Agustus 26, 2009

Ateis

Posted in agama, Agama Pembebas, Anarkisme, Uncategorized pada 2:32 am oleh kusumahk

Salah satu pemikiran yang sangat ditabukan di negara kita adalah ateisme, maka orang ateis pun dianggap sebagai  orang yang perlu dipertobatkan. Ateisme dikenal sebagai ajaran yang menidakkan eksistensi Tuhan. Nah mungkin karena konsepsi Pancasila sila yang berketuhanan yang Maha Esa itu maka ateisme atau bahkan agnostik dipandang melawan ideologi negara.

  Jika ya, yaitu bahwa setiap isme yang tidak berprinsip berketuhanan yang Maha Esa harus dilenyapkan di Indonesia, bagaimana pula dengan ajaran BUdha Teheravada yangh agnostik terhadap Tuhan di tanah air, apakah bertentangan dengan  Pancasila ? Ahmed Shahi Kusuma jelas tidak menyetujui ajaran pelarangan ini karena dasar – dasar negara kita juga menghargai  pluralisme.

     Ateisme menjadi sebuah problem sejak dari jaman bahuela. Socrates adalah orang yang harus mati syahid ( ateis kok mati said) karena mengajarkan ateisme , tetapi benarkah ia mengajarkan ateisme ? hanya orang yang berpengetahuan dangkal yang percaya hal itu.  Socrates justru menghidupkan daya nalar kritis bahwa orang2 Yunani umumnya bukan menyembah Tuhan yang benar. Orang Yunani umumnya menurut Socrates menyembah tuhan yang bertingkah laku tidak pantas dalam posisinya sebagai Tuhan, semisal menggoda istri orang, menyetujui dan terlibat mabuk- mabukkan, memonopoli kebenaran sampai menghukum dewa Promotheus yang humanis.

   Kalau kita ingat tuduhan resmi atas Socrates adalah mengganggu dan meracuni masyarakat karena terutama jaran ateismenya. Tidakkah saya (Ahmed Shahi Kusuma), anda , kita semua ingat bagaimana nabi Muhammad juga dicurigai sebagai orang gila yang sesat karena mengkhotbahkan bahwa Lata, Hubal, dan Uzzah bukanlah tuhan yang benar. Buykankah formulasi dasar keislaman dimulai dengan proses penegasian ketuhanan,” Laa  Ilaa ha -illa- Allah”? tiada ketuhanan selain Tuhan itu sendiri, there is no deity but God Himself ???? Orang kafir Quraisy pasti berpikir bahwa Muhammad mengajarkan “laa Diniyah” ( sebuah konsep yang sekarang dianggap sebagai sekuler dalam bahasa Arab) !

       KIta bisa tengok pula bagaimana   Yesus adalah sesat karena melanggar tabu bagi kaum saleh Yahudi ( Yesus anti semit???). Dengan ajaran humanismenya ia menyebut, bukan Manuisa untuk hari Sabat , tapi Sabat untuk manusia ????

       Ateisme sebagai ide bisa salah bisa benar, sebagai kaum beragama bisa berdebat tentang keabsahan proses eskatologis tertentu yang mana yang benar, dan ateisme sebagai mana ide apapaun bisa menyegarkan bisa pula merusakkan kehidupan manusia secara spiritual maupun material. Stalin adalah ateis, tetapi Bertrand Russel dan John Lennon juga. Bunda Theresa percaya Tuhan , tentu pemahamannya berbeda dengan Pat Roberstson, Mohammad Roem muslim, tetapi Maruto juga muslim.

        Romo Steenbrink yang saya kagumi percaya bahwa seseorang tidak akan bisa menjadi ateis karena membaca buku Jean Paul Sartre tapi kalo gereja berfatwa  bahwa KB haram itu bisa jadi masalah.Akhirnya kita merasakan hadirnya TUhan dalam diskon barang- barang lebaran dengan iklan -iklan yang dibungkus baju koko dan jilbab atau di siang hari ketika di kantor kita tidak melakukan korupsi. Bonhoeffer berkata,” Etsi Deus Non Daretur”, hiduplah seakan – akan tanpa Tuhan, dan itu bukan ateisme. ia serahkan nyawanya untuk iman yang ia percayai. Tuhan tidak terletak di jubah- jubah relijius, iman terletak di amalan kita sehari – hari….

     Mubarak  Ramadhan kareem !!!

16 Komentar »

  1. Jejaka said,

    Tulisan yang mengernyitkan dahi Bang !
    Saya jadi ragu apakah sebenarnya yang dipahami orang tentang kata ini bisa beragam ya…
    Salut juga atas pandangan bahwa Esi Deus…. tidak berarti ateisme

  2. lovepassword said,

    Kalo kamu , kamu termasuk sesat apa nggak ? ( melet mode on ).

  3. ahmed shahi kusuma said,

    @lovepassword
    kalo ini tanggapan ente gimana ?
    http://ioanesrakhmat2009.blogspot.com/2009/04/soteriologi-salib-tidak-mujarab.html

  4. wong2ateis said,

    Iman bagi saya adalah dengan lantang menerima pembuktian empirisme dari sains. Selama umat teis di Indonesia menolak pembuktian keilmiahan dari sains. maka mereka adalah orang2 yang harus bertanggung jawab atas ketidak majuan teknologi dan sains di Indonesia ini. dan itu adalah dosa yang sangat besar yang harus di pertanggungjawabkan oleh mereka. bahkan tidak hanya mereka tetapi bahkan Tuhan merekapun harus mempertanggungjawabkannya.

    Ketidakmajuan dalam bidang sains di Indonesia ini tidak seperti yang di dengungkan oleh para ulama dan pendeta, yakni masalah ketidaktaatan terhadap Tuhan, juga bukan seperti yang didengungkan oleh kaum marxisme, sosialisme, bahkan komunisme, yakni masalah kemiskinan di Indonesia. Melainkan sudah amat pasti yakni agama. Agamalah penghambat terbesar dari ketidakmajuan teknologi dan sains di negara ini.

    Buktinya adalah, bahwa dalam setiap pengajaran evolusi, kimia, fisika, selalu dicekoki dengan embel2 kuasa Tuhan, penolakan evolusi darwin, meski diajarkan namun tetap saja kata evolusi diganti dengan proses penyesuaian diri atau alam. Ini adalah masalah besar yang harus segera diatasi.

  5. ahmed shahi kusuma said,

    @wong ateis
    cak…. saya justru berpandangan berbeda dengan ente.
    kalo sebab kemunduran peradaban manusia adalah karena kepercayaan terhadap Tuhan, dewa, en demit saya pikir itu keliru.
    pertama, apa yg ente maksud degn puncak peradaban dan beradab ???? Civilization and civilized people.. Standard apa yg ente pake ????
    Orang2 India bisa maju dan membangun sistem penanggalan justru karena percaya Dewi Sri
    Orang Mesir bisa membangun piramida jsutru demi keimanan mereka pada dewa2 mereka
    demikian juga dengan pembangunan Alhambra, Muslim Spanyol dan Basilika Santo Petrus yang megah sampe sekarang.
    Bukankah Borobudur kita yang indah bisa ada karena didasarkan pada keyakinan akan hari akhir ????
    Amerika Serikat yang bisa memproduksi bom nuklir, internet, kapal terbang, rexona, rumput sintetis, bukankah justru karena In God we trust ???
    Israel yang menembak orang seenaknya dan merampok tanah orang, bukankah justru karena keyakinan mereka dari kitab suci, sebagai umat terpilih dan menganggap orang lain ghoyim (keledai??)
    Bukankah orang2 Kristen Eropa pada masa penjajahan Eropa atas dunia aborigin justru menganggap Tuhannya lebih berkuasa dari pada tuhan orang aborigin, dewa2 Hindu dan tuhan muslim,dan ateisme Budhis dengan kemenyannya ????
    Kedua , bukankah negara dengan tingkat konsumsi energi (dalil antropolgi marxis tentang peradaban) tertinggi adalah Amerika Serikat yang makmur itu ? sebuah negara yang dipmipin yang Bush yang saleh dan menyerbu Iraq atas petunjuk Tuhan ??? justru bukankah Albania yang mengklaim sebagai satu2nya negara ateis di tahun 1967 sebagai negara termiskin di Eropa ????
    jadi kesimpulannya cak….tidak ada relasi antara kemiskinan dan peradaban dengan percaya pada Tuhan, demit atau dewa dewa…..

  6. wong2ateis said,

    @Yup Pak Kusuma
    Apa benar seperti itu adanya. Bukannya candi borobudur sendiri menurut kepercayaan hindu jawa bukannya di bangun oleh manusia melainkan Jin…???

    Pirramida juga demikian tak ubahnya dengan mitos borobudur.

    Kristen jelas dengan penolakan teori copernicus dan galileo.

    Islam apalagi yang mengharamkan teknologi.

    Parahnya, Teis liberal dan sekuler, dimana semua jerih payang ilmuwan dianggap sebagai penemuan Tuhan… ggrrrrrr… amaf saya ketawa soal itu.

    Jadi yang saya maksudkan bukannya kemiskinan karena kepercayaan adanya Tuhan. Melainkan ketidakmajuan Sains karena kepercayaan agama dan tuhan, yang tidak hanya menjauhkan manusia dari sains tetapi juga terjerembab dalam mitologi.

    Jadi ketidak manjuan suatu negara bukannya karena kemiskinan suatu negara, melankan kepercayaan agama dan Tuhan.

    Itu, Pak maksud saya. Thank’s. Nomor HP saya tetap pak, hanya hp saya jual, saya akan hubungi pak alex.

  7. ahmed shahi kusuma said,

    @Wong Ateis
    Nah itu dia…kan yang ente maksud spirit untuk menuju kepada perdaban ( atau bgi ente kemajuan teknologi)………
    Justru itu luar biasanya kan….orang yang percaya adanya (jin ,kata anda?) aja bisa bikin Borobudur, lha apa sekarang orang Albania (yg ateis secara resmi sampai tahun 1990an) bisa bikin candi atau apapun dengan teknologi seperti itu ???? mesir kuno dengan percaya ular adalah dewa bisa bikn piramida yg menakjubkan.
    Nih ya…….. kalo aku kan pada analisa kelas (sosialis, dan anarkisme) malah justru menyatakan bahwa teknologi bukan segala galanya…
    kalo ente mampir ke rumah tak tunjukin buku2 kiri yg menyatakan “bahaya” (sebenarnya sih efek samping) dari teknologi. Bahaya penggunaan melamin atau susu sapi dari rekayasa genetis, juga ikan salmon; itu bukan karena seseorang penganut ateis atau teis, atau agnostik, tetapi kepentingan pemodal kan ????
    Orang2 Yahudi yang bisa mendirikan israel dan kaya , bisa mengubah padang pasir menjadi pertanian, itu karena iman mereka akan taurat!!!
    Mereka ,yahudi saleh justru bisa membantai para ateis marxis seperti PFLP, Patrick Arguello, Ghassan kanafani, dan Baader mainhof….

  8. rindrah said,

    @WONG ATEIS
    Jika agama penyebab kemunduran manusia dengan bukti penolakkan teknologi dan ilmu pengetahuan contohnya evolusi Darwin. Menjadi pertanyaan saya apa yang menyebabkan darwin repot-repot mencari asal-usul manusia? bukankah ini bukti bahwa justru agamalah yang mendorong manusia untuk semakin tahu dan dari ingin tahu jadilah ilmu pengetahuan. Demikian juga Galileo dan Copernicus ngotot untuk menemukan apakah bumi yang mengitari matahari atau matahari yang mengitari bumi? Bukankah itu juga menunjukkan bahwa mereka ingin tahu siapa dalang dibalik semua ini? Jadi agama bukanlah penghambat berkembangnya manusia dan dari ukuran mana anda menganggap ini ‘dosa’? ukuran anda sendiri atau anda dapat referensi dari salah satu agama yang pernah anda anut sebelumnya?

  9. wong2ateis said,

    @Pak Kusuma
    Anda salah besar.. baca buku the end of science.

    Sains tidak pernah melakukan suatu keburukan bagi manusia, sebab bukan sains yang melakukannya tetapi kaum kapitalis. ketika kaum kapitalis membeli sains maka hasil dari sains telah di manfaatkan demi kekayaan pribadi mereka.

    @Rindrah
    Ya, memang senyatanya demikian adanya. Sains memang berangkat dari agama dalam memecahkan fenomena alam. Tetapi yang perlu kamu ketahui adalah asal usul agama tidak lain adalah sifat dari manusia yang berusaha untuk memecahkan fenomena alam. itulah awal terbentuknya tuhan2 alam, dan agama yang selanjutnya berkembang konsepsi ketuhanan tersebut beserta agama2 di dunis.

    tetapi bagaimanapun juga sains lah yang pada akhirnya berhasil memecahkan misteri fenomena alam semesta ini. meski keberhasilan manusia hanaya sebatas 1% saja. hal ini juga di akui oleh para ilmuwan.

  10. ahmed shahi kusuma said,

    @wong ateis
    he…he..he…
    Sekarang join ane ya… belajar marxisme sosialisme dan anarkisme…..
    Nah sekarang ente nyebutin bahwa penyebab kegilaan kerusakan sains adalah para kapitalis ( bukan ilmuwan “ateisme”nya, tapi efek sampingnya).
    Nah bukankah kerusakan agama juga bukan agamanya tapi para kapitalis dan para reaksionernya????

  11. lovepassword said,

    Sisi baiknya, sengaja tak tulis sisi baiknya sekedar memperkaya sudut pandang kita . Biar seru diskusinya. Masak setuju semua. Hi Hi Hi

    Sisi baik kapitalis saya rasa dia memajukan pengetahuan. Uang adalah candu paling cepat yang diinginkan manusia secara umum yah.
    Apa yang kita anggap sebagai peradaban kita sekarang, saya rasa diakui atau tidak adalah produk kapitalis. Kebanyakan pengetahuan praktis menjadi berkembang karena dimasalkan oleh para kapitalis. Kita tidak mungkin menghentikan paham kapitalis karena akan melawan aruskeras sifat nggragas manusia termasuk sifat nggragas kita sendiri ( setidaknya saya). Paling banter kita harus berupaya memperlambat itu semua. Mengurangi efek buruknya , terutama dari sisi ketidakadilan masyarakat

  12. lovepassword said,

    @ Ahmed Shahi Kusuma : Baru nyadar kalo kamu ngasih link. Ntar tak intip dulu deh.

  13. ahmed shahi kusuma said,

    @lovepassword
    Aduh terima kasih masih berkunjung ke sini… lama sejak hari raya en bencana Padang!
    saya sih juga Setuju dengan pandangan ente…..
    Sebuah ide harus terbuka dan eklektik…
    Sekali ide menutup diri yang terbuka malah adalah bigotisme, narrow minded dst……
    Contohnya ya yg ente sebutin itu dah bener….
    Coba ente cek di situs aktifis CPUSA , situs parte komunis Amerika Serikat, semboyannya keren
    begini ” Not for profit but nature and people”, tapi ya apa mungkin…
    lalu anak anarkis ( coba juga liat edisi wikipedia ttg Syahrir yang sosialis anarkis) juga sekarang menghidupkan semboyan ,” Crossaint est facile” ( pertumbuhan itu palsu)…, tapi apa ya memang begitu ??? sementara kita terus menyedot gas alam untuk memakan bandeng asap Semarang en soto madura ????
    Setuju, juga dengan ente, kita tidak bisa menghentikan kapitalis…………, maka ide kaku macam stalin apalagi Enver Hoxha yang ateis kaku, gak laku …..ya kita perlu eklektiklah,…
    malah tokoh sosialis kita macam Syahriri, Djohan Syahruzah dah duluan berpikir bahwa masyarakat sosialis Indonesia itu bergerak bukan untuk menghancurkan kapitalis, tapi sekaligus juga mendorong kelas proletar agar maju (coba cek juga ideologi ssosial demokrat di wikipedia), tapi ya … sekali lagi enak diomongkan, la prakteknya????
    memang kita harus eklektik, bukan untuk menghancurkan ide tapi untuk menegembangkan ide dasar itu..
    salam semanggi Suroboyo…..

  14. @ wong atheis: Tuhan gak butuh legitimasi lo untuk tetap eksis!😛 percaya enggaknya lo sama Tuhan gak pernah mencegah lo dari kematian😛

  15. d'santos said,

    Tuhan Maafkan dosa hamba2mu ini,

    awas nanti Tuhan tau lo…

    Tuhan Itu ada Bro…

  16. Alice said,

    @wong2ateis: ilmu tanpa agama pasti sesat sedangkan agama tanpa ilmu akan lemah, silahkan terjemahkan kalo anda emang cerdas. satu hal yang pasti Tuhan tidak butuh ibadah kita tapi kita yang butuh Dia, tanpa kita adapun gak ngefek buat Tuhan. Atas kuasa Tuhan manusia bisa lahir, hidup tumbuh dari kecil jadi besar, dari sehat jadi sakit bahkan kemudian mati. bukan kuasa mesin yang lahir dari Science. Dari diciptakan, sampai koit, mesin tetap mesin gak ada perubahan fungsi maupun ukuran. gw bersyukur bahwa gw bs menikmati adanya Tuhan dalam kehidupan gw


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: