Februari 11, 2009

Onani : Sejarah Dan Dialektikanya

Posted in agama, Lingkungan dan Pembangunan, Uncategorized pada 1:11 am oleh kusumahk

        Negara kita yang mengklaim sebagai bangsa relijius ini telah berhasil menciptakan undang2 anti pornografi dan pornoaksi. Pornoaksi yang dilarang di antaranya adalah onani atau masturbasi.

       Onani atau dalam bahasa Indonesia lama dikenal sebagai merancap di negara ini dianggap melanggar hukum karena dianggap bertenagan dengan nilai2 hukum bangsa ini yang semakin lama semakin berusaha menampakkan citra “relijius” yang justru menurut  Ahmed Shahi Kusuma menunjukkan kepentingan kelas semata. Alih2 Undang2 anti pornoaksi dan pornografi itu efektif membasmi apa yang mereka sebut sebagai kerusakan moral, malahan menjadi dalih dalih pembenar bagi gerakan fasisme untuk memberangus kebinekaan seperti kasus jaipong dan jilbab-isasi di Sumatra barat, di sisi lain malah juga melanggar hak privat seseorang untuk menyalurkan hasrat seksualnya, di dalam hal ini onani, yang bagi mereka yang masih bujangan ( mahasiswa, atau SMA) menjadi alternatif paling aman dari segala macam penyakit kelamin pun di persoalkan.

       Kata Onani berasal dari kata Onan , seorang tokoh yang muncul dalam Kitab Perjanjian Lama Kejadian 38:7-10. Di situ dikisahkan tentang Er , anak sulung Yehuda yang memiliki istri, (yang pasti cantik montok), Tamar. Karena Er , jahat dan dibunuh Tuhan, maka Onan menggantikan tugas itu, agar punya keturunan yang dinasabkan ke kakaknya.waktu menyetubuhnya bekas kakak iparnya yang montok itu, rupanya Onan ingat sang kakak, akibatnya ia tumpahkan spermanya ( yang merupakan benih kehidupan dari Tuhan) keluar ( ke recyle bin..he..he.he).

         Kisah ini rupanya yang menjadi pemantik ide kata onani, bagi siapapun yang mengikuti langkah Onan, yaitu mencari kenikmatan seksual tetapi tanpa” memasukkan” spermanya kepada tempat yang semestinya ( buang pada tempatnya).  Di kalangan kristen maupun Islam kemudian juga melarang hal ini. Menurut Ahmed Shahi Kusuma letak dasar pemikiran ini adalah bahwa hubungan seksual dalam tradisi agama tidak hanya pertautan daging semata, akan tetapi pada aspek prokreasi yang diangap penting bagi Tuhan. Aliran Mormon, misalnya sangat menekankan jumlah orang yang banyak, yang tentu ada karena proses prokreasi itu. tetapi Ahmed Shahi Kusuma ingat bahwa dalam salah satu bab Ihya Ulumuddinn  karya Imam Ghazali disebutkan bahwa meniduri budak ( yang dianggap halal) diperbolehkan untuk tidak menumpahkan pada tempat semestinya ( tentang beragamnya fatwa islam tentang onani bisa baca dalam buku Yusuf  Qordhowi ” Al Halal wa Al haram fi Islam)

         Di luar lukisan Johann Nepomuk Geiger yang berisi erotisme di biara, yang melukiskan seks model onani di segala tempat ,sesunggguhnya adalah kemunafikan besar apabila negara kita mencampuri hak preferensi seksual seseorang. Ahmed Shahi Kusuma menggarisbawahi bahwa  ketika pelarangan ini hanya akan memicu  munafikisme dan penindasan kelas baru model pendekatan marxisme. Nantinya para tuan2 kaya saja yang memiliki  hak beristri lebih dari satu bsia menyalurkan hasrat daging libidonya, sementara yang kere, mahasiwa yang belum berpenghasilan disuruh puasa, jika tidak diancam neraka, denda, dan dipenjara karena onani !

7 Komentar »

  1. semar mendem said,

    memang bangsa ini senang dengan urusan esek-esek dan hal-hal kecil yang lain, yang semestinya tidak dipusingkan karena masih banyak hal lain yang lebih penting. Usul si semar pilih hari dan tanggal untuk onani seindonesia.Jadi pada hari itu seluruh orang indonesia dilarang onani. Samakan sengan hari aids dupaya kita tidak ngesek bebas. Biar Semar ikut menghayati makna onani.

  2. LinggaYoni said,

    Onani menjadi tabu, gara2 pemuasan seks diasumsikan dengan lingga dan yoni tok. Bagaimana dengan tangan misalnya? karena biaya hidup pasca nikah tinggi, dan pelacuran beresiko penyakit.
    Sudah sepantasnya masyarakat tahu bahwa seks dan orgie tidak diurusin oleh orang lain yang merasa sok mengerti orang lain !

  3. LinggaYoni said,

    Mumpung bisa onani………………………Just do it !!!!!!!!!!!!1

  4. Melchior said,

    Menurut gw, walau dilarang gw tetep onani, ngapain jg negara ngurusin onani segala, lbh baik gmn harga bensin turun, korban lumpur lapindo

  5. Ahmed Shahi Kusuma said,

    Setuju…………….Bung !

  6. Saya tidak menikah dan saya melakukannya serta saya menikmatinya , saya tidak merugikan siapapun dan pastinya aman dari penyakit , betapa lucunya pemerintah/agama masuk ke dalam dunia khayal saya dan mengatur apa yang boleh dikhayalkan dan tidak , bukankah onani sangat berkaitan dengan ilusi ? kalau gitu bentuk saja pemerintah dalam mimpi !

  7. kamar cewek said,

    kalo boleh aku katakan sih ya, kita sudah di fasilitasi dengan berbagai cara dan alasan, jadi tergantung kita mau milih jalan terbaik mana yang mesti kita lakoni termasuk cara meredam syahwat kita. betul?


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: