Mei 1, 2009

Hari Buruh: Bila Menjadi Hari Pembebasan

Posted in Marxist Abis pada 6:03 am oleh kusumahk

      Di Surabaya hari ini rencana ada pengerahan massa buruh besar-besaran. Rencananya mereka akan terpusat di gedung DPRD dengan total massa  sepuluh ribu buruh.  Gerakan – gerakan buruh progresif di tanah air ( minimal Surabaya) memiliki kesadaran kelas untuk memperjuangkan kepentingannya di negeri ini, sebuah negeri tempat perjuangan kelas menjadi sesuatu yang tabu.

       Buruh Indonesia mempunyai sejarah penindasan yang parah, hal ini diperparah lagi dengan kongkalilong  kelas birokrat dengan korporasi, yang sering dikipasi dengan sentimen ras atau agama. Ahmed Shahi Kusuma melihat bahwa dalam posisi nilai tawar buru yang rendah, pemerintah kita sering bertindak sebagai perpanjangan tangan korporasi, atau di sisi lain berlagak pahlawan dengan mengabaikan realitas relasi juragan dan jongos, misalnya tentang upah minimum.

       Contoh nyata yang mudah dari hal ini adalah sistem kontrak di satu sisi dan  sistem outsourcing. Sistem kontrak ( di Korea Selatan yang borjuis juga diperhalus dengan sistem pelatihan) lagi2 buruh memiliki nilai tawar rendah.Hampir semua profesi sekarang yang digelar oleh para borjuis memiliki gaya  kontrak abadi. DEngan resiko takut kehilangan kerja, maka sesorang tidak peduli akan terus terlibat dalam perbudakan modern ini. Belum  lagi sistem outsourcing. SEkarang ini apa lagi yang harus dilakukan selain demo ???

      Kaum buruh se Indonesia, harus memiliki solidaritas bersama. Dalam banyak hal kaum tani tak bertanah dan buruh sering berseberangan dengan rekan sesama buruh hanya karena kebetulan belum terkena perkara yang merugikannya. Hanya dengan sebuah persatuan yang kokoh kaum buruh dan tani bisa memperjuangkan kelasnya. Di sisi lain masyarakat harus dibangunkan dari tidur ilusi dunia Hegel, menjadi sadar akan harga diri kelas proletar atau murba Indonesia. Mereka harus disadarkan bahwa miskin dan kaya adalah kausalitas historisme materialisme yang berinti eksploitasi kaum tak bermodal.

       Dan celakanya, habis pemilu, tak ada lagi yang dekat dengan kaum buruh, melayani sepenuh hati kecuali mereka sendiri, dan intelektual organis !!!

5 Komentar »

  1. Pak Ahmed,

    Kami di Jakarta membangun sebuah jaringan, yang kami namakan Jaringan Aktivis Sosial Progresif, disingkat JProgresif, bekerja sama dengan LSAF pimpinan Pak M Dawam Rahardjo. Saya ketuanya. Apakah Anda mau bergabung, sedikitnya menjadi anggota milis kami? Jika mau, saya memerlukan alamat email anda; tolong kirim ke alamat email saya: ioanes27@yahoo.com.

    Salam,
    Ioanes Rakhmat

  2. ahmed Shahi Kusuma said,

    Pak Io, emailnya dah saya kirim. Saya tertarik dengan jaringan yang anda bentuk dengan pak Dawam. Saya juga mengikuti pemikiran pak Dawam juga sudah lama .

  3. Faisal said,

    di indonesia tidak akan ada keselarasan para buruh dan proletar selama pemerintahnya tetap berhaluan neolib. satu2nya jalan kalau ga Komunis ya Islam. apa saya salah?
    Onegaishimasu…..🙂

  4. ahmed shahi kusuma said,

    Faisal, anda mahasiswa saya ya (sastra Jepang)??? InsaAllah, kita bisa diskus selama KKN nanti. Tenks komennya..
    Kalau saya sih berpikir eklektik, dengan simpelnya penekanan pada spritualitas ( karena materi semata bukan jalan keluar), dan sosialisme juga perlu karena sering nilai relijius menjadi kedok bagi penumpukan harta benda kaum elit ( dalam hal ini beragama) pernah baca Machiavelli ????

  5. fuad said,

    @ahmed
    ya udah gitu nasib buruh, apalagi yang ada di luar negeri, sedangkan negara tidak ngurus rakyatnya, tapi gimana bisa narik pajak


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: