Desember 31, 2008

Yahweh atau Allah ?

Posted in agama pada 1:34 am oleh kusumahk

                              

            Yahweh dalam gambar Michael Angelo, ” The Christian God”

  Di dunia ini masih banyak saja orang yang mementingkan simbol pembeda daripada hakikat dari segala sesuatu. Di Malaysia  Al kitab berbahasa melayu dilarang keras menggunakan Allah untuk menyebut Tuhan, karena menurut hukum Malaysia, Allah adalah sesembahan umat Islam. Di Indonesia hampir tidak ada masalah selama ini, meskipun terkadang terjadi hal yang lucu, misalnya umat islam tidak berani menyebut Alllah tetapi Alloh, karena kata Allah dipakai di gerja dan sebaliknya, kaum Kristen nusantara biasanya mengucap Allah daripada Alloh, meskipun di belahan lain di dunia ini keduanya identik.

        Puji Tuhan, selama ini berjalan baik-baik saja, sampai kemudian gerakan fundamentalis Kristen di tanah air yang disemangati neo-yahudi-Phile ( semangat cinta Yahudi) ini membuang apa yang mereka sebut sebagai anti kristen kaffah, menyerukan Yahudisasi banyak istilah kunci seperti Allah diganti Yahweh, Musa ( moses) diganti Moshe, Yesus diganti Yshua atau Yehushua, Abraham diganti Avram dan sebagainya. Para tokoh fundamentalis tanah air ini misalnya adalah Pdt. Yakub  Sulistyo, dan Pdt. Suradi, yang intinya adalh adalah pandangan bahwa Allah adalah dewa Syria kuno, yaitu dewa bulan, jadi muslim dan orang Kristen yang menyembah Allah adalah menyembah dewa bulan Syria yang diarabkan.

        Pandangan ini adalah pandangan tanpa memahami evolusi budaya, hanya karena subyektifitas tinggi. Yahweh nama Tuhan yang disembah oleh Pdt. Suradi cs adalah nama Tuhan yang disembah Moshe, Ok.., tapi dari mana Moshe mendapatkan nama tersebut. Menurut C. Powell Davis , nama Yahweh  diambil dari dewa bangsa Midian ( Sinai). Hal ini terjadi karena Moshe adalah menantu Jehtro. Yahweh sendiri adalah dewa petir bangsa Midian yang berwujud sapi jantan ( bull image) di gunung Horeb. Kesimpulannya kalau orang Muslim dan tanah air menyebut Tuhan Allah dianggap sesat, Ahmed Shahi Kusuma lalu berpikir bukankah Pdt Suradi dan Pdt Yakub Sulistyo ( Susetyo?) menyembah patung dewa sapi jantan ???

        Pernyataan Ahmed Shahi Kusuma di atas hanyalah untuk menunjukkan bahwa Adian Husseini cs. dan para Islamist lainnya juga perlu membaca dari pihak lain, bukankah mereka selevel dengan Pdt. Suradi ?. Bukankah Islam tanah air adalah pluralis dan inovatif, misalnya menyebut sembahyang daripada Sholat ? Padahal Ahmed Shahi Kusuma melihat bahwa Sembahyang adalah Sembah Hyang Widi ? Ataukah Ahmed Shahi Kusuma mengubah judul di atas menjadi , Yahweh atau Allah dan Hyang Widi ???

        Pihak Kristen Arab sendiri terganggu dengan fenomena pengagum budaya Yahudi yang di belakang merka pendukung Christian Zionisme ( lihat di www.albushra.org/varia/allah.htm Di  situ diberi penjelasan oleh William qarraa bahwa kita menyembah Tuhan yang sama. Salam-Shalom-Santi !!!

34 Komentar »

  1. LinggaYoni said,

    Wis ora usah bingung, pake aja Kanjeng Gusti Pengeran, beres kan ?

  2. Abu Najib said,

    Hanya dengan menggunakan kata Allah kita beriman !

  3. Ahmed Shahi Kusuma said,

    Akhi Najib, tidakkah kita perlu belajar dari kearifan kaum awam yang terkadang justru lebih dewasa menyikapi perbedaan, sebelum wahabisme dan gereja Amerikanisme muncul di tanah air kita…….

  4. Waduh jangan ribut dunk !! Yang penting “LAKUM DIINUKUM WALIYA DIIN” Ya kan ? Tul kan ?

  5. Ahmed Shahi Kusuma said,

    salammualaykum saudaraku…………..Trims mau berkunjung ke blog ini…Ramekan ya.. dengan kedamaian yang selalu anda sebarkan !
    Sebenarnya justru tulisan saya ini untuk meredam radikalisme gerakan wahabi atau Gereja Amerika yang sering bikin onar di tanah air para awliyaAllah ini……….

  6. kusumahk said,

    Mas, aku balas ke blog sampeyan, kok gak dimuat ya…?

  7. Melchior said,

    Umat Kristen Indonesia lg dibingungkan dg nama ALLAH ato YHWH, gitu aja repot, Kristen Fundamentalis ga mau pake Alkitab LAI karena alergi dengan kata2 berbau Arab, gw muslim, gw liat kok Kristen di Indonesia gitu ya, klo ga suka pake ALLAH maunya YHWH monggo saja, setau gw org yahudi aja ga berani ngomong YHWH tp adonai. Di Indonesi kt YHWH di terjemahkan jd Yehuwa, YAHWEH, Jahova, beda2, seharusnya terjemahan The LORD Our God = TUAN adalah Tuhan kami, LAI-TB= TUHAN adalah Allah kami, KS-ILT= YAHWEH adalah Elohim kami. Dlm Alquran kt ALLAH tidak di terjemahkan jd TUHAN, kt rabbi=Tuhan/Tuan, ilahi=sesembahan, andaikata nama ALLAH diterjemahkan jd TUHAN, jd kt la ilaha illallah= tiada sesembahan kecuali TUHAN, TB-LAI menerjemahkan ilahi=Allahku

  8. Ahmed Shahi Kusuma said,

    Mas Melchior tenks atas komennya…..
    Mas sendiri punya blog gak ???
    Pandangan mas sendiri ke arah esensialis atau pada ekslusifitas nama ???

  9. ahmed shahi kusuma said,

    ttg kiamat liat juga di diskusi Mangapin Sibuea dengan aparat di
    http://www.gky.or.id/bulgky01/kiamat.htm

  10. […]       Saya (Ahmed Shahi Kusuma) pikir ini adalah buah dari kebodohan dari cendekiawan2 muslim apologetik yang mengagungkan sebuah superioritas ide yang rendah, dan akibatnya pseudo ilmiah. Bagi yang belum memahami posisi saya (Ahmed Shahi Kusuma) terhadap kata Allah klik di https://ahmedshahikusuma.wordpress.com/2008/12/31/yahweh-atau-allah/ […]

  11. luat nainggolan said,

    tidak ada penulisan nama YHWH dalam perjanjian baru,,
    walau ada yg berargumen.
    kata YHWH tersirat dalam kata HALELU”JAH”

    dengan demikian pandangan kristen umumnya menganggap tidak ada nama diri bagi Tuhan…
    kata Allah bagi iman kristen hanya sebutan bagi “Pribadi Yang Maha Tinggi”

  12. lovepassword said,

    dengan demikian pandangan kristen umumnya menganggap tidak ada nama diri bagi Tuhan…
    kata Allah bagi iman kristen hanya sebutan bagi “Pribadi Yang Maha Tinggi”

    ===> Nggak gitu2 amat sih. Posisinya itu masing beda :

    Ada yang menolak pemakaian kata “Allah” semacam Robert Morey dan csnya

    Ada yang memakai kata “Allah” tetapi cenderung mengartikan “Allah” sebagai Tuhan atau bukan nama diri, seperti pendapat Budi Asali

    Ada juga yang memakai kata “Allah” juga sebagai nama diri semacam yabina.org.

    Islam pun baik yang pro kata Allah boleh dipakai Kristen maupun yang menentang punya logika masing-masing.

    Ada yang logikanya karena menyembah Tuhan yang sama.
    Ada yang mengaitkan dengan Tuhan kita beda karena Islam menyembah Allah, Kristen Trinitas. dsb.

    Intinya kita bicara kepada banyak orang dengan pola pikir yang sangat bervariasi. Lha aku sih gak urusan sepanjang tidak dipaksakan.

  13. ahmed shahi kusuma said,

    @lovepassword
    Aku aku senang banget dikunjungi pedagang Lumpia ini…..Pinter wal rendah hati, itu pujiannya..tapi ada tapinya lo! kenapa sampeyan gak pernah kirimi aku lumpiane????
    Ok tulisan sampeyan aku setuju, ada orang Kristen atau Islam yg ekstrem yg justru dipaksakan oleh pengagum kebangkitan agama itu. Jadi Allah adalah nama diri.Di sini kebangkitan agama berarti puritanisme, puritanisme berarti penolakan tradisi dan natifisme, ini yg repot, bukan gitu aja koq repot, karena emang bikin repot. la apa Tuhan itu berbeda????
    @Luat nainggolan
    Terimakasih atas kunjungannya.
    saya setuju dengan pandangan Lovepassword di atas, memang ada sekelompok kebangkitan kristen seperti pak Jakub Sulistyo, ada blognya lo, tulis saja ke sana, kalo mau berkunjung, cuma siap2, karena beliau tidak hanya menolak nama Allah tapi juga Yesus, yg seharusnya Yeshua
    dst..
    Intinya semakin Islam di tanah air nanti akan semakin Arab wahabi yg lunatik, yg protestan bukan batak tradisi atau jerman Eropa yg rasional tapi gereja2 Amerika yg dekat dengan Judeophile….
    Saya pikir coba maen2 di blogroll yg ada di blog ini, gereja2 protestan Arab, dst!
    Salam shalom shanti

  14. Bayuning K P said,

    Saudaraku umat Kristen, Nama itu penting ! Jangan anggap remeh nama itu ! Apalagi nama Tuhan. Nama kita aja tidak mau diganti dengan nama lain oleh orang lain kecuali oleh yang mempunyai otoritas atas diri kita yaitu Tuhan, Raja atau orangtua kita yang memang mereka berkuasa atas diri kita. Tuhan mengganti nama Yakub dengan Israel, Raja Yogyakarta sering memberi nama pada rakyatnya dan tentunya orang tua kita atau mungkin diri kita sendiri yang mau mengganti namanya.Lha kalo nama Tuhan? Siapa yang mempunyai otoritas atau kuasa lebih daripada Tuhan ? Apakah manusia berhak mengganti nama Tuhan ? Apakah manusia sudah merasa lebih kuasa dari Tuhan sehingga berhak mengganti namaNya? Kalo orang Kristen jelas nama Tuhannya adalah YHWH ( Kel 3:15) karena Kristen berasal dari Israel. Suatu pewahyuan yang luar biasa kepada Moshe (Musa). Kalo nama YHWH berasal dari Sinai seperti kata Sdr. Ahmedshahi dan merupakan nama Tuhan yang baru bagi bangsa Israel pasti Bangsa Israel pada waktu itu akan menolak Musa, karena mereka tahu Tuhan yang mereka sembah secara turun temurun. Kalo Kristen berasal dari India tentu kita akan sebut dan panggil Tuhan dengan nama Brahma, maka Yesus juga akan disebut anak Brahma. Kalo Kristen berasal dari Israel ikuti aja terminologinya. Kalo Islam berasal dari Arab ikuti juga terminologi secara Arab. Gitu aja koq repot. Adalah aneh isi Alkitab berisi tentang Tuhan Israel dan tentang bangsa Israel lalu dilanjutkan untuk bangsa lain, koq nama Tuhannya diganti dari Arab. Kalimat syahadat yang ada dalam Alkitab ( Ul 6 :4) berbunyi : Shema Yisrael YHWH Eloheynu YHWH ekhad yang artinya Dengar hai orang Israel YHWH tuhan kita, YHWH itu esa. Sudah jelas tuhan orang Israel bernama YHWH ( mau dibaca Adonai, Yahweh, Yahveh, Yehuwah, Yahwah, Yehova, silahkan saja.) tapi tidak dibaca Allah.
    Tuhan memberkati.

  15. ahmed shahi kusuma said,

    @bayuning KP
    Shalom !
    Boker Tov!
    Trimakasih telah berkunjung ke blog ini.
    Saya pikir kesalahan mendasar dari semua kelompok agama (baik itu muslim, Yahudi, atau pun Krsietn) adalah menyamakan kebangkitan agama dengan menjadi semakin meniru-niru orang2 timur tengah.
    Jangan kuatir, saya sudah punya buku2 Yakub Sulistyo, yahya iskandar yang pasti anda idolakan. Semua itu sama dasarnya, yaitu bahwa karena Moshe menyembah Yahweh , maka Yahweh adalah nama Tuhan, tidak ada yang laen!
    satu hal yang gak diambil sebagai konsekuensi logis oleh kaum kristen baru lahir lagi ini adalah bahwa Yahweh adalah nama dewa berbentuk sapi yang merupakan dewa petir bangsa Midian (lihat buku Powell Davies, The Meaning of the Old Testament). Hanya karena Moshe menikah dengan anak Jethro yang orang Midian itulah kemudian penulis kitab memasukkan nama Yawheh ke dalam kitab suci.
    Apakah benar anda menyembah Kepala Dewa Sapi Yahweh, Dewa petir bangsa Midian????? Jangan sembarangan menggunakan nama Dewa dijadikan nama Tuhan!!!!

    Hababti Lekha……..

  16. fallen said,

    ahmed shahi ,,saya ingin anda pikirkan baik2,apakah buku yang ditulis Powell Davies, lebih sah dari pada taurat dan injil di dalam alakitab??? kalau iya berarti andalah yang benar,,kalau itu tidak benar dan hanya menjadi buku biar laris manis seperti davinci code,maka andalah salah satu orang yang menyamakan yahwe dengan kepala sapi,,hati2!!!!ucapan anda karena bapa disorga mengetahui kata2 anda,,,,,

  17. fallen said,

    ahmed shahi ,,saya ingin anda pikirkan baik2,apakah buku yang ditulis Powell Davies, lebih sah dari pada taurat dan injil di dalam alkitab??? kalau iya berarti andalah yang benar,,kalau itu tidak benar dan hanya menjadi buku biar laris manis seperti davinci code,maka andalah salah satu orang yang menyamakan yahwe dengan kepala sapi,,hati2!!!!ucapan anda karena bapa disorga mengetahui kata2 anda,,,,,

  18. ahmeds shahi kusuma said,

    @fallen
    Mungkin Powell Davies tuh merasa congkak ya, gak beroleh kasih roh kudus, oh salah ….kata roh kudus kan bahasa Arab, apa yah bahasa Ibraninya oh ya….
    Ruaha kodesh
    Pokonkya yg dari ibrani dijamin beroleh roh kudus, eh salah lagi.
    jangan gunakan kata Yesus tapi Yeshua biar beroleh selamat!
    Bapa ,kata anda ….oh salah lagi, Abba (bahasa Ibrani) pasti mengetahui
    Coba klik di google ttg yahweh Midian god
    Anda boleh mengktitik Khrisna, Allah, Brahman, tapi tidak untuk Yahweh kan, itu artinya cara berpikir anda telah terkunci seperti anak2 FPI!
    hababti lekha!

  19. Nejadi said,

    silahkan download materi seminar konterversi TERJEMAHAN Alkitab (LAI) dan Penggunaan NAMA ALLAH
    http://www.mediafire.com/?ngmzkmfwmvm#2

  20. Marvin said,

    Orang kristen di Indonesia Kurang begitu PINTAR.
    Jelas2 TUHAN bangsa Israel adalah YAHWEH ( Liat di Kamus Bagian Belakang Alkitab )

    Trs kalau Kristen di Indonesia menyebut TUHAN mereka ALLAH berarti kalian nyembah tuhan bangsa lain dung?? Bener gak??

    Kalau Memang YESUS/ALLAH itu LAHIR DAN BESAR di ISRAEL, Ya kalian harus Pakai
    YAHWEH sebagai Tuhan Kalian,,,,Bukan ALLAH…

    Karena di ISRAEL gakk ada TUHAN yang bernama ALLAH.

    Coba di RENUNGKAN kembali….

  21. ahmed shahi kusuma said,

    @marvin
    sekalian juga g usah pake nama Yesus karena itu bukan bahasa Ibarni/aram, tetapi harus menyembah Yeshua (asli nama Ibrani/Aram) atau
    jangan pake ROH KUDUS tapi RUAHA KODESH, krn bahasa Ibrani

  22. Marvin said,

    @ahmed
    Betul sekali, dan saya menyarankan kepada orang kristen yang sudah menggunakan nama YAHWEH sebagai TUHAN. agar tidak lagi menyebut dirinya sebagai seorang KRISTEN, Melainkan YAHUDI, karena YAHUDI dan KRISTEN sangat berbeda sudut pandang..Bnyk ketidakcocokan antara YAHUDI & KRISTEN…

    Tapi perlu diingat 1 hal, TUHAN KITA Lahir di ISRAEL, Dy Asli Orang YAHUDI, dan Berbahasa IBRANI, SEMUA KITAB TORAH di TULIS Dalam Bahasa IBRANI…bisa di pikirkan?? mana yang benar2 TULEN??

    YAHUDI or KRISTEN…..??

  23. alva said,

    aku bagi blog ini di fb ku ya….
    GBU… Alll..! or
    YHWH B U….!

  24. Sanny said,

    Memang sebagai orang kristen kita wajib memanggil nama Bapa kita ‘YHWH’ yang dapat dibaca Yahweh/Yahwe sesuai di Kitab Ul. 6:4 dan juga menyebut Tuhan kita ‘Yeshua’ karena nama itulah yang tercatat di gulungan kitab laut mati di Qumran yang berbahasa Ibrani. Untuk Roh Kudus menurut saya pribadi tidak perlu diganti dengan Ruah Haqodesh mengapa ? karena Roh Kudus bukan menunjukkan suatu nama tapi sebutan. Tapi untuk Bapa Yahwe dan Yeshua itu wajib hukumnya karena kata itu sebuah Nama dan sebagai orang Kristen yang berkiblat ke Isarel kita ya mengikuti penulisan aslinya sesuai Kitab suci dalam bhs Ibrani.. Saya kasih contoh untuk nama dimanapun kita berada baik disini (Indonesia) atau diluar negeri nama kita tidak mungkin diganti kan misal nama anda joko (bhs. jawa artinya jejaka) tp waktu di amrik diganti nama young man (bhs inggrisnya joko), tapi kalo sebutan spt mas atau hey orang kalo di amrik bisa diganti hey a man, dsb. (Ini yang berlaku utk sebutan Roh Kudus karena bukan identitas nama). Jadi bukan hantam krama kalo mau selamat kita ubah semua kedalam bahasa Ibrani bukan itu maksudnya tp utk sebuah nama memang tidak bisa diganggu gugat diganti seenaknya sendiri dengan ditranslate ke bhs negaranya masing2 kan jd amburadul nama orang2 yang di catat diAlkitab. Silahkan anda renungkan & mudah2 anda mengerti dengan penjelasan saya. Tuhan Yeshua memberkati.

  25. Sanny said,

    Sanny berkata,

    Mei 15, 2011 pada 12:05 pm

    Memang sebagai orang kristen kita wajib memanggil nama Bapa kita ‘YHWH’ yang dapat dibaca Yahweh/Yahwe sesuai di Kitab Ul. 6:4 dan juga menyebut Tuhan kita ‘Yeshua’ karena nama itulah yang tercatat di gulungan kitab laut mati di Qumran yang berbahasa Ibrani. Untuk Roh Kudus menurut saya pribadi tidak perlu diganti dengan Ruah Haqodesh mengapa ? karena Roh Kudus bukan menunjukkan suatu nama tapi sebutan. Tapi untuk Bapa Yahwe dan Yeshua itu wajib hukumnya karena kata itu sebuah Nama dan sebagai orang Kristen yang berkiblat ke Israel kita ya mengikuti penulisan aslinya sesuai Kitab suci dalam bhs Ibrani.. Saya kasih contoh untuk nama dimanapun kita berada baik disini (Indonesia) atau diluar negeri nama kita tidak mungkin diganti kan misal nama anda joko (bhs. jawa artinya jejaka) tp waktu di amrik masak nama anda perlu diganti dengan young man (bhs inggrisnya joko), tapi kalo sebutan spt mas atau hey orang kalo di amrik bisa diganti hey a man, dsb. (Ini yang berlaku utk sebutan Roh Kudus karena bukan identitas nama). Jadi bukan hantam krama kalo mau selamat kita ubah semua kedalam bahasa Ibrani bukan itu maksudnya tp utk sebuah nama memang tidak bisa diganggu gugat diganti seenaknya sendiri dengan ditranslate ke bhs negaranya masing2 kan jd amburadul nama orang2 yang di catat diAlkitab. Silahkan anda renungkan & mudah2 anda mengerti dengan penjelasan saya. Tuhan Yeshua memberkati.

  26. ahmed shahi kusuma said,

    Sanny, ma kasih ya kunjungannya.
    Saya kira kita perlu mencermati lebih dalam lagi. Apakah kita menolak nama Allah hanya karena dipake orang Arab (kristen, muslim) terus pake Ibrani? krn gereja Indonesia mengambil dr Arab, lalu Allah jadi salah?Coba dikejar lagi, dari mana kata Yahweh muncul?? kalo kita teliti, cek lagi nama Yahweh diambil dr bangsa Midian.Menurut C. Powell Davis , nama Yahweh diambil dari dewa bangsa Midian ( Sinai). Hal ini terjadi karena Moshe adalah menantu Jehtro. Yahweh sendiri adalah dewa petir bangsa Midian yang berwujud sapi jantan ( bull image) di gunung Horeb. Aapakh anda menyembah dewa bangsa Midian? dewa berwujud sapi?

  27. Abigailt hala. said,

    MENGAPA SAYA TIDAK NYEBUT NAMA ALLAH.

    Saya tunduk kpd Larangan YHWH.

    1. Jangan ada pdmu ilah lain di hadapan-Ku.(Kel 20:3)
    2. Segala ilah bgsa-bgsa adalah berhala.(Mzm 96:5)
    3. Berawas-awaslah nama ilah lain jangan kausebut
    jangan kedengaran dari mulutmu.(Kel 23:13)

    Allah = nama ilah bgsa Arab, maka Allah = berhala.(Mzm 96:5)

  28. Heintje said,

    Hmmh kayaknya orang2 yg terlalu memperdebatkan Nama yg benar ini terlalu picik……TUHAN itu tdk terbatas……apapun bahasa yg kita gunakan Tuhan pasti Tahu…..Tuhan itu tidak picik dan terbatas menguasai satu bahasa aja…..

  29. phunix said,

    menyebutkan nama Yahwe atau Allah sama sekali tidak masalah
    Tuhan kan hanya melihat hati dan justru bukan melihat ke pengucapan manusia

    sekadar saran bagi penulis
    sudah tahukah penulis kata Ibrani khusus untuk nama pribadi Allah
    nama itu kalau di-translasikan menjadi 4 huruf konsonan YHWH
    sama sekali bukan Yahwe
    dan tahukah penulis mengenai nama dewa petir dalam huruf Midian
    apakah kata itu dalam konteks bahasa dan abjad aslinya sama?
    dan betulkah kata YHWH muncul pertama kali sewaktu zaman Musa
    bukankah kata itu sudah muncul di bangsa Ibrani sebelum Musa dilahirkan

    dengan sendirinya sewaktu mengetahui ini
    semua pertanyaan penulis akan terjawab dengan sendirinya

    Tidak ada yang salah dengan penamaan Allah
    YHWH adalah penamaan pribadi Allah
    tetapi karena dianggap terlalu suci maka digunakan nama yang lebih umum untuk Allah
    beberapa orang menyebutnya Ellohim, Allah, dsb
    dan ini semua sama sekali tidak salah
    karena orang Yahudi sendiri lebih menyebut Allah dengan Ellohim karena merasa tidak layak mengucapkan nama pribadinya YHWH yang dianggap suci
    jadi sudahkah kita merasa suci dan sanggup mengikuti teladan Tuhan sehingga berani mempersoalkan penamaan Tuhan yang Tuhan sendiri tidak mempersoalkannya

  30. doulos said,

    ingat kedatanganNya sudah dekat, sudahkah kita melakukan apa yang dikehendakiNya…parisi akhir zaman bisa ketinggalan lho.

  31. CHRISTIAN said,

    FAYH (1989) ©

    SABDAweb Im 24:15

    Kemudian katakan kepada segenap umat Israel bahwa siapa pun yang menghujat nama TUHAN harus menanggung akibatnya, yaitu ia harus mati. Orang banyak harus melempari dia dengan batu sampai mati. Peraturan ini berlaku bagi orang Israel maupun orang asing yang tinggal di tengah-tengah umat Israel bila menghujat nama TUHAN, Yahweh: Orang itu harus dihukum mati.”

    FAYH (1989) ©

    SABDAweb Yes 42:8

    Akulah Yahweh, TUHAN! Itulah nama-Ku, dan Aku tidak akan memberikan kemuliaan-Ku kepada yang lain; Aku tidak akan membagikan kemasyhuran-Ku kepada patung-patung ukiran.

    TB (1974) ©

    SABDAweb 2Taw 7:16

    Sekarang telah Kupilih v dan Kukuduskan rumah ini, supaya nama-Ku tinggal di situ untuk selama-lamanya, maka mata-Ku dan hati-Ku akan ada di situ sepanjang masa.

    TB (1974) ©

    SABDAweb 2Taw 7:14

    dan umat-Ku, yang atasnya nama-Ku n disebut, merendahkan diri, o berdoa dan mencari wajah-Ku, p lalu berbalik 1 q dari jalan-jalannya yang jahat, maka Aku akan mendengar r dari sorga dan mengampuni s dosa mereka, serta memulihkan 2 t negeri mereka.

    TB (1974) ©

    SABDAweb 1Taw 16:8

    Bersyukurlah i kepada TUHAN, panggillah nama-Nya, perkenalkanlah perbuatan-Nya di antara bangsa-bangsa! j

    TB (1974) ©

    SABDAweb Mzm 105:1

    Bersyukurlah kepada TUHAN 1 , w serukanlah nama-Nya, x perkenalkanlah perbuatan-Nya di antara bangsa-bangsa!

    TB (1974) ©

    SABDAweb Yeh 36:21

    Aku merasa sakit hati karena nama-Ku yang kudus yang dinajiskan oleh kaum Israel di tengah bangsa-bangsa, di mana mereka datang. v

    TB (1974) ©

    SABDAweb Kel 23:13

    Dalam segala hal yang Kufirmankan kepadamu haruslah kamu berawas-awas; h nama allah i lain janganlah kamu panggil, janganlah nama itu kedengaran dari mulutmu. j “

  32. Raja Wijaya said,

    Setelah saya perhatikan, orang semakin fanatik jadi semakin konyol. Jika saya adalah TUHAN, saya tidak akan mempermasalahkan orang akan menjuluki saya dengan nama apa pun selama julukan itu tidak merendahkan atau pun menyinggung kehormatan saya. Saya yakin TUHAN jauh lebih bijak dan lebih dewasa daripada saya, Beliau tidak akan marah atau pun menolak, jika kita memanggil dengan panggilan sayang kita kepada-Nya. Saya mempunyai kakak yang dalam lingkungan keluarga memiliki panggilan Nur, di lingkungan teman-temannya dipanggil Eka, demikian juga di lingkungan pekerjaannya dipanggil Ira, mau dipanggil apa pun yang terpenting bagi saya dia adalah kakak saya, saya panggil dengan nama yang mana dia tidak akan marah karena panggilan itu ditujukan kepadanya. Saya tidak ingin menjadi budak kitab, lebih baik saya mengenal TUHAN SANG SUMBER sendiri.

  33. Nadras said,

    Saudaraku,
    Coba lihat di bahasa aslinya yaitu Hebrew, di http://www.biblehub.com
    maka Saudara akan menemukan siapa nama Tuhan pencipta langit dan bumi yang sesungguhnya.

  34. rusdyanto said,

    Dari buahnyalah kita akan tau, kita pembawa damai ataukah sebaliknya. Saya setuju dg sdr raja wijaya. Mari kita sebarkan virus perdamaian bukan pertikaian. Jgn sampai kita terjebak pd kesombongan rohani. Krn Tuhan ajarkan kerendahan hati utk menerima orang oain dg apa adanya tanpa melihat perbedaan. Intinya jgn paksakan kehendak, tp belajar memahami orang lain juga. Kan yg nulis terjemahan kitab suci jg manusia biasa. Yg pasti bicara keyakinan tdk bs diperdebatkan, tp biar waktu yg buktikan. Terpujilah Tuhan dg sgl FirmanNya. Salam damai !!


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: