Januari 29, 2009

Amerika dan Islam,Bagaimana Bereaksi ?

Posted in bigot pada 6:33 am oleh kusumahk

                 

                        

 

  Salah satu  tema utama dari pidato Obama adalah relasi Amerika dan dunia Islam. Bagi Ahmed Shahi Kusuma ini hal yang menarik karena pernyataan itu menunjukkan seakan- akan ada sebuah negara yang bernama Amerika meiliki masalah dengan sebuah agama yaitu islam,atau sebaliknya Islam tidak memiliki masalah dengan siapapun tetapi dengan Amerika.

          Tema yang cukup menantang ini jelas dipicu dengan “konflik” antara “Islam lawan Amerika “. Benarkah ?

           Kalau anda tanya pada aktifis Hizbuttahrir atau MMI dan sejenisnya di satu sisi atau Robert Spencer, Alan Dershovitz, paul Wolfowitz, atau Samuel Huntington, maka jawabannya ya. Kedua pihak dalam bahasa John Esposito saling menyetankan satu dengan yang lain.

          Tetapi kalau anda tanya pada orang macam Noam Chomsky, Michael Wolffe,  atau bahkan Sgt Taha Ayman yang mati di Irak dari pasukan Amerika dan sebagainya tentu tidak. Bagaimana harus memandang ?

          Sesungguhnya pemerintah dan rakyat Amerika tidak memerangi Islam !, dan sebaliknya Islam tidak memerangi Amerika. Raja Saudi dan kerajaan saudi serta ulama Salafi semacam almarhum Bin Baaz adalah orang2 yang paling saleh dan taat terhadap Amerika. Amerika bahkan dianggap sebagai kafir muaahad  yang melindungi tanah suci muslim sedunia dari jarahan kafir syiah Iran yang sesat atau baath Saddam yang sekuler ( kalau dibalik bandingkan dengan perlindungan terhadap warga Kristen Mesir oleh Umar r.a. pada waktu melindungi mereka dari pembantaian Bizantium yang sama2 Kristen). Amerika dan Saudi bahkan melakukan kerjasama untuk membangun “Islam” lewat Bank Syariah City bank atau Standard Charter Bank Syariah dsb. Bahkan muslim sebagaimana agama manapun bebas diekspresikan di Amerika. Amerika lah yang mendukung Kosovo merdeka, mengirim tim ke Kurdi muslim agar tak dibantai Saddam ( ingat di Kurdustan tahun1990an, orang2 Kurdi memanggil Bush senior sebagai Haji Bush !), bahkan partai Masyumi di Indonesia minta bantuan    Amerika dalam peristiwa PRRI, bahkan yang ekstrim Isa Anshari, tokoh radikal masyumi melalui Front Anti Komunis meminta dana dana Amerika ! 

            Amerika dibaca oleh para aktifis Islam tahun 1930an ke bawah adalah negeri segar, egaliter dan maju ( siapa setannya ?  Inggris yang terutama, Belanda di sini, dan Prancis di Afrika).  Problem muncul kemudian setelah Amerika terus membantu Israel ( tentang lobi Yahudi perantauan di James Petras, dapat dilihat di marxist Abis)

           Amerika kemudian disetankan oleh muslim ( mungkin agaK terlambat daripada orang Vietnam,Chili dan Castro !)

           Muslim yang manis,yang dipenuhi harem, rempah, pasir indah Casablanca dan Taj Mahal segera diganti dengan citra jenggot danAK 47 di mana-mana. Media massa dan Hollywood semakin membakar kisah itu. Pekik demokrasi Amerika akhirnya sama mengerikannya dengan jihad. Gambar Khomeini ( kemudian Osama) menjadi gambaran muslim menggantikan playboy macam Ali Agha Khan penakluk Rita Hayword, sementara banyak orang muslim suka menggambar Amerika dengan Bush, tank Israel-Amerika, dan Coca Cola adalah setan !

                Ahmed Shahi Kusuma menikmati film2, musik2 Amerika tetapi tidak suka Amerika karena memaksa demokrasi model satu arah, sebagaimana MMI dan HTI menerjemahkan Islam, Robert Spencer dengan mitos Islamnya, maupun PKI dan Stalin dengan versi marxismenya sepihak!

            Membaca mitos2 di atas, tampak jelas  bahwa kepentingan imperialisme politik Amerilah yang menjadi motif Amerika yang seakan-akan melawan Islam. Seberapa persenkah orang Islam tahu bahwa di saat puncak penyembelihan muslim Bosnia oleh Serbia, Saddam yang dielukan oleh muslim yang lain saat itu bersama-sama bekerjasama dengan Milosevic melawan Amerika ! Ahmed Shahi Kusuma menyesalkan bigotisme yang makin dikembangkan kedua sisi semakin menjadi trend, sementara dialog adalah kelemahan dan penghianatan !

1 Komentar »

  1. akbar said,

    Dialog masih memungkinkan Mas Ahmed , karena aq percaya dengan tampilx pemimpin baru Amerik, yakni Obama yang kebetulanya perna tinggal di Indonesia.Tinggal masalahnya bisakah kelompok masyarakat dipisahkan dari kaum gila dari kedua pihak ?


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: