November 27, 2008

Gereja Timur Tengah Tolak Christian Zionis

Posted in Agama Pembebas, Arab Kristen pada 10:26 am oleh kusumahk

    

 

                                

                                    Romo Hilarion Cappucci , pendeta katholik

                                 Yunani ditangkap Zionis karena senjata untuk PLO  

Gerakan Christian zionism yang dimotori oleh sudut pandang teologi sempit yang bersumber pada nilai rasisme sempit terutama dari Amerika Serikat dan Afrika Selatan menimbulkan kecaman dari umat Kristen di tanah suci. Mereka ini orang – orang Kristen ( yang sudah menjadi Kristen bahkan sebelum orang bule – bule itu Kristen) merasa bahwa Kristus yang dihadirkan oleh api nyala perang christian zionisme seperti pada figur fasis Pat Robertson dan Jerry Falwell adalah berlawanan dengan semangat Kristus yang melalui karyaNya menentang imperialisme sempit itu.

     Berikut ini situs- situs para penentang ajaran Kristen Zionis pendukung Israel yang menyimpang itu:

    Gereja Katholik Roma memiliki Romo Labib Kopti yang bisa dijumpai di www.al-bushra.org . Beliau sekarang tinggal di California.

    Gereja Anglikan memiliki Pendeta Naem Ateek yang menentang zionisme, beliau Al Mukarram bisa dikunjungi di www.sabeel.org  dan beliau khusus mendedikasikan hidupnya untuk menentang Kristen pendukung Israel dalam www.christianzionism.org .

     Gereja Protestan Lutheran yang digawangi oleh Pendeta Munib Younan dalam www.hcef.org yang memberi perspektif menyeluruh juga.

     Setelah mengunjungi  tanah suci, anak- anak muda Amerika dalam gereja Presbiterian menyediakan situs www.saltfilms.net  bagi mereka yang ingin melihat bagaimana sulitnya hidup orang Kristen Arab karena penjajahan rezim Apartheid Israel sang penjajah.

     Ahmed Shahi Kusuma berkata, ” Meneladani kisah Santo Paulus yang menentang ekslusifisme Yahudi, kita juga menentang rasisme dan imperialisme terselubung atas nama Kristus. Bagaimana dengan anda ???

7 Komentar »

  1. Abu Najib said,

    Di dalam naungan khalifah Islamlah, dunia akan damai. Itu sudah ketentuan Allah. Kita ingin mengingkarinya berarti penderitaan bakal terus akan, dan kafir akan terus menginjak muslim dan manusia yang berdasarkan asas kapitalisme. Terbukti dalam sejarah Palestina akan damai di bawah naungan Khilafah Islam sampai datangnya kaum penjajah barat !

  2. abu manteb said,

    Ini sama halnya antara Islam Arabia (Wahabiyah) yg notabene rasis dan cinta konflik dengan Islam Waliullah Melayu yg lebih toleran dan lebih mencintai ketentraman sampai datangnya aliran Wahabisme di Indonesia yg melahirkan kelompok2 radikalis spt FPI, FBR (rasis kesukuan), Laskar Jahad, MMI dll.

  3. Ahmed Shahi Kusuma said,

    Syukron katsiran abu mantep atas komennya. Memang terasa miris seiring dengan kebangkitan Islam di tanah air yang menjelma dengan Arabisasi. Sarung dan baju koko yang kita pake, bukti bahwa Islam tanah air kreatif bukanlah kopi paste dari Arab wahabi yang mengibarkan api panas peperangan. Saya sarankan juga sampeyan membaca tentang Khudai Khidmatgar, kelompok Islam India atau anti kekerasan, atau Maulana Abul Kalam Azad. Ma’assalam !

  4. dodol garut said,

    Salam kasih Mas Ahmed , aku sudah download eilabun massacre. memang Israel didirikan atas darah…

  5. Dewi Jayanti said,

    Artikelnya berat berat, pak !

  6. Ahmed Shahi Kusuma said,

    Tenks atas komen2nya .
    Berikut juga komentar Gereja Anglican terhadap penembakan Johny Thaljieh warga Bethlehem oleh rezim rasis Zionis yang memakai ayat2 suci Alkitab selama pengepungan kota suci itu
    http://www.ccmep.org/hotnews/infringements020202.html

  7. estimate said,

    perjuangan palestina adalah perjuangan bersama bukan Islam maupun kristen sebab semua dunia membutuhkan itu. Islam tumbuh di Palestina sebenarnya baru setelah Israel meninggalkan tanah itu akibat tekanan Kekaisaran Romawai di jamannya.
    Dari jaman kitab-kitab, antara Palestina (pra-muslim) dengan Yahudi memang sudah terlibat konflik. Lihatlah di kisah Simson dan Delila.
    Daud vs Goliat. Daud adalah bangsa Israel sementara Goliath adalah bangsa Palestina. Nah jadi jelas bahwa sebelum ISlam menjadi agama mayoritas di Palestina konflik memang sudah ada antara orang Palestina dengan Yahudi.
    Kalau mau jujur yang salah itu adalah Tuhan itu sendiri, mengapa memberikan bangsa Israel tanah di kawasan yang sudah ada penduduknya yakni bangsa Palestina. (Alquran pun mencatat kebenarannya). Jadi oleh ulah Tuhan itu sendirilah makanya Israel yang “katanya” bangsa pilihan Tuhan ditempatkan di tanah Palestina yang sudah ada penduduknya.
    Tuhan berjanji kepada Musa bahwa tanah Kanaan (Palestina) di hadapannya yang membentang itu adalah tanah terjanji yang ditunjukkan Tuhan kepada bangsa Israel sesungguhnya adalah tanah yang sudah berkawasan oleh bangsa Palestina beserta penduduknya.
    Jadi yang salah siapa?
    Alquran membenarkan bahwa Israel bangsa pilihan dan membebaskan mereka dari cengkraman Firaun menuju tanah terjanji namun celakanya tanah terjanji itu adalah tanah Palestina (pra-muslim). Disanalah mereka tinggal atas perintah Tuhan.
    Sebagai bangsa Israel tentu kalau mereka tahu begitu akhirnya pastilah mereka menolak untuk tinggal di tanah Palestina. Namun karena bangsa yang patuh akan Tuhan yang bernama Yahwe dan Tuhan yang monotheis makanya mereka tunduk saja kemana Tuhan memberikan mereka tempat tinggal sebab mereka percaya bahwa tanah yang mereka diami itu adalah milik Tuhan, artinya dimana Tuhan berkenan maka disanalah mereka hidup.
    Jadi sekali lagi yang salah itu Tuhan karena membuat polemik di tanah yang sudah bertuan.


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: