November 5, 2009

Anggodo, Maju Trus Koh!

Posted in Lingkungan dan Pembangunan, Uncategorized pada 7:46 am oleh kusumahk

         Semakin rame saja dunia infotainment kita dengan pertunjukan vulgar tanpa sensor dari para penegak hukum kita yang beradegan jorok dengan para cukong. Orang seIndonesia terhentak melupakan sensasi janda montok Kris Dayanti, atau perda rokok , dan fatwa haram facebook. Berita seputar keputusan MK yang berani mengekspose kebobrokan para penegak hukum kita jauh lebih menarik disaksikan,ditonton, dan dijadikan tuntutan.

       Saya (Ahmed Shahi Kusuma) justru melihat bahwa Oom Anggodo di sini yang paling “didholimi” (dalam artian sarkasme lo ya…), kenapa ???

       Karena dari dirinya kita justru tahu betapa bobroknya kelakuan orang2 yg kita bayar lewat beban pajak yg bejibun, entah itu pajak NPWP,beli odol, sabun (buat ngocok Miyabi,soale gak bisa nikah, mahal!!!), pajak STNK, PBB, sewa tanah surat ijo dll…….(yg kalo anda gak bayar anda berarti tidak nasionalis !!!)………

       Trima kasih kita harus ucapkan pada Koh  Anggodo, meski ia “rela” jadi cacian maki orang seIndonesia (malah ada yg gila dgn pandangan picik rasis, padahal jelas Alexander Lay , tuh etnis apa?  la para penegak hukum kita orang apa?)…Persis kelakuan orang2 suci di tanah air kita , yg serba berebut pengakuan tidak pernah melacur ke Tretes, Puncak, Dolly dsb….sementara punya keluarga yg dihormati (baca lengkap sajak Rendra, bersatulah pelacur2 kota jakarta http://www.rakyatmerdeka.co.id/news/2009/08/06/79393/Rendra:-Bersatulah-Pelacur-Pelacur-Kota-Jakarta  )

 Itulah orang2 yg sok suci mengatur kehidupan kita, sambil mendesah orgasme di pelukan pelacur , kata Rendra, sambil ceramah ttg moralitas dan tetek bengeknya (sambil hisap tetek pelacurnya), dan Oom Anggodo terpaksa jadi pelacur itu !!!

 Pelacur adalah aib, bagi   “kita orang baik2”  yg tidak mau mengaku pernah mengerang orgasme di pelukannya, apalagi di hadapan calon mertua, warga  kampung, anak buah, jemaat dll, dan kita ikut keluar mengambil batu ikut menyambit mereka… Sekarang semua orang busk itu, setelah orgasme di pelukan Oom Anggodo, lari tunggang langgang. Ada yang mengaku tidak kenal, cuma meraba, tiada yg gentel mengaku orgasme berkali- kali !!! dalam bahasa Rendra, ini saatnya Oom Anggodo melemparkan kutangnya, berdemo supaya bau sedapnya ke mana – mana.

   Nah, itu dia peran pelacur!!! Disetubuhi, tapi tidak akan pernah diakui.

Aatau juga seperti orang puasa di bulan ramazan. Kita tidak perlu marah2 sama penjual es cincau keliling, nasi Padang dll, karena kita percaya akan sesuatu pasca hidup ini. memang tugas penjual es cincau mengajak kita membeli esnya (ia punya anak, istri, yg punya hak hidup layak).. Seperti itu juga OomAnggodo. la kalau ia mengiming-iming uang, ya itu emang tugasnya!

 Koq yang tergoda yang dikasih, berarti itu tidak beriman, sementara katanya kalo mau dibayar pake uang pajak, harus beriman dan bertakwa (atau berketawa).. berarti Oom Anggodo hebat, I love you full Oom!!!

8 Komentar »

  1. Bu Yuli said,

    Kalau Anggodo sih memang pengganggu, jadi kalau dia dicela,ditinggalkan, dicibir, dilupakan mah udah biasa.Tapi kalau Bibit dan Candra adalah penikmat Anggodo, baru berita heboh yg menjama’ahi antasari

  2. lovepassword said,

    Kalo anggodo itu pelacur, gw nggak ikutan deh. Ha Ha Ha…

    Kalo menurutku sih Anggodo sama sekali tidak didzolimi. Biarpun kelihatannya di TV sok emosional tetapi menurutku dia sungguh menikmati perannya. Dia itu manusia sableng yang senang berkelahi sejak kecil. Lha kalo dia mau tentu saja dia bisa menolak diwawancarai tetapi dengan narcisnya dia selalu nongol termasuk dengan gaya ekspresifnya. Dari analisaku sih dia menikmati peran mafianya. Semacam kebanggaan antik karena kasusnya melibatkan orang2 besar gicu lho. Anggodo tidak terlihat takut. Dia bahkan sampai saat ini menurutku menikmati itu. Dia itu semacam ular pinter yang bisa memanfaatkan setiap keadaan termasuk untuk narcis juga.

    Sebagai orang Jawa Timuran, tentu kau lebih tahulah gimana gaya Anggodo itu…

  3. ahmed shahi kusuma said,

    @Bu Yuli
    Trima kasih atas kunjungannya ke blog saya. It is the first, isn’t it???
    Maksud ibu pengganggu dah “biasa”nya apa ya???? Apa seperti peran penggoda dalam kitab suci (kitab kejadian ???), atau peran kayak ibu, saya dan maaf iblis waktu menguji ujian kuliah mahasiswa???
    Trus ibu Yuli juga kasih kata baru, menjama’ahi, maksude, barengan ma Antasari gitu ta Bu???
    @Lovepassword
    Hei, coba liat tulisanku …aku nulis didholimi dengan tanda petik, cak! jadi gak sungguh2 dholim….tapi di sini kita agak beda meliat ya….begini
    Mungkin dalam dirinya ada 2 dialektika yg hebat, satu: dengan rasa puas merasa sebagai tuhan yg mengatur pemakan uang pajak kita, kedua: ia pasti ngeper juga dengan ancaman bakal di penjara, dan jangankan dia, la wong ma kokohnya saja, ia ingin kokohnya gak di penjara….
    Saya pikir itu juga dialektika yg dialami seorang pelacur yg sering dihina semena- mena oleh “orang2 yg merasa baik”, yg melihat betapa munafiknya lelaki2 buaya, yg habis mengerang orgasme, segera cuci bersih dan ngacir ke istrinya, seakan – akan tidak ada apa2, dan di sisi lain juga ada rasa takut kalo ketahuan istri lelaki “baik2” itu yg berhubungan dengan wanita yg tidak baik2.
    Pejabat2 kita mewakili “lelaki2 baik2” itu (yg tampil sopan, membela keluarga, setia pada istri dan anak)
    anak istri mewakili rakyat jelata, yg tampak bodoh, gampang dikibulin, suruh bantu bayar kreditan motor, yg ironisnya motor itu dipake membooking pelacur semalam !!!!
    alamaak!

  4. snow crystal said,

    waduh udah banyak ketinggalan banget nih keknya menghadapi dunia luar biasanya kaum elit politik yang sebegitu menjijikkannya dengan perbendaharaan kata-kata saru.
    ga bisa kasih komen banyak, soale bener-bener masih meraba-raba.
    1 bulan ga ketemu internet ma tipi aja udah sebegitu ngerinya banngsaku indonesia tercinta.

  5. snow crystal said,

    waaahhhh ada bu yuli juga!

    pa kabar bu?
    makasih bu ya dah sabar nemenin rika buat skripsi mpe kelar, sampai akhirnya tanggal 7 kemaren wisuda juga setelah sekian taon.

    lama ga denger kabar, numpang nyapa ya om lewat blognya?
    ga papa to…………..

  6. d'santos said,

    berarti, penjual es, Nasi Padang dan termasuk ANGGODO itu SETAN pak. kan mengoda itu tugasnya setan…

    hehehehehee…..

  7. ahmed shahi kusuma said,

    @d’santos
    Eh trima kasih atas kunjunagnnya ke sini.Syukron katrisa.
    La kalo dosen kasih ujian prose ke ente itu……….kan penguji dan penggoda juga!!!
    Sesama penguji dan penggoda dilarang saling menggoda ya……….?

  8. d'santos said,

    gmn ya pak?…ngk tau ach….


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: