Desember 4, 2008

Petani Pati Tolak Pabrik Semen

Posted in Lingkungan dan Pembangunan pada 8:42 am oleh kusumahk

      Para petani heroik daerah Pati pada awal 2008 dengan keberanian menentang usaha pabrik semen Gresik untuk melebarkan sayap di sana. Sekitar dua ribu petani dan massa yang menolak ,menyampaikan tuntutan  kepada pemerintah daerah agar pembangunan pabrik semen itu dihentikan. Mereka berkeberatan terhadap pembangunan pabrik semen itu karena :

       1. Proses pembuatan semen akan memakan jalur air bawah tanah yang menghidupi separuh dari  214.556 penduduk di tiga kecamatan di Pati.

       2.Kebutuhan akan tanah yang luas ( 1560 hektar ) tanah itu berakibat hilangnya pekerjaan bagi para petani dan buruh tani.

      3. Batu kapur  yang diproduksi akan menciptakan gas karbon yang berbahaya. Proyek ini akan menjadi salah satu penyumbang baru emisi gas  ( pencipta baru efek rumah kaca) yang beertentangan dengan semangat ramah lingkungan.

      4. Proyek megah ini akan terus memarjinalkan para petani Indonesia yang akan terus tergoda untuk menciptakan pemiskinan massal melalui urbanisasi, buruh migran dan sejenisnya. Alih- alih mengembangan pertanian, negara Indonesia akan terus menggusur petani yang menjadi soko guru pangan tanah air. Ingat , dareah ini merupakan lumbung padi di Jawa Tengah.

      Ahmed Shahi Kusuma berkata bahwa kapankah negara ini belajar dari kearifan kaum marjinal ???

14 Komentar »

  1. Abang Mbranang Jeh said,

    Petani se Indonesia bersatulah !!!

  2. Rusman said,

    Apa yang diperbuat HKTI dengan kasus ini, kenapa tidak ada pembelaan ??? Apa HKTI sariawan ? harusnya Prabowo tidak sibuk dengan kampanye, sementara jelas petani kita semakin melarat

  3. Rusman said,

    Prabowo, omong tokkkkkkk

  4. Abang Mbranang Jeh !! said,

    Petani Indonesia harus belajar dari petani Brasil dan Meksiko, atu minimal dari India dan Pilipina

  5. Ayu Arata said,

    Bagaimana bisa memakmurkan petani ; apabila kita lebih fokus menonton acara TV seperti suami-suami takut isteri ? petani kita tersilau dengan kemegahan kota besar.

  6. komang said,

    Tv memang melalaikan kita dengan konsumerismenya. Kita terlena dengan dangdut , kapan petani jadi raja. Di Bali lahan pertanian semakin digerus oleh orang- orang lain yang tidak tau dan tidak mau tau filsafat hidup Bali tentang keharmonisan alam

  7. Halaka said,

    Sejauh mana saudara Ahmed Shahi Kusuma memandang penurunan harga BBM dengan meningkatnya derajat hidup pekerja kita di sektor pertanian ? Saya kok tetap pesimis, karena otorisasi pembangunan diera global masih berorientasi perkotaan !!!

  8. Rusman said,

    Petani kita bisa makmur kalau stop impor beras ya gak ?

  9. Azam NasiF said,

    kalau gak salah mereka ini kaum Samin yaaa ? Pantas mereka berani

  10. Sarkanu said,

    Sudah biarin aja ada pabrik semen , biar habis tanah pertanian kita.. Biar diganti dengan beton semua dan biar orang Jawa Tenhan makan beton…he..he..he. Sori yang dari Jateng !

  11. taufik said,

    Wah, sudahlah patani kita memang dijual aja ke Malaysia, kan kita gak doyan petani !

  12. Suxxxi said,

    Petani di tempatku kaya.. kok,kaya utang maunya ……….??$%

  13. kayaknya istilah negara agraris akan menjadi kenangan saja bagi negri ini hiks…..

  14. ahmed shahi kusuma said,

    @hendra property
    Beras dan kedelai, kita selalu beli dari negeri orang! begitulah Indonesia kita
    Trima kasih atas kunjungannya ke blog ini.
    Dan sukses menyertai anda……………..


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: