendukung sosialisme dan anarkisme seperti Sutan Syahrir atau Soebadio sastrosatomo , dari PSI, sementara dari keluarga saya adalah NU. Dari segi sejarah PSI j dan NU jelas merupakan korban parah juga dari reprefisme PKI masa itu, tetapi jaman sekarang apa yang diungkit dari masa lampau?

Maksud saya , rejim rejim lampau di Indonesia, entah itu Sukarno dan terutama Suharto juga memakan korban rakyatnya sendiri.

Tindakan Suharto membantai muslimin di Priok adalah biadab seperti Hitler juga. tetapi pembela  korban Priok juga seorang Tionghoa  non muslim, Yap Thiam Hien. Padahal orang tahu bahwa korban dari kerusuhan itu juga toko2 orang Tionghoa. KIta harus memeotong arus dendam masa lampau, supaya bangsa kita tumbuh ke depan tidak dengan warisan darah dan dendam. Betul seandainya PKI menang saat itu, saya tidak akan lahir, karena ayah saya yang saya kagumi H. Abdul Kohar, beralamat di Plemahan 2/26 Surabaya aktifis NU akan dibunuh PKI, tapi sekali lagi dendam hanya akan menampakkan sisi gelap bangsa Indonesia.

Membela korban , tidak selalu dihubungkan dengan mendukung idelogi di belakang itu, dan bukankah para aktifis bekas PKI adalah merak2 yang berjasa mendirikan tanah air kita bersama ini?

Juni 24, 2010

Merajam Pezina Seperti Ariel ( Sindrom Linda Lovelace)

Posted in Agama Pembebas pada 7:58 am oleh kusumahk

Ormas- ormas Islam  seperti  FPI, Hizbuttahrir kembali menemukan isu “islam” mereka. Mereka lagi giat2nya merencanakan menegakkan “Islam” sebagaimana yang mereka pahami (dan itu dianggap sebagai islam!) untuk menegakkan hudud bagi Ariel dan Cut tari dengan melakukan rajam. Tindakan heroik  bombastis ini dilatarbelakangi pemhaman mereka ttg teks hadits  merajam pezina. Saya (Ahmed Shahi Kusuma) melihat teks dalam kitab Bulugh Al Maram.

Perbuatan merajam pezina yang dimuat dalam teks Bulugh Al Maram, jelas dipengaruhi oleh kesadaran diri dan tidak dilakukan dengan tindakan konyol seperti mendemo pelakunya. Nabi SAW pun perlu lagi menanyai pelaku yang berasal dari pelaporan pelaku bukan melalui gedoran pintu, seperti tindakan anggota SS nazi. Sang pelaku datang kepada Nabi SAW dan berkta,” Zanaytu…”.

Yang menarik kalau usulan  gerakan2  fasis ini dilakukan, maka seharusnya yang pertama terkena had adalah beberapa ustadz (asatidz, bentuk jamaknya) yang masa lampaunya busuk. Mereka ini yang sekarang sok tampil bijak , melupakan kelakuan busuknya di masa lampau dan menceramahi orang. Orang busuk begini tidak pantas menceramahi orang dengan segala omong kosong kesucian yang ia sendiri lakukan di masa lampau. Bagaimana kalau Ariel sepuluh tahun lagi jadi da’i tampan yg muncul di TV ceramah bahaya zina, sementara ia dah puas dengan wisata vagina tanah air ( sementara Pak Bondan wisata kuliner), dengan ceramah berbusa busa tentang haramnya zina.

Itulah sindrom Linda Lovelace, bintang porno terkenal  dalam film Deep Throat, yang kemudian berapi-api menentang film porno. Apakah para pelaku demo itu sudah suci? Mengapa ia berlaku seperti Tuhan saja?

saya (Ahmed Shahi Kusuma) setuju ketika memang pornografi membahayakan generasi manusia Indoensia yang akan datang. tapi bukankah itu berarti bahwa pengajaran agama dan kebajikan mengalamai tangtangan yg keras? justru bukankah saatnya sekarang manusia yang mengaku bertuhan, dan bermoral itu memahami bahwa agama telah dibunuh oleh tingkah kita sehari- hari yang busuk ini? lupa pada kebusukan kita sehari- hari lalu mengadili yang lain?

Juni 21, 2010

Komentar Sekitar Munas PKS

Posted in Uncategorized pada 10:21 am oleh kusumahk

Salah satu partai politik utama Indonesia, yaitu Partai Keadilan Sejahtera telah mengadakan munasnya. Saya (Ahmed Shahi Kusuma) tertarik mengomentari wacana seputar munas tersebut yaitu gagasan sekjen PKS Anis Matta tentang perlunya membuka dialog dengan Amerika. Posisi saya melihat kaitan Islam sebagai agama an sich dengan Amerika perlu dicek di   https://ahmedshahikusuma.wordpress.com/2009/01/29/amerika-dan-islambagaimana-bereaksi/  .

Saya mengenal ide2 Anis Matta jauh sebelum PKS sebagai partai sudah ada. Ide2 gerakan Islam sebagai sebuah Nidhom yg berbeda dengan agama yg lian (mengutip Al Attas sebagai islam adalah Dien, sementara saya tidak setuju dengan gagasan sempit seperti ini,( la ayat lakum  DIEN ukum waliyadin itu apa artinya?)  muncul dalam jurnal2 yg dibuat Anis matta wa ashabihi kira2 tahun 1990an awal dengan inthilaqnya atau sabilinya. Jurnal ini bisa saya temukan mudah di kampus atau masjid2 kaum modernis umumnya. Isinya  menarik tentang perlunya tarbiyah jihadiyah mengahadapi kaum kafirin ( Israel , Serbia dst) juga kaum munafiqin yang walanya kepada  selain Allah seperti rezim sekuler Aljazair melawan FIS dst. Saya masih menyimpan gegap gempita suasana itu.  Amerika jelas masuk dalam daftar setan, dan rezim 2 sekuler macam Tansu Ciller yang kemalis yang melawan Erbakan adalah taghut. Cuma saat itu yang menarik jurnal2 ini kurang berani mengeritik susahnya menghadapi rezim Suharto. N

Nah berangkat dari sejarah Anis Matta yang retorikanya di tahun 1990an (ohya saya ingat teman saya Lovepassword yang berkata manusia bisa berubah) , saya sangat bersyukur  kalau PKS mencanangkan tekad untuk membuka dialog peradaban dengan pihak Amerika. Dalam salah satu wawancara TV, Anis Matta mengatakan bahwa musuh utama adalah imperialisme dan harapan untuk menekan Amerika untuk menghentikan agresifitas Israel.

Salah satu poin penting PKS  dalam dialog peradaban yang dibangun adalah pemilihan Hotel Ritz Charlton yang mengalami peledakan karena ulah teroris gila, dan keberhasilannya untuk mengundang dubes Amerika yang sering didemo dan dikarikatur setan. Transformasi ini penting. Ok, peledak Ritz Charlton lalu sedikit banyak mengalami internalisasi nilai2 jihad macam gerakan wahabi politik macam Sayyid Quthb, dan Assyahid Abdullah Azzam, pun para ikhwan tarbiyah (PKS) juga belajar buku yang sama, tapi berbeda pandangan (malah saya sering ketawa melihat bahwa akhwat2 PKS lebih keras dalam masalah jilbab dan kaos kaki daripada ulama Ikwan sendiri macam Yusuf Qordhawi maupun Muhammad Ala Ghazali) . Jadi  malah bangsa kita kadang lebih ekstrim daripada yang di timur tengah (demikian juga para penginjil yang mengekor Yahudiisme atau gereja Amerika).

Mungkin juga PKS menyadari gerak partai sejenis di Turki yang digawangi tokoh macam Abdullah Gul yang dengan enaknya bersalaman dengan Desy Anwar (eh haram itu!), atau Erdogan yang tetap menjunjung tinggi nilai Kemal, sementara Anis Matta bisa mem,uji Sukarno, sebagai tokoh anti imeprialisme!!! Dan itu sah saja…….

Cuma apakah semua amal PKS saat ini itu berdasarkan nilai hakiki mendasar akan nilai prinsip tentang penerimaan modernisme yang cenderung anything goes, dan tidak bisa 100% atau tidak sama sekali , atau atas dasar kepentingan politis sesaat. Sebagaimana politis yang oportunistik? sehingga berlindung di balik nilai2 demokrasi dan kebhinekaan? Saya sangat menginginkan PKS dengan tegas juga bisa menerima kehadiran apa yang dianggap sebagai gerakan sempalan Islam seperti Ahmadiyah ataupun Syiah. Bukankah secara mendasar tokoh2 ikhwan  banyak yang saling berbagi dengan kaum Syiah Iran???

Dialog adalah atas dasar keyakinan kesetaraan bukan strategi politik yang bikin rabun orang seperti saya.

Juni 8, 2010

Israel :Penjajahan Dibungkus Ajaran Agama

Posted in Aksi Teroris, Palestina dan Marxisme, zionis imperialis pada 2:39 am oleh kusumahk

Arak – arakan pemakaman George Habash Menuju Satu Gereja Ortodoks  di Yordania

Saya (Ahmed Shahi Kusuma)  cemas  melihat semakin terjadinya  gejala instan pemahaman agama dsalam beberapa tahun terakhir ini di Indonesia. Di negara kita ada gejala yang makin parah untuk memparalelkan Arab dengan islam, dan Kristen adalah penjajah yang bersatu dengan Yahudi. hal ini mempertajam semangat  kaum reaksioner agamawan yang semakin menyiram bara api kebencian atas dasar agama, dan itu berarti melecehkan Tuhan, karena seakan akan mengajak Tuhan untuk mencapai tujuan2 politik kekuasaan. Peristiwa  Mavi marmara kemarin misalnya, menjadi ajang kelompok2 Islam reaksioner sepertri Hizbuttahrir untuk mengajak jihad, dan menyerang Israel atas dasar ajaran agama. Di sisi lain, di surat kabar the jakarta Post, ada surat pembaca  yang berteriak bahwa  God bless israel, the apples of His Eyes.

Kedua pihak itu bagi saya adalah contoh pemahaman agama yang sempit merupakan alat yang paling gampang untuk membodohi umat. Persis dengan dalil Machiavellim bahwa orang harus tampak relijius untuk mencapai kekuasaan, mengapa? karena agama adalah alat paling ampuh untuk membodohi massa. Cuplik saja ayat suci, dukung imperialisme anu berdasar kitab suci, lalu rakyat takut melawan Tuhan…. dibakar di neraka!

Gambar yang saya kutip di atas, dan semua  link yang saya pasang di blog ini menunjukkan bahwa pendudukan Israel di  Palestina tidak ada hubungannya dengan Alkitab. Alkitab terlalu suci untuk dijadikan landasan imperialisme Benjamin netanyahu dan kaum zionis. Orang2 berotak seperti kaum zionis  ( Netanyau dan  Avigdor Liebermann ) adalah sama berbahayanya bagi perdamaian dan kebebasan manusia seperti  Osama Bin Laden maupun gerakan obskurantis fasis seperti Hizbuttahrir ( dan beruntung kita punya Pancasila!!!). Otak2 zionis itu tidak berbeda dengan gerakan khilafa macam Hizbuttahrir, tapi sudahkah kita mendengar Eilabun?

Orang2 seperti Netanyahu yang merasa Yerusalem sebagai  hadiah Tuhan yang bisa dijarah pasti berkaca dengan Tuhan yang sama yang disembah Osama, maka mavi marmara terjadi. Apabila ia hidup di masa perbudakan, tak diragukan ia tidak segan2 untuk memakai kejadian 9:25 untuk memperbudak  negro, yang ras rendah itu, dan berpikir bahwa orang2 Palestina adalah anak keturunan ham dan juga ismail yang rendah.  Kita di abad 21 tidak bisa lagi  mentolerir ajaran2 rasis macam Hess, Hitler dll yang sekarang coba diusung lagi oleh orang2 macam Netanyahu.

Yang kita ingingkan adalah sebuah Palestina yang merdeka, yang menghargai semua penduduknya, dengan bendera tanpa identitas keagamaan tertentu (seperti Israel fasis itu), dan sekrang dah bagus. DEkat dengan pemikiran sosialis semacam negara Swedia, dan Denmark misalnya. Jadi manusia diukur pada pencapaian bagi kesejahteraan dan kesetraan  umat manusia, tidak berdasar ras, agama, dan apalagi sabda absurd atas nama “tuhan”….

Itu yang diperjuangkan George Habash,  Rachel Corrie,  maupun Ghassan   Kanafani

Juni 1, 2010

Netanyahu’s moron claim over Jerusalem

Posted in Ghoyimmitude, zionis imperialis, zionis rasis pada 6:31 am oleh kusumahk

The  modern   state of Israel  claiming that the nation is a peace loving nation still shows her contradiction. Her present fascist Prime Minister insists that Jerusalem is the everlasting capital for the Israelists, which it means to be exclusively( the city ) i s  inhabited  by the Israeli Jews, and the non to be the good goyims. Of course this action can not cover the beneath and ambitious lust for her territorial expansion. It reminds me  (ahmed Shahi Kusuma) to the way that Hitler did on Rhineland, Ceko, and finally Danzig.  The fascists  in this planet try playing foolish by saying that they just need nothing but peace, while the invasions can be ensured as a price for everlasting peace among the civilized countries, ethnics, tribes, or religous groups while the rest are barbarians.

The stubborn idea of Netanyahu to occupy Jesualem is a violation to many UN’s resolutions, but the world still keeps doing nothing, because it seems the world is too much tolerating the fascist regime in Tel Aviv. By insisting Jews’ right based on history over Jerusalem, Netanyahu is too hasty and overrates his ideas to be nothing but discoreving his masks that he is moron ,fascist, a Hitler copied  man, and imperialist.

First,If  a modern state claims a territory based on what  happened over a thousand, or 500 years ago, what will this planet be?

Second,If he cites a sacred book, Bible to claim a piece of a land, what will this planet be?

To answer this claim, I (Ahmed Shahi Kusuma) says that only insane men need a territory lost over a thousand years ago, why can’t Germans claim Metz and Danzig now???? why can’t Arabs claim Sevilla and Andalusia??? Why can’t Indonesians claim Malaysia??? and Iraqis do the same to Kuwait????

Well, it  is very  questionable to believe Kamal Salibi’s theory that Jews never made a even single kingdom in Judea and Samaria, but how if it is true?

Regarding the second argument of  this barbarian prime minister by quoting the old testament verses to justify his lust for imperialism. For me it is to holy to use the bible for the zionist regime to abuse the holy verses for imperialistic ambition. Indeed, if a man can use his own belief sacred book then can be used to other people, why can the Aztecs use their own to conquer London?

As a humanist, I  ( Ahmed Shahi Kusuma) do not like any religious based countries whether they are masked in the name of Islam, Christianity or Judaism. Netanyahu is part of a fossil that  is better to  have lived  at the time of Cortez!

April 26, 2010

Rencana Penutupan Lokalisasi Jarak

Posted in agama, Agama Pembebas, Lingkungan dan Pembangunan pada 3:15 am oleh kusumahk

Salah satu sahabat saya, Mas Erwan, seorang sarjana IAIN yang mengelola sebuah kios majalah dan koran adalah tempat jujugan saya untuk nebeng gratis baca koran, atau hutang buku2 sastra. Seperti malam tadi. Cuma saya (Ahmed Shahi Kusuma) sangat terkejut dengan judul sebuah koran ttg kriminal di Sura baya, yaitu memorandum yang menulis besar, ” AnsorMinta Lokalisasi Jarak Ditutup”. Betul – betul saya shock. Apa saya tidak salah baca nih!!!! Demikian koran tersebut mencuplik pernyataan ketua Ansor Jatim Alfa Isnaneni. Wah..wah….

Beruntung juga pagi ini saya baca dari situs Ansor sendiri yang menyatakan agar lokalisasi dipindah saja ke sebuah tempat yang jauh dari pemukiman….  coba liat di   http://gp-ansor.org/?p=17758

La bingung lagi!

Begini, ada pendapat ekstrim dari satu sisi ke sisi yang laen. Sepuluh taun yg lalu PMII jatim malahan minta dilegalkan aja kawin kontrak, itu satu sisi. Sisi yang yg lain , ada yang sapu bersih. Cak Alfa kayaknya minta lokalisasi dipindah ke tempat yg sepi. Nah menurut saya, logika PMII itu ngawur juga. ya udah, kalo mau jajan gak pake dalilisasi yah…..tetapi cara Cak Alfa sekarang untuk memecahkan problem lokalisasi rasanya gak akan membantu, atau malah membantu dengan perluasan lokalisasiisme. WTS saya kira membantu banyak bagi roda ekonomi masyarakat terpinggirkan. Kalau sebuah buku Belanda menelusuri ramainya dareah kembang Kuning sebagai cikal bakal Jarak (saya baca waktu di Sejarah UGM, sayang lupa lagi) maka jelas wilayah ini bergerak “punya uang” dari bisnis lendir di satu sisi, dan kebutuhan hasrat yang tersalurkan di sisi lain. Buku ini menjelaskan bahwa Rumah2 belanda yang dibangun di  Diponegoro, Darmo cs membutuhkan kuli2 dari Kediri, Tulungagung dll yang kalo pulang rasne gak mungkin. Lelah dan suntuk bekerja nguli, wajar kalo mereka membutuhkan hasrat.WTs juga membantu mencegah pemerkosaan ataupun pelecehan terhadap remaja gadis atau ibu rumah tangga  “baik2″. Dan jangan lupa dasr semua ini adalah sistem kapitalis yang berlindung di balik ketiak patriakal. nah selama patriakal masih menjamur (semisal janda wanita marjinal  tidak  memiliki akses ekonomi), maka eksploitasi kelas akan menjamur. Jadi saya pikir Cak Alfa salah sasaran. Saya sangat tidak setuju penutupan lokalisasi, karena ini lebih pada masalah kelas (gender dsb faktor ikutan)!!!!

Da’wah Islam (atau kebajikan apapun)  yang saya kehendaki, justru membebaskan manusia dari prasangka kesucian diri sendiri. Kita tidak bisa menghakimi orang lain. Ideal sejati adalah ketika nilai2 keluhuran bergayut dengan keadilan materi (baca kelas). kalau kita menghakimi persoalan kelas (dan gender) dengan pandangan ide (ketuhanan) maka kesenjangan yang akan muncul.

Kalau usul Cak Alfa  Isnaneni disetujui, jangan kaget ia malah menjadi da’i perluasan lokalisasi di tempat yang baru, karena kehadiran lokalisasi baru mengundang dan menjadi berkah bagi pedagang bakso, tukang cuci, sate, dsbnya?????? ya alhamdulillah kalau begitu …

Moga2 Cak Alfa Isnaeni gak lupa syair  Burdah begini:

” Ayah sabusshabbu  anna ‘l hubba muntakimun

Ma bayna munjasimun minhu wamud thorimi………

Laman berikutnya

Ikuti

Kirimkan setiap pos baru ke Kotak Masuk Anda.