Januari 23, 2009

Orang Bijak Bayar Pajak vs Negara Bejat Sikat rakyat

Posted in Anarkisme pada 7:01 am oleh kusumahk

          

                                   

                    Sedikit negara dengan anugerah kemakmuran alam tetapi penuh dengan orang paria seperti Indonesia ini. Birokrat negeri  ini terlalu angkuh untuk menundukkan dirinya bagi kaum  miskin. Feodalisme adalah akar dari sifat pemiskinan terhadap bangsanya sendiri ini.

           Andai  Karl Marx dengan analisa sosialnya yang tajam terhadap historisme  yang deterministik, dan dengan latar belakang industrialisasi Eropa yang memilukan sebagai latar teori kerakyatannya, apakah lagi apabila ia meilhat bagaimana miskinnya orang Indonesia, yang orang2 kayanya banyak dari memungut uang dari keringat rakyatnya yang papa tanpa bondo ( zonder kapitaal).

        Kapitalisme yang dikritik oleh Marx di Eropa adalah”masih baik” karena karena para kapitalis itu masih mengakumulasi modal mereka melalui efiensi kapital, pemutaran modal,dan sebagainya, tetapi para kapitalis tanah air kita menggunakan uang rakyat dari retribusi, pungutan, pajak, dan yang dahsyat hutang luar negeri. Itu yang saya maksud dengan kapitalisme tanpa bondo/modal.

           Sesungguhnya orang miskin kita adalah orang2 yang sangat mandiri. Tanpa bantuan birokrat yang sering mengatasnamakan mereka, dana yang digunakan atas nama mereka ,apabila ada maka para birokrat melakukan sunatisasi . Orang miskin hanya akan berhubungan dengan negara melalui retribusi, kolektif Pembayaran Pajak Bumi, proyek untuk luar negeri,  dan sejenisnya. 

                             Gambar di bawah menunjukkan air bersih dan fasilitas  mck adalah barang mewah, yang jauh dari gambaran sinetron kita

                          

        Anggaran Negara saat ini yang 1000 triliun lebih banyak untuk belanja sehari2 ( nya siapa ?),sementara kita semua yang menanggung semua biaya itu, dan apalagi negara giat melakukan NPWP isasi, yang tujuannnya melakukan proses pengkayaan negara, dan baca pemiskinan rakyat !

        Semboyan orang bijak taat pajak adalah persis cara penjajah Belanda mengganyang rakyat inlander melalui tanam paksa yang beragam komoditas, cengkeh, pala, lada, beras, atau kopi. Seharusnya negara bersyukur dan berterimakasih pada orang swasta, terutama petani,dan entrepreneur yang bisa hidup tanpa memakan APBN, dan diberi jasa apalagi para TKI ( baca: khusunya TKW) , mereka sesungguhnya pahlawan yang tanpa dibayar APBN, dipisahkan dari keluarga, dihina di luar negeri, dan tanpa tanpa tanda jasa seperti karnaval anak Taman kanak Kanak model TNI kita yang serba gratis, entah naik kereta, bis, rumah sakit bebas, apalagi ke tempat tertentu, dengan fasilitas mobil.

         Siapa yang membiayai DPR kita ?, militer kita, yang tidak ada pekerjaanya itu ! Negara aman dan jaya justru bukan karena militer yang kuat ( lihat Swiss, Singapura) tapi karena mentalitas kebersamaan dan entrepreneur kita. Sarekat Islam kita telah membuktikan itu ! Sedang saat ini birokrat kita menjajah kita dengan seabreg pajak, dan aturan.

          Memang NEGARA BEJAT SIKAT RAKYAT, sudahkah anda bayar NPWP anda saat ini ????

1 Komentar »

  1. LinggaYoni said,

    gerakan Samin tolong diposting donk Ahmed !, itu kan salah satu anarkisme Indonesia !


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: