April 1, 2009

Kristen Kerala: Sebuah Kristen Tanpa Dosa Barat

Posted in agama, Serba Anak Benua India pada 5:16 am oleh kusumahk

 Diana Maryam Kurien,artis Kristen Kerala

         Tebak: Mereka ini Kristen,Hindu,atau Muslim ya ??? Jawab : Kristen

         Kristen di Kerala adalah kisah yang unik, seunik negara bagian Kerala itu sendiri. Kerala yang di negara kita dihubungkan dengan pantai malabar ( ingat martabak malabar yang dibawa para muslim moplah ke Melayu) menyimpan berjuta pesona kebudayaan.

       Di sini sejarah tradisi umat Hindu ( macam2 grup),Muslim(macam2 sekte),Kristen ( beragam ajaran) dan bahkan Yahudi Cochin bisa hidup berdampingan secara damai selama ribuan tahun. Kenapa ?

    Ahmed Shahi Kusuma punya pandangan. Pertama,karena sejarah India sendiri ( umat Hindu) yang punya tradisi inklusif,yang tentu kita patut berterimakasih, dan kedua karena justru orang sederhana itu yang mencintai keragaman, bukan orang2 agamis jaman sekarang yang duduk manja di depan komputer dan terus memonopoli Tuhan sambil merendahkan ajaran yang lain. Ya kesederhanaan….! seserhana gambar di atas.

          Di Indonesia,dan banyak tempat ( Eropa, USA,Arab) dsb terjadi sindrom akut dikotomi barat-timur. Di citra dunia Islam, dan HIndu, agama Kristen dilambangkan dengan barat yang imperialisme,penyebar Kristen dengan paksa dan sebagainya ( demikian juga sebaliknya penyetanan islam atau Hindu adalah lumrah di kajian Kristen putih dan pendukungnya ini. Hal ini “lumrah” karena kita tidak pernah mendengar Kristen lain tanpa warna barat yang tidak berlumuran dosa Westerling, Pizarro,Cortez dsb. Kristen2 di Palestina, Etiopia,Armenia dan Kerala adalah contoh itu !

      Gereja di Kerala tidak tumbuh dengan penghinaan terhadap ajaran Islam dan Qur’annya atau penyembahan Dewa2 HIndu dan ajaran nrimonya, tetapi justru dari menjadi bagian dari India itu sendiri. Gereja Kerala tumbuh bahkan dari masa St. Thomas, bukan dari daki jahat “ajaran Kristen” Portugis atau Belanda. Konon, dalam buku Lonely Planet   edisi tahun 1980an ( saya punya), Portugis kaget ketika mendapati orang2 penyembah Yesus “yang lain” dan tidak mengenal Paus pada abad ke 15 ! Persis sebagaimana perang salib,orang” Kristen” ( baca Eropa !) membantai muslim atau Kristen asal berdarah Arab, karena Kristen yang aneh !

       Akhirnya kata Asoka dalam pilarnya,” SIAPA YANG MENGHINA AGAMA ORANG LAIN BERARTI MENGHINA AGAMANYA”, justru kita perlu belajar dari kaum sederhana buta huruf Kerala itu daripda kesalehan kota yang berwujud gereja Evangelis Kharismatik ( yang tidak kenal tradisi) ataupun muslim macam HTI,MMI, atau FPI !

9 Komentar »

  1. lovepassword said,

    bukan orang2 agamis jaman sekarang yang duduk manja di depan komputer dan terus memonopoli Tuhan sambil merendahkan ajaran yang lain.

    === Hi hi hi , kamu lagi mau nyindir siapa sih?

  2. Tenks komennya, saya juga suka anda kok. Yang saya gak suka tuh, orang2 macam Gereja2 Kharismatik dan Jihadist2 Wahabi itu. MUngkin dunia lebih damai tanpa Yesus yang mengerikan macam Pat Robertson, atau Islam tanpa Osama cs. Mereka itu menurut saya hanya manja di depan komputer tanpa tau sejarah agama yang dah ribuan taun deri polapikir manusia,dan memandang islam langung Kuran Hadits ( tanpa pemahaman sejarah) atau Kristen langsung Bible tanpa sejarah kanon gereja, akibatnya ya fundamentalis tiu, produk manja dunia komputer !

  3. lovepassword said,

    Fundamentalis sih fundamentalis, tapi hubungannya sama duduk manja di depan komputer apaan?🙂 Perasaan bukannya fundamentalis itu sudah ada sejak jaman komputer masih jaman batu. Internet apalagi, hi hi hi. Tapi fundamentalis yang anti internet juga banyak lho. Saya rasa itu masalah teknis pemanfaatan media. Bisa dipakai positip bsa negatip. Bisa juga selotip. Tul nggak? ???

    Eh jangan-jangan kamu itu agnostik fundamentalis juga. Hi hi hi…..-

    Aku kenal banyak manusia antik : Adit si wong2ateis itu yang blognya nggak pernah diupdate, Daeng F yang memilih bersemedi, Karl Karnadi yang sopan tetapi galaknya minta ampun. Aku disembur berkali-kali . Dan entah kenapa sekarang blognya dipemikir bebas tdk bisa dikomentari. Mungkin saking dongkolnya ketemu aku.😦

    Coba kamu jalan-jalan juga ke sana.

  4. Ahmed Shahi Kusuma said,

    Setuju banget !!!! ( tentang teknologi & juga komennya)
    Kalo saya sih..( dan saya yakin juga anda) kan kayaknya eklektik…Jadi ambil sana ambil sini, saya percaya (lihat di about) bahwa kebenaran adalah ikhtiyar terus menerus, nah fundamentalisme agama di sini(indonesia dan di manapun) terjebak pada pola bigot.
    Bigot nih kan gampangnya artine fanatik ngeyel ( yo opo ora ?), salah satu cirinya adalah mengangkat tinggi ajarannya dan merendahkan ajaran orang lain dengan kelemahan manusiawinya….maka, jujur tidak aneh macam blog milik imankristen.wordpress atau wong ateis hanya berisi semangat Dante dalam menggambarkan muhammad dan Islam dalam wajah paling buruk, yang diulangi oleh mereka itu lewat kopipaste faithfreedom. Saya tidak tersinggung dengan Salam Rushdie (yang sastra), tetapi sangat prihatin dengan model faithfreedom dan gengnya (Robert Spencer cs). Nah si imankristen itu (coba di cek di tentang saya-punyanya, dengan bahasa Inggris yang bego..its mean,just called me dst, waktu jawab temannya ) itu aja menunjukkan bagaimana tingkat intelektual si bigot ini…( dan saya sama sekali tidak percaya ia katolik Roma, tapi pasti dari kelompok Pantekosta,Injili,Bethany,Bethel dst…) yang bawaannya bigot membabi buta….salah satu kolega saya Dr.Simon Sira Padji ,seorang Katholik Roma lulusan Filipina jelas berbeda dengan si bigot imankristen itu..Coba ia mengaku Katolik dalam arti am dan Adven…padahal ???
    Di kelas yang saya ajar, mahasiswa muslim sering saya beri tugas membaca Hindu,Budha,Kristen,yahudi dengan perspektif insider plus kebajikan agama yang diteliti dan mahasiswa non muslim melakukan yang sebaliknya, dengan itu mahasiswa tidak merasa superior dengan agamanya.
    tenks atas tulisan anda tentang “berduduk manja di komputer”, maksud saya kan begini ( mungkin saya salah !), saya punya “asumsi”(padahal ngejudge..he.he.he…), bahwa banyak anak bigot radikal adalah mereka yang tidak terdidik dalam tradisi agama mapan plus kuliah ilmu hard sciences…..tidak bersosialisasi dengan lingkungan dan suka mengirim orang lain ke dalam neraka lewat internet.
    Komen2 anda di imankristen bagus….trus aja bung !
    Salam

  5. Alfonsius said,

    Mas Shahi, tulisan tentang Kristen di Kerala menyegarkan saya. Pada dasarnya memang kita dilahirkan pada posisi kebudayaan sesuatu. Saya semakin memahami banyaknya perbedaan dari tulisan -tulisan anda. Semoga kita semakin beroleh hikmat yang tulus.

  6. Ahmed Shahi Kusuma said,

    Tenks, juga atas komennya Bung Alfons. Ini Alfons yang mana ya…..?
    KIta masih terus belajar Mas Alfons untuk berendah hati tidak menghakimi agama orang lain.

  7. efaproditus said,

    ya benar sangat mudah kita mem branding suatu kelompok dengan sudut pandang yang kita miliki dari ajarn kita… saya punya harapan suatu saat nanti singa jantan tidur bersama dengan rusa, mesin2 perang akan digantikan menjadi alat pertanian dan semua agama akan duduk bersama menyembah satu Tuhan dalam kedamaian. slm kenal ahmed

  8. abi said,

    mari kita saling menghargai satu sama lainnya. jangan saling membantai. namun demikian tak ada salahnya bila kita saling mempelajari kitab dari agama lain. kalau berkenan silakan kunjungi web saya. thanks

  9. ahmed shahi kusuma said,

    @efaproditus
    Tenks atas kunjungannya. Moga2 apa yang anda harapkan memajukan semangat kita semua untuk mengikis mesin2 perang itu….Salam kenal juga
    @abi
    Saya berterima kasih karena kunjungan anda ke blog saya.
    kadzalika ana…… saya dah melihat blog anda
    Saya menghargai blog seseorang, meskipun saya tidak berarti setuju dengan blog itu…
    maassalam….


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: