Maret 5, 2009

Sutan Syahrir : 100 tahun Kini

Posted in Anarkisme, Marxist Abis pada 3:22 am oleh kusumahk

        Salah satu tokoh pergerakan kebangsaan kita yang kurang dikenal masyarakat luas ini genap berusia 100 tahun jika beliau  masih hidup. Ahmed Shahi Kusuma berpikir bahwa keterkurangan pamor Syahrir bagi bangsa ini jelas karena pengaruh rezim fasis Suharto karena beberapa hal. Pertama, Suharto menyukai mitos kepahlawanan bersenjata ( baca : tentara yang mendirikan republik ini ), maka pemikir dan pemain biola macam Syahrir bukan pahlawan. Kedua, ide- ide Syahrir yang berdasarkan pada Marxisme dan Sosial Demokrat  serta anarkisme itu adalah musuh rezim Suharto yang beraliran kanan fasis, maka setiap ide kiri bahkan semacam Syahrir itu pun harus dibasmi. Ketiga, ide2 Syahrir yang menggoda para intelektual untuk berkerumun dan berdiskusi dengan gaya liberal jelas mengganggu otoritas sang maha fasis Suharto yang cuma kenal seragam dan satu komando.

        Sesungguhnya apa sih warisan si ” Bung Kancil” buat kita?

Ia seorang yang kecil secara fisik tapi besar secara jiwa. Tidak tampan laksana jendral2 atau Soekarno, dan juga tidak pernah menyembunyikan kekagumannya terhadap model baju barat,dan musik barat, tokh Syahrir memiliki pengagum di kalangan Marxis liberal  Indonesia. YB Mangunwijaya, Romo kita yang nyentrik menulis tentang Syahrir dalam jurnal Prisma tentang  mengapa Syahrir  membela Indonesia ( Hindia),” Simpatiku terhadap perjuangan bumiputra ini jelas,karena posisinya yang underdog. Aku berjuang untuk orang2 ini  karena  sejarah bangsa ini yang terlunta-lunta, tertindas, bangsa ini underdog .”

        Jelas dari sini kita lihat, Syahrir adalah anak durjana dari peradaban Mackaulay ( barat). Dididik barat, menikmati makanan, musik,pakaian dan beratus-ratus karya sastra barat di kopernya, Syahrir menyerang balik penjajahan Belanda di tanah air orang miskin ini.Seakan- akan Syahrir berkata,” OK, anda mengajari saya revolusi Prancis, narkisme, Marxisme, Sosial Demokrat, dan demokrasi Yunani, nah sekarang praktekkan apa yang anda ajarkan..!”  Jelaslah imperialis Barat sewot sama si kecil berbaju bule ini. Syahrir dan Hatta dan semua orang Marxis lainnya dibuang ke Digul. Orang semacam Syahrir ini bukan orang yang tahu berterimakasih bagi Belanda yang beradab.

          Di saat para penentang Belanda karena dasar nasionalisme semacam Sukarno, KH Mas Mansyur menerima kedatangan Jepang dan semua institusi BPUPKI serta PPKInya, maka tokoh2 marxis Indonesia,entah itu dari kelompok Syahrir maupun komunis Amir Syarifudin menentang  Jepang fasis. Seakan sudah meramalkan kejahatn fasis Jepang yang sama buruknya dengan imperialisme Belanda, para Marxis Indonesia dengan gigih tetap menentang Jepang. Jepang tidak ragu untuk mengancam hukuman mati bagi pra Marxis anti  penghisapan manusia itu. Beruntung juga jepang segera menyerah, dan Sukarno ada di lembaga jepang sehingga tokoh Marxis lepas dari hukuman mati.

        Di masa revolusi jelas sudah, para Marxis terpecah menjadi marxis internasionalis kolot yang berinduk pada Amir Syarifudin, Setiajit,Muso cs yang berakhir di Madiun, yang menyeruduk semuanya. Pengikut Marxis nasionalis Tan Malaka yaitu Sukarni,Adam Malik,Pandu Kartawiguna dan juga pendukung Syahrir pun diserang. Ide Syahrir yang menyatakan bahwa sosialisme adalah kemakmuran bagi semua orang, bertentangan dengan para marxis ortodoks dalam PKI yang menganggap bahwa sosialisme berarti kemakmuran bagi proletar semata. Akhirnya PSI nya Syahrir digambarkan sebagai para marxis dansa- dansi, berdiskusi berat berjam -jam tanpa solusi praktis ( hanya Stalin yang bisa konkrit dengan Gulagnya atau Israel dengan pembantaian Gazanya), para intelektual yang ber onani dengan pongah sementara rakyat kelaparan. Sebentar bung, kemudian bukankah memang intelektualisme bukan produk instan berpikir tanpa tradisi , yang hanya mengulang bangun bangunan kristal yang rapuh, sehingga ide direduksi menjadi slogan gagah kosong berdarah darah ???? Bukankah tanpa merenung dalam hanya akan menjadi simplifikasi kaum bigot ? Dan itu yang dipahat oleh  Stalin,George Bush, Zionisme, ide Pakistanisme, Kahanisme, dsbnya ? Setidaknya Syahrir sudah mendahului Sartre dalam kekagumannya terhadap Soviet, lalu muak karena Stalin. Syahrir sudah ada sebelum Sartre, Habermas, Rodinson, Tariq Ali,Chomsky mengkritik Marxsme satu khilafah !

        Di sini rupanya peranan Syahrir dan gengnya. Ideologi apapun punya dua sisi, satu bau anyir darah dan satu segar mengalir bagi semua orang. Coba kita hindari cara berpikir dua sisi Suharto yang fasis kolot yang menyamaratakan semua marxis dengan lubang buaya,dan para marxis ortodoks yang menganggap Syahrir dan PSI nya sebagai Marxisme Salon ( dalam bahasa Pramudya yang anti Syahrir)!

4 Komentar »

  1. Romy said,

    Syahrir tidak berarti apa-apa karena partainya tidak merakyat, kalah jauh dengan PKI ataupun NU. PSI adalah segerombolan intelektual yang tidak membumi. Benar kata Pramudya tentang mereka, gimana Mas ?

  2. Ahmed Shahi Kusuma said,

    Tenks, komen anda. Mungkin anda benar, tetapi yang saya kagumi adalah bangunan tentang “pencairan” ideologi itulah yang menyegarkan sehingga marxisme tidak selalu berdarah2, kalo anda mengukur kesuksesan tokoh dari popularitas seperti PKI. Tapi komen anda bagus !

  3. estananto said,

    Setuju bung. Sekarang karena orang Indonesia gampang iba pada “korban”, anak2 muda tertarik pada ide “buruh berkuasa rakyat sejahtera”, yang menurut saya ide paling goblok yang tentu dikritik Syahrir dan juga Hatta. Bahkan Soekarno pun sebenarnya bukan tipe komunis diktatur proletariat itu. Mengapa orang Indonesia tidak tertarik pada ide sosialisme jalan tengah Syahrir, saya tidak tahu. Bagi saya Syahrir tetap alternatif paling baik ketimbang neolib dan komunis goblok. Salam kenal.

  4. ahmed shahi kusuma said,

    @Estananto
    salam kenal juga, dan trima kasih atas kedatangan di blog kiri macam PSI ini!


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: