November 27, 2008

Beit Sahur Yang Damai

Posted in Arab Kristen pada 9:43 am oleh kusumahk

 

                                            

 

 

B eit Sahour adalah sebuah distrik di  wilayah bethlehem yang berpenduduk cuma 15.400 jiwa. Bagi kaum Kristen kota ini sangat penting terutama karena di sinilah Sang Juru Selamat dilahirkan. Mereka semua adalah Arab Palestina yang 80% persen dari mereka adalah beragama Kristen, dan 20 % Muslim. Sebagai  sebuah bangsa yang bersatu mereka merasakan  dan berbuat terhadap rezim zionis apartheid Israelsehingga sang penjajah  pernah kerepotan selama masa intifadah pada tahun 1987an.

     Pada gelombang intifadah 1987 dan seterusnya kota ini merupakan pusat gerakan nasionalis Palestina yang sangat kuat. Sejak dikuasai rezim apartheid Israel, para patriot Palestina  menjadikan kota ini pusat pemikiran nasionalis. Pada gerakan intifadah kedua tahun 2000an, tempat ini menjadi pusat gerakan ahimsa bagi melawan zionis. George Rishmawi mengepalai gerakan ini, yang bernama International Solidarity Movement, yang salah satu tokoh utamanya adalah Ghassan Andoni, professor di Bir Zeit, dan Jeff Halper, yang Yahudi.Salah satu puncak perlawanan mereka adalah usaha mereka untuk menentang usaha pengepungan Yasser Arafat di Ramallah ( kota Kristen Arab) yang mengakibatkan syahidnya Rachel Corrie , seorang aktifis perdamaian dari Amerika Serikat.(Gambar di atas  menunjukkan pawai nakba cewek2 kristen arab di beit sahour)

      Pada tahun 1989, kota ini menjadi saksi bagaimana penduduk dengan beraninya menentang pajak yang ditetapkan Israel , sang penjajah. Tindakan berani memaksa rezim zionis penjajah mengirim pasukan menumpas aksi patriotik ini. Ghassan Andoni dan para pengunjuk rasa mengatakan bahwa mereka tidak mau membayar pajak pada” mereka yang kita tidak mengundang untuk datang ke negeri kita ! Haruskah kita membiayai dana untuk peluru yang ditembakkan kepada kita dan anak – anak kita ???, kiat tidak butuh tentara mereka ada di sini !!!”

      Dengan marah Yitzhak Rabin mengirim tank dan mengepung kota itu selama 42 hari. Ia memotong suplai makanan, listrik, air dan juga telepon. Dengan keji ia tangkap 42 orang pejuang Palestina, dan mengusir para utusan dari negara Eropa seperti Italia, Prancis, Spanyol, dan Swedia.marching_band.jpg

     Ahmed Shahi Kusuma berkata,” Dasar otak penjajah, sudah merampok tanah orang masih narget atau jadi preman pada sang pemilik tanah”  Saudaraku, ayo usir penjajah itu, kami yang pernah mengalami imperialisme mendukungmu !!! ( gambar dari http://www.alternativenews.org/multimedia/nfw-podcast.html?start=42

1 Komentar »

  1. Abang Mbranang Jeh !! said,

    Duhhh kang ahmed Shahi Kusuma, sudah gitu watak penjajah!


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: