Agustus 13, 2009

Sindrom Don Quixote

Posted in Lingkungan dan Pembangunan, Uncategorized pada 4:53 am oleh kusumahk

          

Salah satu persoalan bangsa- bangsa saat ini adalah menjamurnya radikalisme agama – agama. Di tanah air kita benih – benih kaum wahabi politik ( ada wahabi non politik) telah berbuah dengan menampilkan wajah aslinya yaitu teror yang mengancam  keluhuran nilai – nilai agama dan kemanusiaan yang kita pegang selama ini. Ahmed Shahi Kusuma menyebut gerakan – gerakan radikalisme skripturalis (jika memang ya, padahal mereka tidak sungguh2 skripturalis, karena toh mereka mengambil ayat suci seenak kebutuhan mereka sendiri) ini sebagai Sindrom Don Quixote.

         Masih ingat Don Quixote ? Tokoh yang digambarkan sebagai  self claimed knight ( hampir sama dengan para jihadist, yang merasa Indonesia punya problem perang suci !). Don Quixote lari ke sana ke mari mencari  musuh imajiner. Tidak ada siapa2 dan tiada apa2 memang, kecuali orang2an di sawah atau  windmill yang dikira giant. Orang2 menganggapnya gila. Dan memang begitulah ia.  Begitu juga para jihadist tanah air. Entah itu bernama nama dewa  angin Maruto, yang merasa kebelet jihad meninggalkan kenyamanan berjihad meneyembuhkan banyak orang sakit, atau Ibrohim sang flamboyan yang bergoda mainan bom. Di kalangan masyarakat nelayan Pasuruan bom bukan barang aneh , tapi untuk ikan (ini sih ekstrim juga), tetapi apakah para jihadis gila macam Don Quixote itu tahu kisah Don Quixote ?

          Di Indonesia para jihadis tidak sendiri, banyak orang gila teman berkacanya yang sejenis. Para Kristen Zionis Indonesia juga berbuat yang sama. Melalaikan fakta bahwa para serdadu Israel melakukan kejahatan yang identik dengan para jihadis, orang2 Kristen macam Baasyir yaitu Pdt. Gideon Sucahyo menganggap bahwa Israel berhak tanah di Palestina hanya karena tanah yang dijanjikan alkitab secara sepotong sambil mengabaikan pembantaian Eilabun ( desa Arab Kristen), atau fakta bahwa menyamakan Israel sekarang dengan penggenapan tanah suci adalah sama gilanya dengan meyetujui perbudakan pada abad ke 19 gara gara Kejadian 9:25  ( http://www.religioustolerance.org/chr_slav1.htm )

         Saya merasa semakin tidak nyaman ketika negara kita semakin dipenuhi pandangan – pandangan apokaliptik penggenapan nubuatan baik dari para Zionis Kristen ataupun Jihadis tanah air kita. Ajaran – ajaran daki agama baik dari wahabi Timur Tengah maupun Evangelis -evangelis Amerika.

      Biarlah mereka menjadi para Don Quixote hampa, bukan Socrates !

1 Komentar »

  1. lovepassword said,

    Sindrom Don Quixote? Keren juga istilah ini. He he he


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: