Januari 7, 2009

Perang Agama Dalam Invasi Israel : Mitos atau Realitas ?( Pendekatan Maxim Rodinson)

Posted in agama, zionis imperialis pada 10:36 am oleh kusumahk

        Invasi penjajah zionis rasis imperialis  Israel ke tanah Gaza sudah hampir 2 pekan. Ratusan orang sudah menjadi korban kebrutalan aksi teroris rasis itu. Di Indonesia , aktifis Islam segera berteriak “ganyang Yahudi” , dan segala dukungan dengan alasan agama.Alasannya 1, Palestinadengan Al Quds dan Masjid Al Aqsa nya menjadi daya pikat histeria bagi para jihadis dan Islamis 2, korban dari agresi zionis itu adalah muslim 3, tentara zionis yang beragama  Yahudi itu menghancurkan  masjid yang digunakan menyebut asma Allah.

        Ahmed Shahi Kusuma sekali lagi menggunakan analisa Rodinson , yahudi anti zionis dan tokoh Marxis Prancis untuk meneropong isu perang agama di dalam inavasi zionis itu.

        Tidak dipungkiri bahwa ada suasana perang agama di sini, kenapa karena semuanya nermula dari kaum zionis itu sendiri yang mulai mengobarkan semangat agama dengan menggunakan ayat Alkitab secara serampangan untuk menduduki tanah orang lain. jadi para zionis itu sendiri yang mulai dengan semangat fasis agama ( yang dikecam oleh Pendeta Anglican dalam www.sabeel.org ). Ahmed Shahi Kusuma tidak percaya bahwa Alkitab mengandung ayat fasis kecuali para pendukung zionis rasis  itu. Nah invasi itu menjadi semakin ruwet ketika orang muslim ( yang banyak dari latar negara miskin dan pernah mengalami semangat romantisme kejayaan islam ” tanpa nalar kritis”)  menjawab isu Palestina dengan label perang agama juga. Konflik ini bandingkan misalnya dengan suasana tahun 1970an saat mana organisasi palestina dijiwai nasionalisme atau marxisme. Arafat, Ali Hassan Salameh, jauh sebelumnya Khalil  Sakakini dan sederet Marxis berat macam George Habash atau Nayef Hawatmeh.

         Saat ini fundamentalisme marak di setiap agama, sebagai solusi ringkas dari masalah hidup manusia modern yang makin berat. Meskipun anti intelektual, fundamentalisme memberi nafas bagi kehidupan anti materialis mereka. Tanpa memikirkan lebih dalam aspek historis evolusi kultural sebuah agama, mereka langsung tancap ambil ayat untuk mendorong hasrat kekusaan mereka. Di sini kemudian agama menjadi tunggangan untuk akses kekayaan atau politik bahkan syahwat.

       Rodinson benar ketika mengatakan  menghancurkan tempat ibadah, penistaan dewa ( baca Tuhan)  musuh mereka sebagai alat pemuas hasrat kekuasaan mereka ( untuk tanah! , baca materialisme!!!). jelas Rodinson mengatakan bahwa sebenarnya tidak ada perang agama, kenapa ? karena semuanya digerakkan oleh faktor2 yang tidak suci, hasrat birahi penguasaan budak, tanah, emas, dan sebagainya.Agama-agama itu rupanya masih menganggap bahwa Tuhan yang esa secara logis tidak ada kenapa, karena mereka menganggap setiap suku mempunyai dewa, yang kemudian setiap suku itu berlomba untuk memuaskan tuhan mereka masing-masing. Di sini tentara zionis penjajah merasa bahwa Yahweh menghendaki mereka bertempur untuk tanahNya melawan suku arab inferior  yang berdewakan Allah. dapat dipahami kemudian pelecehan terhadap masjid, pembakaran Al Qur’an , penggambaran Nabi SAW dan sebagainya. Cara ini dalam perang suku primitif menurut Rodinson berlaku efektif, karena bertujuan untuk menjatuhkanmmental lawan, dan pasukan Amerika di Guantanamo atau pengahncuran masjid di Gaza di pahami dalam konteks itu. Kenapa ? mereka tahu muslim fanatik akan tersinggung dengan hal itu. Sekali lagi dunia modern masih dijiwai masyarakat masa primitif dengan semangat tribal !!!

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: