Januari 15, 2009

Perang Gaza Ulangi Drama 10 November 1945

Posted in Aksi Teroris pada 8:59 am oleh kusumahk

        Drama perang yang sudah ditabuh kaum imperialis rasis zionis israel sudah berjalan dua pekan, dan semakin buas. Angka korban kerakusan Tuhan  Yahweh ( dewa  petir bangsa Midian) haus darah versi zionis yang melaksanakan ajaran Ulangan 7:2 ini sudah tembus angka seribu. Dunia segera menitikkan simpatinya untuk Gaza. Di dunia Islam, segera ramai pengobaran semangat jihad, penegakan khilafah, negara Islam, tulisan tentang khaybar bermunculan. Israel dilambangkan sebagai pihak penguasa yang berperang atas nama agama, dan perang khaybar dan deir Yassin pun muncul lagi dalam ingatan umat Islam sejak dari Maroko sampai Merauke.

        Indonesia , negeri terbesar umat Islam segera hiruk pikuk mengrim uang, obat, do’a dan sebagainya, sampai masuk dalam khotbah Tv, dan sebagainya. Asep Sobari, aktivis Islam, penentang Yahudi ( ingat : bukan zionisme !) segera mengutip Talmud ( yang katanya !) untuk menunjukkan kejahatan ajaran Yahudi ( persis gaya Alauang Anak Bayang dan Robert Spencer menunjukkan kejahatan Islam).

         Sejarah pengepungan sebuah kota dengan  pembantaian etnik tidak hal yang baru di dunia. Ingat Roger Garaudy yang berseru, ” Barat adalah pencipta pertumpahan darah terbesar  dalam sejarah”, sekali lagi monumen peradaban dengan isme besar ( di sini zionisme) melahirkan darah.  Pada masa revolusi Indonesia dulu pun juga terjadi hal yang sama.

        Pendaratan sekutu ( baca Inggris) dengan alasan menegakkan hukum ( baca: melanggengkan supremasi imperialisme Eropa) mengancam masyarakat Surabaya yang ingin merdeka. Sekutu yang ingin melucuti senjata arek2 Suroboyo ditolak mentah2 ( ingat model pelucutan Amerika terhadap Irak) oleh arek Suroboyo.

         Segera di bulan Oktober 1945 pasukan sekutu terdesak oleh apa yang mereka sebut ekstrimis teroris ( jadi sebutan teroris itu tidak hal yang aneh, memang arek Suroboyo anak cucu teroris !!!). Pembunuhan Brigadir Mallaby ( pangkat di atas kolonel) makin membuat bangsa beradab Inggris marah terhadap para pengacau teroris coklat pesek ini. Inggris mengundang pemimpin republik ke Surabaya  untuk menenangkan teroris Surabaya ini. Sukarno, Presiden (nasionalis), Amir  Syarifudin( marxist , kristen protestan)   menenteramkan suasana, tapi apa lacur suasana tegang tetap berlanjut. Hawa panas mesiu sudah menggairahkan “teroris2 ekstrimis” itu dan tentara “beradab” Inggris “yang ramah”.   Soekarno jengkel sehingga menyebut arek2 Surabaya sebagai ” gendeng”, tapi Ruslan Abdulgani , Dul Arnowo cs cuma mesem.Inggirs akhirnya menghajar Surabaya selama 3 minggu dalam sebuah “perang”. Perang ? Menurut arek Subaya perang sesungguhnya adalah bulan Oktober sementara November adalah pembantaian !!!, Inggirs hanya bantai dari tanjung Perak , dengan infantri terbatas ! 

         Dunia Islam saat itu simpati terhadap Surabaya. Mesir, dan Saudi yang Islam menganggap arek2 Suroboyo berjihad karena laskar Hizbullah-sabillillah. Negara2 sosialis mengecam pembantaian itu. Belgia dan Belanda memahami langkah Inggris yang menghukum teroris Surabaya. Fakta menunjukkkan bahwa seruan jihad NU dan ulama sampai Jombang dengan lasykar Hizbullahnya, juga didukung oleh lasykar Pesindo yang marxis dengan kepala perangnya Ruslan Wijayasastra ( yang kemudian terlibat PKI 1965), juga BPRI dengan komandannya Bung Tomo yang idelogi BPRI dekat dengan Tan Malaka, nasionalis kiri, atau juga kelompok yang lebih kecil Barisan Banteng yang nasionalis. Kepala operasional perang 10 November adalah Soemarsono , seorang Kristen Protestan Jawa yang menganut Marxisme ( terlibat dalam PKI 1948). Dul Arnowo dan Ruslan Abdulgani adalah para nasionalis tulen. Tetapi yang lucu dunia Islam saat itu meneriakkan jihad hanya karena Indonesia muslim!, persis dengan banyak orang Belanda dengan pasukan KNILnya yang membela imperialisme mereka hanya karena Kristen. Hal ini menunjukkan betapa dangkalnya pemahaman itu. Jelas pasukan Inggris menghajar kampung, masjid, pesantren dan rumah penduduk. Sekali seruan Allahu Akbar Bung Tomo yang BPRI menggelorakan semangat arek2 Surabaya bahkan apabila ia Marxis.

       Ahmed Shahi Kusuma melihat pola yang sama dengan perang Gaza saat ini . Dalam 2 Minggu hiruk pikuk perang Gaza menjadi nyala bensin bagi semangat jihad melawan Yahudi  di Indonesia, seperti yang dilihat dari buletin Hizbuttahrir, Ismail Yusanto atau juga Asep Sobari. Sudah seribu orang syahid, dan terus bertambah melihat kekejaman rasis imperialis Israel, tetapi perang Surabaya yang tidak seimbang itu yang berlangsung selama 3 minggu membuat orang Surabaya  kehilangan 16.000 orang, 16 kali lipat korban Gaza !!!  Ini korban imperialisme Inggris yang menganggap menegakkan ketertiban melawan teroris Surabaya !

         Sekali lagi perang Surabaya dan perang Gaza adalah perang demi kemerdekaan, ketika digeser ke arah perang agama hanya akan menambah duka ,inikah wajah Tuhan ?

2 Komentar »

  1. […] Ditulis dalam Lingkungan dan Pembangunan, bigot pada 4:30 am oleh kusumahk         Dua hari terakhir ini Jawa Pos ,Surabaya meliput sebauh aksi  demo di bulan Ramadhan , yaitu meminta pertanggungjawaban atas ulah Jawa Pos yang memuat artikel  tentang pemprofilan tokoh pemberontakan PKI 1948 dan sekaligus komandan lapangan peristiwa 10 November 1945, Sumarsono atau Soemarsono ( Saya, Ahmed Shahi Kusuma sudah menulis banyak ttg peristiwa 10 November dibandingkan dengan perang Gaza di https://ahmedshahikusuma.wordpress.com/2009/01/15/perang-gaza-ulangi-drama-10-november-1945/ ). […]

  2. rommy said,

    zaman perang dunia 2-3 hingga skrg masih berlanjut dimana surabaya – negri palestina perebuataan kekuasaan jajahan kelompok zoins ada bukan hjanya di palestin .Indonesia masih di jajah sampai skrg dimana kaum zoins ingin menguasai harta kekayaan alam bangsa indonesia harus malu dan buntung mari bangun negara komunis di bumi indonesia


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: