Juli 6, 2009

Dietrich Bonhoeffer

Posted in agama, Agama Pembebas, Anarkisme pada 8:27 am oleh kusumahk

Dietrich Bonhoeffer adalah salah seorang sarjana teologia Lutheran yang sangat terkemuka , yang mempengaruhi Ahmed Shahi Kusuma dalam melihat sifat religiusitas. Di Jerman kehidupannya telah difilmkan, dan karya – karyanya telah menjadi abadi bagi perjuangang keadilan dan kemanusiaan berdasarkan keluhuran ketuhanan dan kemanusiaan. Ahmed Shahi Kusuma mengenal nama ini dari seorang Romo Belanda Karel Steenbrink , seorang romo yang dedikasinya kepada nilai pluralisme dan kesungguhan untuk memahami kebajikan agama- agama di muka bumi ini tidak perlu diragukan lagi.

Pernah menonton film Valkyrie nya Tom Cruise ? Di film ini kalau anda ingat ada kejadian saat Hitler berkunjung ke Smolenk, Soviet, dan beberapa jendral wehrmacht terlibat dalam percobaan kup itu, maka pendeta Bonhoeffer tertangkap tidak lama setelah itu. Apakah ia terlibat ???

Ahmed Shahi Kusuma tidak perlu berspekulasi, tapi yang pasti pernyataan2  keras Bonhoeffer terhadap rezim fasis seperti Nazi, jelas membuatnya mudah dituduh murtad, bughat atau subversif. Ucapannya tentang perlunya berkata tidak terhadap rezim Nazi, dan analoginya tentang perlunya menolong orang yang kecelakaan di jalan dan kita tidak boleh cuma menonton kecelakaan itu tanpa berbuat sesuatu sungguh menarik. Manusia relijius bukanlah orang yang memonopoli Tuhan dalam pelukan puji2an hampa tak bergaung di sekeliling kita, tapi terlibat dan merasakan kehidupan Yesus yang otentik dalam kenyataan kerasnya hidup.

Coba tengok kata2nya tentang Yesus dalam konstruksi borjuis,” Orang2 buruh pabrik tidak bisa menjiwai Yesus yang telah bangkit dan bertahta (itu terlau jauh!-Ahmed SK), tapi para buruh akan merasakan Yesus yang hidup dalam kesulitan manusiawi yang hidup di tengah masyarakat.” Tema ini tetap melekat dalam masyarakat  proletar progresif yang merindukan keseimbangan antara kebutuhan material dan spiritual.

Bonhoeffer adalah orang yang praksis. Ia menganut paham tafsiran alkitab yang liberal. Ia tidak peduli tentang kebenaran kisah Adam, kemurnian tekstual Injil dsb, karena baginya itu adalah ide, tetapi yang penting adalah bagaimana kehidupan Yesus ( jalan penderitaan dan siap berkorbannya) dikonkritkan dalam kehidupan sehari – hari  ( bandingkan hal ini dengan pandangan eksistensialisme, model Sartre atau Marcel). Karena beratnya perjuangan “menjadi” Yesus ini, Bonhoeffer merasa bahwa, banyak pembajak Kristianitas pada masa Nazi, yang memberkati tentara Nazi dengan tulisan Gott mit uns untuk membantai komunis “ateis” Soviet. Bonhoeffer sampai berseru, “kita butuh  a religionless christianity”, dan yang aneh sang pendeta ini berseru,” Hiduplah seakan – akan tanpa Tuhan”. Kenapa ???

Religiusitas telah tereduksi   menjadi organisasi/ lembaga dan alat pengeksploitasi. Kebajikan ketuhanan telah diganti menjadi kebajikan menurut organisasi agama2. Dan Bonhoeffer yang liberal dan saleh, bukankah sebuah nilai yang universal ???

5 Komentar »

  1. lovepassword said,

    Wow, artikel yang menarik. Seperti biasa dimana-mana agama memang bisa jadi bemper kepentingan.

  2. Taufik said,

    Bonhoeffer pasti tidak suka dengan penginjil yang aneh aneh ya ? Berarti Bonhoeffer seperti JIL nya Kristen dong ?

  3. Tulisan yang bagus Cak…..
    kapan nonton film bareng lagi ?????
    Sudah dapat Days of glory belum. Aku barusan beli baader meinhoff. Seru Boss !

  4. Ahmed Shahi Kusuma said,

    Tenks komennya Bung. tentang filmnya Insya Allah !

  5. rahmat suradjudin said,

    @ahmed
    Pak , buku ku bioteknologi kan cukup pasbuat belajar ttg bahaya kapitalisme hewan dan tumbuhan yg dibentuk dengan rekayasa genetika


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: