April 15, 2009

Jejak Sneevliet

Posted in Marxist Abis pada 1:25 am oleh kusumahk

    

Tokoh radikal internasionalis  (1883-1942) ini adalah seorang yang mewarnai kisah sejarah perjuangan bangsa kita. Sebagai anak muda idealis yang diusir dipaksa  keluar dari negerinya Belanda, karena aktifitas2 kerakyatannya, ia terdampar di Hindia Belanda yang kemudian menjadi ladang persemaian gerakan perjuangan kelas. Mula2 ia sampai di Surabaya dan bekerja pada sebuah lembaga penerbitan. Di sini ia bertemu dengan teman2 Belanda atau indo-belanda  yang karena satu atau lain sebab menjadi sangat kecewa dengan pemerintah kolonial, semisal Bergsma, yang merupakan peranakan indo, dan beristri pribumi. Ia adalah anggota pasukan marsose yang dikirim ke Aceh. Menyaksikan bahwa ia habis manis sepah dibuang oleh pemerintah kolonialis, maka ia sangat kecewa, dan ikut gerakan kerakyatan ( persis kata Marx;Tiada orang lahir sebagai Marxist)….

        Sneevliet membentuk sebuah organisasi kerakyatan yang berorientasi pada Indonesia merdeka.Organsiasi itu adalah ISDV (1914), yang anggotanya proletar dan intelektual kerakyatan, baik itu pribumi ataupun indo dan Eropa ! Luar biasa, dalam ideologi Marxisme lah orang tidak ditinjau dari ras, agama, kadar intelektual, dll tetapi komitmen pada rakyat tertindas. Salah satu kemampuan Sneevliet adalah membentuk serikat buruh kereta api ( baik pribumi atau Eropa) yang sering dihajar pemerintah kolonialis Belanda. Jelas Belanda kebakaran jenggot dengan “penghianat” ini. Ia diusir pada 1918 segera setelah revolusi Rusia,tapi ide2nya telah tertanam dalam semangat anak2 muda Hindia seperti Semaun cs. Radikalisasi ISDV hingga menjadi PKI kemudian menjadi arus sejarah yang tak terelakkan yang tercermin dalam peristiwa 1926. Sneevliet sendiri  dibunuh tentara Nazi pada tahun 1942.

      Apa yang kita pelajari dari Sneevliet. Ya… keteguhan akan ideologi. Tanpa perlu takut omong kosong pahala dan gondoruwo, ia melawan fasis imperialis sampai ajal menjemputnya. ia juga mengajari bahwa bangsamu, negaramu jika salah ya salah, bukan slintat slintut atas nama nasionalisme kemudian menjadi fasis. ya ia membuka mata hati kita bahwa seorang pembela Indonesia merdeka tidak mesti  Diponegoro,Sudirman, Imam Bonjol, tapi bisa seorang Belanda “kafir” ( 2 kali malah, satunya Kristennya dan  satunya komunismenya)……Dan sederet penghianat tidak mesti Bule atau kaki tangannya KNIL, tapi bisa juga residen2, wedana2, penghisap bangsa sendiri lewat informasi ke penjajah,memungut pajak untuk membayar birokrasi dsbnya. !

3 Komentar »

  1. lovepassword said,

    Sayangnya banyak pembela Indonesia yang kemudian terpinggirkan karena beda ideologi atau beda prinsip dengan penguasa. Tan Malaka, Sutan Syahrir, dsb

    Mestinya sih : Dalam kasus perjuangan. Siapapun harus dihargai. Artinya harus dilihat terpisah gicu lho.

    Kalo dalam satu sisi dianggap ada kesalahan ya itu dilihat, tetapi tidak lantas seakan ditendang hangus dihilangkan total konstribusinya pada bangsa . Lha perlakuan model gicu itu ternyata menular : Di jaman Soekarno banyak tokoh politik pejuang juga yang dipenjara tanpa pengadilan. Eh endingnya Soekarno sendiri juga mengalami tahanan rumah tanpa pengadilan di jaman Soeharto.

    Yang juga menarik untuk dilihat : Banyak dari kita berbaju anti fasis tetapi fasis-fasis juga dalam perbuatan. Hik hik hik….. –

  2. Ahmed Shahi Kusuma said,

    Bagus aku setuju, misale gaya2 Stalinis maupun Maoist dalam gerakan kiri juga banyak……Nah mungkin semangat Syahrir perlu dikembangkan tulgak ?

  3. rahmat said,

    ya..! kita ketahui bahwa perkembangan untuk pergerakan sosialisme/komunisme saat ini mulai tumbuh kembali. dimulainya kehancuran ekonomi kapitalisme amerika dengan krisis globalnya, maka sudah saatnya dunia ini berubah dan para sosialisme/komunisme muda harus maju untuk mengepakkan sayapnya dan menghancurkan para korporasi asing milik amerika yang ada didunia khususnya diindonesia.dan tak pulah kita juga harus mewaspadai kapitalis lokal yang saat ini dipimpin oleh sby=kalla menunjukkan bahwa indonesia saat ini belum lepas dari kapitalis barat oleh karena itu harus kita hancurkan juga. dengan menghancurkan para kabir lokal maupun kabir=kabir asing harus menggunakan kekuatan kaum buruh, tani, perempuan dan mahasiswa semuanya itu harus kita persenjatai senjata senapan mesin (m16, ak 47) dll.


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: