Maret 11, 2009

Taslima Nasreen dan Lajja

Posted in Agama Pembebas, Serba Anak Benua India pada 9:28 am oleh kusumahk

 

                       Seorang ibu Bengali muslim dan banjir

           Saya mendapatkan buku Lajja dari seorang mahasiswa saya, seorang mahasiswa jurusan sastra JepangMenurut  saya buku itu bagus. Sejak lama saya tidak menyukai suatu negara yang didirikan atas dasar agama tertentu ( seperti Israel,Saudi, atau Pakistan) karena bagaimanapun itu justru mengurangi nilai keuniversalan agama atau ideologi itu sendiri. Justru itu kemudian saya menemukan simpati luar biasa terhadap Indonesia dan Bangladesh. Kedua ini adalah sebuah negeri yang berusaha membebaskan dirinya dengan cita-cita membangun demi anak cucunya , meskipun akhirnya sering terengah-engah karena salah urus.

           Di sini mungkin letak pentingnya Taslima Nasreen. Wanita penulis ini sering digambarkan dalam majalah Sabili atau sejenisnya sebagai kaki tangan zionis, dan bahkan oleh wikipedia sendiri dianggap sebagai bekas muslim. Hal ini  bagi Ahmed Shahi Kusuma adalah ironi, apabila hal ini terjadi maka deretan bekas muslim bisa bertambah dengan Fatima Mernissi, Amina Wadud, atau Irshad Manji dan bahkan NawaL El Sadawi ( yang justru mengidolakan Nabi SAW). Para pendukung Jamaati Islam misalnya menuntut hukuman mati terhadap Taslima Nasreen dengan asumsi mengingkari Qur’an. Ngomong apa sih taslima sehingga kaum fasis Islam itu marah terhadapnya ?

       Di buku Lajja rupanya Taslima  menjelaskan bagaimana orang bisa menjadi megalomania gara2 solidaritas yang tak berujung. Gara2 kaum gila Hindu India menghancurkan masjid babri pada tahun 1990an, kaum muslim Bangladesh terbakar solidaritasnya dengan membunuh dan membakar  warga sedarah, sejenis warna kulit, sebahasa, yang berbeda agamayaitu  bangsa Bengali yang Hindu di Bangladesh. Secara detil memang  Taslima menjelaskan tentang peristiwa2 memalukan atas nama Islam itu dalam menindas orang Hindu di Bangladesh, sebangsa mereka yang melawan imperialisme Pakistan islamis pada perang kemerdekaan tahun 1971 yang melakukan genosida ( atas nama Islam) pada bangsa Bengali.

        Taslima pantas kecewa, karena tentu dengan peristiwa2 itu menunjukkan bahwa pada tingkat komunalisme agama begitu mudah menjadi alat pembakar kebencian……

       Kalau kita mengecam zionisme karena rasisme dan imperialismenya, tidakkah kita perlu juga mengecam tindakan keji muslim terhadap umat Hindu di Bangladesh ? Apakah darah seseorang lebih murah karena beda kulit, agama, atau ras tertentu ?

11 Komentar »

  1. Abu Najib said,

    Bung Ahmed, seperti yang anda katakan bahwa peristiwa itu terjadi karena umat Islam di India dilukai duluan oleh pemerintah Hindu India. Sebenarnya justru orang muslim kan yang menjadi korban keberangasan Hindu itu. Jadi anda yang masih mengaku muslim, jangan sekali- kali memutarbalikkan fakta, yang menjadi korban umat muslim, lalu malah anda memmbela orang kafir Hindu. Fa anta minhum ! wallahua’lam

  2. Ahmed Shahi Kusuma said,

    Jazakallah atas komennya akhi….
    Saya sendiri katakan bahwa pembantaian baik atas nama Islam, zionisme, Stalinisme dan sebagainya sama jeleknya. Kalau anda menuduh bahwa saya melupakan peristiwa Babri, anda keliru. Justru dengan cara begitu kita tidak bisa memotong rantai dendam manusia atas nama hal suci ( Tuhan !).
    Anda menyebut saya, fa anta minhum ( Hindu), hanya karena memuji Taslima yang menentang pembantaian Hindu atau bahkan muslim di Bengali ?
    Lalu bukankah anda bagian dari Jenderal Tikka Khan ( jenderal Pakistan) yang membantai saudara muslimnya di Bangladesh tahun 1971 ?, dan bukankah sekarang muslim Darfur dibantai bukan oleh zionis, tapi oleh muslim lainnya, lau bukankah anda menarik pajak saat ini dari saudara mulsim anda Idnsonesia yang kelaparan, bukankah anda drakula ?

  3. Abu Najib said,

    Wahai Ahmed, cecunguk Yahudi, anda rupanya perlu belajar Islam banyak. Anda tidak memahami sejarah Islam. Peristiwa Darfur itu buatan misionaris kristen dan propaganda zionis untuk mengaburkan fakta ukhuwah Islamiyah. Mengapa anda begitu anti kepada saya yang memang menjadi PNS di Departemen keuangan ? Perlu anda ketahui Ahmed, pajak adalah halal, dfan diperlukan demi membiayai negara.
    Ahmed, kekacauan berpikirmu karena kamu mengikut pola sesat pikir zionis, yang takut pada khilafah islam !

  4. Ahmed Shahi Kusuma said,

    Terima kasih atas komennya, akhi ! Abu Najib, saya jelas takut dengan khilafah Islam , sebagaimana saya takut dengan zionisme, komunsme Stalin, Suhartoisme, dan lain2 ideologi yang mudah memuncratkan darah….
    Dan segitukah pemahaman Islam anda, yang menghalalkan darah Darfur dan bengali muslim demi satu khilafah , saya tidak menemukan perbedaan anda dengan Stalin san Hitler yang pro satu khilafah !

  5. Abu Najib said,

    Bung Ahmed, masalah utamanya adalah tiadanya iman anda terhadap apa yang ditulis dalam Al Qur’an dan Hadis Nabi. Apakah anda beriman tidak dengan apa yang diturunkan dalam Al Qur’an. Islam adalah ajaran yang lengkap. Anda sesat pikir menyamakan Islam dengan Al Qur’an dan Hadis sebagaimana zionisme. Kalau anda betul betul beriman kepada Allah SWT, maka anda harusnya paham bahwa semua kejadian di muka bumi akan beres dengan adanya hukum Allah, karena Allah yang lebih mengetahui manusia, kita tinggal mau tidak melaksanakan, dan jika kita ingkar berarti anda , saya dan kita semua bukan muslim …
    Bung Ahmed,tidakkah Islam sudah terbukti benar dengan hancurnya komunisme dan kegagalan kapitalisme Amerika yang krisis sekarang. Kebetulan saya beberapa bulan yang lalu dari Amerika, dan memang mereka merindukan Islam. Hanya Islam yang memberi kebahagiaan lahirbatin manusia karena sesuaidengan fitrah. Coba pkir Bung, semakin anda mengingkari Islam , maka semakin sesatlah manusia

  6. Hadi said,

    Bung Ahmed dan bung Najib, mohon maaf seandainya saya mencoba menengahi pemikiran anda berdua, kalau menurut saya bung ahmed tidak perlu takut akan berdirinya sebuah negara islam, walaupun pada dasarnya tidak ada konsep nation state dalam islam, yang ada adalah konsep kekhalifahan seperti pada sejarah kekhalifahan islam yg ada, aturan islam sendiri menjamin hidup kaum minoritas yang ada pada satu kekhalifahan seperti pada zaman nabi melalui piagam madinah, kejadian diatas (pd kisah yg anda sampaikan) menurut saya tentu saja salah..dan untuk bung abu najib tidak perlu memberi tanggapan terlalu reaksioner, karena pada dasarnya setiap pertikaian (melalui rentetan peristiwa didunia ini) memiliki target yang hampir sama yaitu ideologi dan agama. Mulai dari Fsisme Nazi, Itali dan Jepang, Kemudian komunis dan hingga saat ini perang pemikiran Kapitalis dan Islam. Apakah semua itu murni hanya karena perbedaan ideologi dan agama? itu yang mungkin perlu kita kaji lebih lanjut…

  7. Ahmed Shahi Kusuma said,

    Tenks Hadi atas komennya, lebih bagus juga sebagaimana Akhi Abu Najib, anda berikan juga kiranya pada saya, alamat blognya…..

  8. luat nainggolan said,

    @ Abu Najhib, saya mahasiswa STAN, sekarang semester 5, tkt 3, mudah-mudhan ntar penempatan di Pajak dan satu kantor dengan anda…
    hahahahaha….

    @ Ahmed, pemungut pajak merupakan golongan orang pertama yg menerima Kristus 2000 tahunlalu…

    kalau ga ada pajak, ga da pembangunan donk..
    hehehehe…..

  9. ahmed shahi kusuma said,

    @Luat
    Wah sekarang, anda sering maen ke blog saya ya.Trimakasih …..
    Cuma sampeyan sama Mas Abu Najib, misterius, gak ninggalin blognya, kenapa????
    Saya pluralis muslim yg dengan keyakinan penuh percaya bahwa agama apapun memiliki yang hak sama untuk diterima Tuhan, bukan masalah taktis atau strategis…..Nah Mas Abu najib tidak bisa merima pandangan itu, ya bebas saja lah, bagi saya…cuma bagi saya itu justru merendahkan Tuhan itu sendiri.Itu posisi saya memandang agama. Di sisi lain pandangan politik saya adalah seorang anarkis dan sosialis. Coba sampeyan cek dulu arti keduanya…
    Di bidang ini lagi2 saya tidak bisa ketemu dengan Mas Abu najib, karena posisi dia (dan sampeyean) jelas bukan mewakili kelas sosialis, dan tidak berpandangan sosialis atau anrkis. Coba lihat wkipedia atau tulisan2 saya ttg marxis dan anarkisme.
    Anda dan Abu najib hanya berpikir bagaimana mendapatkan uang dari rakyat, bedanya apa dengan penjajah Belanda??? Sori nih!!!
    Saya gak paham , bagaimana rakyat ditarik pajak utk hal2 yg tidak berhubungan dengan mereka misal pembelian mobil mewah menteri, padahal negeri lain menterinya sederhana??? Dana Pembangunan bisa dari mana saja..Bung!
    Benarkah Matius mengikut Yesus justru terus menjadi penarik pajak, apa justru meninggalkan kerjanya yg menghisap rakyat????
    Yesus adalah teladan anarkis bagi saya………..bukan kelas penghisap rakyat http://riro-theologiapublica.blogspot.com/2009/01/bukan-fundamentalis-islam-bukan-zionis.html
    Itu blog pendeta Protestan pluralis yg juga sosialis, dan saya lebih merasa nyaman daripda Abu najib yg fasis gitu.
    hayo………….jangan2 saya lebih mengikuti Kristus daripada sampeyan!

  10. luat nainggolan said,

    mengenai masalah jika uang yang diperoleh DJP itu mengalir ke tempat yang tak seharusnya bukanlah tanggung jawab fiskus/pemungut pajak.

    saya paham orang luar punya stigma negatif tentang orang2 pajak.
    tapi stelah adanya renumerasi dan modernisasi yang dilakukan di departemen kuangan dibawah pimpinan sri mulyani,,
    saya berani mengatakan bahwa zaman jahiliyah di DJP(dirktorat jendral pajak) sudah berlalu.
    meski disana sini masih ada yang membangkang,,
    namun sudah sangat berbeda dibanding tahun 90-an.
    saya kira untuk masalah tekhnis modernisasi di DJP saya dan mas abu lebih mengerti..
    hhehehe…

    waktu pemungut cukai bertanya pada yesus apa yang harus mereka lakukan
    jawabannya sederhana saja..

    pungutlah sesuai yang ditetapkan, jangan memungut lebih…
    saya kira profesi ini jika dilakukan dengan jujur bukanlah sesuatu yang salah.

    btw bahasan kita sudah mnyimpang ini..
    hahahaha..

  11. ahmed shahi kusuma said,

    Bang Luat..makasih banget setia ngunjungi blog ini terus!
    hayo sudah mengunjungi blog Pdt. Rodolfus Antonius belum???

    Nah kan , sekarang sampeyan ada kepahaman, bahwa ada kesamaan agama antara sampeyan dan Pdt.Rodulfus, tapi secara kelas anda cocok dengan Mas Abu najib…
    la saya lebih takut dengan Mas Abu, yang ngomong abstrak dengan saya, sementara saya kelas proletar lebih sreg ngomong misale bagaimana harga rumah murah (seperti Kuba), atau kelangkaan air dan beras, daripada Yesus jalan satu2nya atau gak lewat Islam masuk neraka, abstrak jauhhhhhhhhhhhhh bung!!!


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: