Oktober 9, 2009

John Steinbeck:The Grapes Of Wrath

Posted in Anarkisme, Lingkungan dan Pembangunan, Marxist Abis pada 10:33 am oleh kusumahk

             Salah satu karya penulis yang sangat saya kagumi adalah Grapes of Wrath nya John Steinbeck. Di semester ini  selain Dubliners, mahasiswa semester 5 saya anjurkan membaca karya masyhur Steinbeck ini. Mungkin mahasiswa sudah ngalem dengan buku setebal 400 lebih halaman lebih. Ada beberapa poin yang menarik yang perlu digarisbawahi  dalam membaca karya2  Steinbeck. Pertama, Steinbeck adalah seorang humanis yang menekankan bahwa kesulitan2  manusia di muka bumi  adalah suatu keniscayaan. Kedua, selain kritikannya yang tajam terhadap kapitalisme, alienasi relasi manusia, dan sejenisnya tetapi Steinbeck sendiri tidak ingin menjadikan pemikirannya  sebagai   kebeneran mruni yang harus ditegakkan dengan alat pukul dan inkuisisi. Hal ini jelas berbeda dengan pemikir2 komunis yang bergabung dengan pemikiran realisme sosialis ( socialist realism) lihat http://en.wikipedia.org/wiki/Socialist_Realism  yang menekankan  bahwa karya sastra dan seni lainnya harus mewakili perjuangan kelas dan karya2  itu harus menjaga penjaga gawang melawan ideologi borjuis, yang dengan itu ideologi borjuis harus dibasmi, dan itu juga yang diikuti oleh Pramudya Ananta Toer dan Lekranya. Demi pemurnian ideologi, Pramudya, Bakri Siregar dsb menggempur kaum liberal, kiri mapun kanan sebagai kaum plintat plintut.  Ahmed Shahi Kusuma melihat bahwa  Steinbeck tidak memiliki hasrat pemukul paksa sepertu itu. Baginya menyampaian kesulitan hidup manusia dan dialektikanya, seperti terkena gempa, kerusakan alam, PHK, pengangguran , dsb adalah sebagai nilai pengusik bagi kaum kapitalis yang hanya mengedepankan untung.

 Grapes  of Wrath bercerita tentang   Amerika Serikat tahun 1930an yang mengalami depresi ekonomi. Para petani kecil seperti keluarga  Joad meiliki problem ketiadaan lahan,jagung dan tanpa uang. Mereka mendengar bahwa California adalah tempat yang menjanjikan. Di sana para petani memerlukan buruh pemetik hasil panen. Petani dari Oklahoma itu datang ke negeri tempat para petani juga stress karena melimpahnya buah sementara para petani tidak mampu menjualnya, akeran takut harga rendah, sehingga hasil panen harus dibuang. Petani membakar kopi dan jagung. Sejuta orang lapar.  Salah satu tokoh yang menarik dalam cerita ini adalah Casy, seorang pendeta yang kehilangan iman dalam penderitaan ini.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: