Februari 20, 2009

Perlunya Kesadaran Kelas Di Indonesia Saat Ini

Posted in Anarkisme, Marxist Abis pada 6:53 am oleh kusumahk

                Gambar di atas tidak dibuat dengan simsalabim untuk sebuah prasangka. Lihatlah tanah air kita saat ini. Sebuah negeri dengan sumber alam melimpah yang dibelenggu oleh kekuasaan asing ( dalam sektor keuangan,pengolahan sumber alam, budaya hedonis dsb), dijejali dengan dongeng dongeng kebijakan palsu para agamawan kosong yang hanya menentramkan kelas tertentu, antagonisme agama atau ras ( prasangka etnis China, sesekali perang di Maluku), dan karnaval kosong militer, IPDN,serta gambar skandal birokrat dan dewan. Di atas itu semua , beban itu diserahkan kepada rakyat dengan pajak, retribusi,anggukan yes untuk membakar massa atas nama Tuhan, atau partai dan perorangan.  Chomsky telah mengutuki para intelektual pengamin penguasa korup. Ali Syariati menyebutnya sebagai para Bal’am dan Haman bagi Fir’aun.Sementara Musa lesu karena piring kosong……

        Lembaga – lembaga anarkis terus digerus bak belanda menggerus  Taman Siswa, Kapankah kita sadar bahwa kita telah terlau banyak memberi makan para birokrat,militer, wakil rakyat kita ??? Sementara kesadaran kelas belum muncul , meski lapar dan dispossesi terus membelenggu kita ?

7 Komentar »

  1. wong ateis said,

    @marxisme dan sosialisme yang menentang kapitalisme bagi saya seperti segerombolan kijang yang menyuruh harimau dan singa untuk sama-sama makan rumput… hahaha…

    Pak maaf, dalam hal ini saya berbeda pendapat… bagi saya itu adalah hukum alam.. yang kuat akan memakan yang lemah..

    thank’s..

  2. Ahmed Shahi Kusuma said,

    Lho….wong ateis belum memahami tah maksud Marx ?
    Justru Marx mengajarkan bahwa moralitas adalah ajaran borjuis untuk melanggengkan kekuasaan. jadi pandangan anda sama dengan Marx !
    Marx mengatakan bahwa selamanya akan ada penindasan karena kaum bermodal ( Harimau dan Singa) akan terus tidak mau makan rumput, maka sang kijang harus bersatu menghilangkan harimau itu…..
    Sebelum Marx, pimpinan gerakan sosialis seperti Robert Owen dll, bahkan para pendiri agama adalah sosialis, cuma berada pada level utopis, utopis karena bukan berdasar hukum alam rimba seperti yang anda sebutkan….
    Untuk itu Marx menyebutnya sebagai Sosialaisme Utopis, suatu sosialisme yang mendasarkan pada moral kebajikan ( seperti kata anda memaksa Singa memakan rumput), maka Marx menyebut ajrannya sebagai sosialisme ilmiah ( scientific socialism) yang mendasarkan ajarannya pada gerak hukum alam, seperti kata anda, maka Marx ingin agar kijang bisa makan rumput dengan tenang dengan mengeliminasi singa !
    Salam pembebasan !

  3. LinggaYoni said,

    mimpi, itu kata yg ada di benak saya saat saya membaca resep DR. Karl Marx.
    Kenapa masih ada yg mau pake resepnya klo ternyata ga bisa nyembuhin penyakit. mungkin dulu itu resep yg manjur tpi bisa ga resep itu diterapkan sekarang

  4. wong ateis said,

    @Pak Ahmed anda berkata : …… “( Harimau dan Singa) akan terus tidak mau makan rumput, maka sang kijang harus bersatu menghilangkan harimau itu…..” …..

    Apakah itu bukannya menolak hukum alam itu sendiri. Itu sama halnya anda memotong tali rantai makanan (kalau dalam hukum alam). Tidak bisa demikian. Itulah hukum alam Pak… yang kuat akan bertahan hidup.. dan yang lemah pasti akan tertindas.. dan sebagai kaum proletar harus bisa menerima hukum itu.. jika tidak.. MAKA… buatlah sistem sendiri.. pabrik sendiri.. negara sendiri.. yang didalamnya adalah orang-orang proletar itu sendiri…

    JADI jangan pernah paksakan kaum kapitalis untuk mengikuti sistem anda… itu sama halnya dengan pemaksaan serta penjajahan terhadap hak kaum kapitalis….

    Buruh itu ya pak… suruh buat pabrik sendiri dengan modal mereka sendiri… jangan revolusi dan merubah paradigma gitu… gak bisa itu…!!!

    Kalau ibaratnya rusa atau kijang… suruh buat hutan sendiri yang gak ada harimaunya… jangan suruh harimau atau kijang itu makan rumput… pemaksaan itu namanya… emang harimau ama kijang pengikut budha apa??? hahaha….

    Salam…..

  5. wong ateis said,

    pembetulan : jangan suruh harimau atau kijang itu makan rumput… pemaksaan itu namanya… emang harimau ama kijang pengikut budha apa??? hahaha….

    Menjadi :
    jangan suruh harimau atau singa itu makan rumput… pemaksaan itu namanya… emang harimau ama singa pengikut budha apa??? hahaha….

    Salam Kebebasan (Kebebasan itu identik dengan liberalisme, sedang sosialisme adalah persamaan)

  6. Ahmed Shahi Kusuma said,

    Tenks atas komentarnya…..
    Nah anda kan belum memahami pandangan Marx. Marx ( sang kijang ) justru ingin hidup dalam sebuah hutan yang asri dengan rumput hijau tanpa singa, dan itu justru menegaskan hukum alam. Dasar dari itu adalah dialektika materialisme. Jadi bukannya kijang yang harus pindah dari hutan itu ( Indonesia) tetapi mereka yang menghisap rakyat yang harus “tahu diri” ( baca: ditahudirikan), jadi singa yang harus terelimnisasi. Neeri ini sudah terlalu banyak gembel yang terus diperas oleh rakyat, untuk mendanai perut dan kelamin yang tidak ada urusannya dengan si gembel ( baca buku Sukarno,” Di bawah bendera revolusi, tentang ulang tahun 50 taun kematian Marx,kata Sukarno, teori Marx sulit bagi yang hidup enak, tapi si apar memahami betul rti Marxisme !, itu kata Bung karno lo, bukan saya)
    Jadi bukan si gembel yang mengalah, lalu mungkinkah si singa mengalah , ya nggak lah….., maka kata Bung Karno,”Tidak ada revolusi yang jatuh dari langit !”
    Liberalisme yang anda maksud sama berarti kita menonton hubungan pemerkosaaan di depan mata kita, lalu kita sibuk memberi komentartentang gaya menungging sang pemerkosa atau dari samping tanpa memberi justifkasi ?
    Marxisme memberi kita pemahaman,bahwa jika kita bukan gadis itu, setidaknya kita membela gadis itu ,dan syukur memberi sisir atau apapun bagi harga diri dan senjata melawan sang pemerkosa.
    Salam Pembebasan, bukan Salam Komentator !

  7. rakhmat sirajudin said,

    cak mat berkata ; hai.. bagi yang belum pernah membaca tentang karlmarx secara menyeluruh dan mempraktekkan bagaimana pandangannya marx maka janganlah persepsi negativ dulu dong..marx juga seorang ateis notok plus proletar dan nabinya kaum miskin njedok..! kamu tau ga dia adalah pejuang dan pemikir sejati…kwkwkwkwkwkw….kalo ateis dan memandang kehidupan jangan setengah-setengah. teori-teori karlmax saat ini telah terbukti walau banyak yang menentangnya….!


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: