Januari 18, 2010

Ada Bigot Di Malaysia: Kasus Penggunaan Kata Allah

Posted in agama, Agama Pembebas, bigot pada 9:03 am oleh kusumahk

                   Negeri Upin Ipin lagi bergolak. kaum bigot muslim menyerang dan menarget sejumlah gereja dan bahkan meluas ke arah masyarakat non muslim lainnya.   Tindakan gila ini dipicu oleh kemenangan pihak gereja, terutama gereja katholik  Malaysia di pengadilan Malaysia atas hak menggunakan nama Allah dalam acara keagamaan dan teks kitab suci di Malaysia seluruhnya dan  khususnya di   Kalimantan Malaysia. mendengar hasil sidang ini, muslimin bigot Malaysia menyerang gereja2.

      Saya (Ahmed Shahi Kusuma) pikir ini adalah buah dari kebodohan dari cendekiawan2 muslim apologetik yang mengagungkan sebuah superioritas ide yang rendah, dan akibatnya pseudo ilmiah. Bagi yang belum memahami posisi saya (Ahmed Shahi Kusuma) terhadap kata Allah klik di https://ahmedshahikusuma.wordpress.com/2008/12/31/yahweh-atau-allah/

        Tulisan saya di atas adalah kritik terhadap kaum Kristen Indonesia seperti pendeta Yakub Sulistyo yang suka menggunakan kata Yahweh  daripada Allah, karena Allah adalah nama sesembahan Syria kuno yang kafir, sedangkan yahweh adalah sesembahan Moshe. La bagi saya ini sama parahnya dengan bigot Muslim malaysia itu. Muslim Malaysia menganggap Allah adalah nama diri Tuhan muslim, orang non muslim tidak boleh menggunakan nama Allah. Saya (Ahmed Shahi Kusuma) pikir , muslim Malasyia tidak pernah tahu bahwa di gereja Arab di daerah Urdunia , sebelum Yordania modern ada, nama Allah telah dipakai di gereja sejak abad ke 5 masehi, jauh sebelum nabi Muhammad SAW datang, apakah nabi Muhammad nyontek dari gereja????

       Nah kalau ditanyakan pada kaum bigot Kristen Indoensia , apakah kaum Kristen Arab di masa itu menyembah Tuhan yang lain daripada Anda sekarang, yang mengikut saja pada Yudaisme??? lalu bukaknkah yahweh adalah nama dewa Petir bangsa Midian yang berbentuk kepala sapi jantan , yang kemudian dicaplok Moshe ke dalam kitab suci, karena tali perkawinan dengan Jethro???

     Syukurlah  Kaum muslim Indonesia, maupun Arab, demikian juga Kristen Arab dan sebagian besar Kristen Indonesia  tidak terjebak pada kegaduhan bigot seperti Yakub Sulistyo (Kristen Indonesia) maupun Muslim Malaysia. Bagi muslim maupun Kristen Arab dan Indonesia, Allah adalah adalah milik bersama, dipuja maupun dihujat bareng2, sementara impian Malaysia sebagai truly Asia hangus bersama rasisme, bigotisme, dan resksionerisme seperti itu!

       Hidup gereja Malaysia, pujilah Allah dengan heningmu dan denting bel gereja yang menentramkan hati, bersaing dengan wirid di pelosok-pelosok desa muslim yang mendaraskan nama Allah dengan takzim!   

33 Komentar »

  1. melanie said,

    Pak, saya rasa Sultan malaysia perlu banyak belajar dari bapak. Saya heran, mereka pikir yang muslim itu hanya mereka kali ya. orang muslim lain malah biasa aja. Hal seperti ini adalah hal rendah yang seharusnya tidak perlu ada. Saya dengar kalau kesultanan malaysialah yang tidak mau ada kata Allah di majalah dan mereka masih menentang hingga saat ini meskipun pengadilan telah menetapkan kalau umat katolik bebas menggunakan kata ALLAH.

  2. ahmed shahi kusuma said,

    Mel, saya pikir semua itu karena banyak orang yg masih berpikir banyak Tuhan untuk setiap suku, bukan satu Tuhan dengan seribu nama untuk semua manusia!!!
    Coba cek lagi ttg Maxim Rodinson

  3. luat nainggolan said,

    seperti teman non-batak yg bertanya pada saya..

    bah, Debata itu siapa lae???
    koq pake nama dewa suku batak kuno buat manggil nama Tuhan?

    seolah Tuhan bukan lagi subyek tapi objek yang bisa sesuka hati kita namakan dan deskripsikan sesuai keinginan..

    btw di gereja saya HKBP, pemanggilan nama Tuhan dengan memakai sebutan Debata Jahoba…

  4. lovepassword said,

    tampaknya kita memang perlu semakin hati-hati dan seksama dalam menilai sesuatu. DI Malaysia anehnya pada saat ini timbul saling samber : Ada kelompok yang mengklaim sebagai ahlu sunnah wal jamaah malah mengkafir-kafirkan kelompok yang mereka anggap Wahabi karena menurut mereka Wahabi mengijinkan pemakaian kata Allah. Ini rada antik juga karena rada berbeda dengan persepsi yang selama ini dikesankan di Indonesia.

    Sesama Kelompok Kristen saling samber dengan sengit, Kelompok Islam juga berdebat keras. lawan keras. Tapi yang aneh mengapa justru posisinya bisa berkebalikan dengan yang ada di Indonesia.

    mengapa kelompok dari Partai Islam Malaysia (PAS) justru mendukung Kristen berhak memakai kata Allah , sedangkan UMNO yang notabene sekuler malahan mendukung pelarangan. Lha yang antik lagi : Wahabi didiskreditkan dianggap bersekongkol dengan Kristen padahal selama ini kesannya Wahabi adalah kelompok garis keras Islam. Fenomena apa yang sebenarnya telah terjadi di Malaysia itu ???

    Apakah UMNO memang sedang mencoba menarik massa Islam? Lha Mengapa PAS malah berada di posisi sebaliknya ? Lalu mengapa juga malah ada tarik menarik yang rada tidak biasa dimana pihak2 yang menamakan dirinya ahlu sunnah malahan tidak toleran sedangkan kelompok yang dianggap Wahabi malah lebih toleran dalam kasus di Malaysia.

    Biarpun aku sering mengamati aneka kejadian yang terkait agama, rasanya juga masih terasa aneh juga. Bagaimana menurutmu , apa sebenarnya yang sedang terjadi di Malaysia ?

  5. ahmed shahi kusuma said,

    @Lovepassword
    Weleh…weleh kamu koq tambah pinter!
    nah ttg tulisan sampeyan ttg fenomena adanya kelompok ortodoks sunni yg mengecam wahabi karena kata Allah, wah aneh juga, makane aku butuh sumber sampeyan.OK?????
    la kalo wahabi bersekongkol dengan evangelis kristen itu sudah umum, ya misale penggunan nama Allah itu, seumum islam liberal dengan kristen model Pak Ioanes Rakhmat, atau Romo2 Katolik
    @Luat
    Siiiippppp, tenan!
    Wah bagus itu kalo orang Batak Kristen masih menggunakan kata itu , berarti mereka Kristen esensialis, daripada kaum fundamentalis yg menolak natifisme budaya, ahistoris dan megalomania itu.
    Kritik saya Terhadap Islam jenis ini coba cari di tulisan saya ” islam bukan Arab”
    Maassalam !

  6. lovepassword said,

    _http_//abu-syafiq.blogspot.com/

  7. lovepassword said,

    Sulit rasanya membayangkan sesama kelompok garis keras lintas agama bisa berkolaborasi bahkan aliran keras yang seagama pun kadang sering berkelahi, . Kasusnya tentu rada lain untuk kelompok2 yang tidak terlalu keras.
    Kecuali mungkin saja mereka memiliki agenda atau tujuan yang searah. Memang bisa saja ada kerjasama yang sifatnya aplikatif pragmatis atas dasar kesamaan tujuan. Tapi kalo sesama kelompok garis keras lintas agama bisa berkolaborasi bekerja sama bagiku itu hebat juga. Agak tidak umum gitu lho. Dunia ini semakin menarik saja.

  8. @Lovepassword
    eh sebentar, aku mau lirik sebentar, blog yg sampeyan berikan.

    Oh ya Bung Lovepassword, Bung Luat nih juga anak yg progresif lo dalam masalah pluralisme, moga2 dia sudi mampir ke tempat njenengan……
    Setuju dengan sampeyan dunia ini makin menarik saja, tapi juga mencemaskan…
    Tiap hari saya pulang, naik motor atau bemo , lewat konsul Amerika di jalan dr sutomo Surabaya, gak kebayang juga kalo agak2 sableng mocel Amrozy atau Imam samudra ngebom gedung itu, koit juga deh saya.
    Nah itu kan sangat berbahaya bin ngawur Al bigoti…..

  9. m4stono said,

    salam bung ahmed……

    blog njenengan menarik sekali rugi rasanya jarang mampir kesini…hihi :mrgreen:

    saya pikir Allah itu kan cuman nama dan salah satu asmaul husna, artinya secara kasaran mungkin “the one” dan dari kata al illah CMIIW, kalau di istilah jawa tulen sebelum terkena pengaruh hindu/budha Tuhan itu manon atau sang hyang manon yg artinya sang maha mengetahui, orang jawa yg sudah tua2/sepuh menyebut Allah ya Allah bukan owoh/owloh CMIIW

    memang kalau masalah apakah islam garis keras bisa “berteman” dengan kristen garis keras saya rasa ini motif politik bukan ideologi lagi, kalu urusan kepentingan segala cara adalah dimungkinkan:mrgreen: dan tidak hanya terjadi pada ormas keagamaan bahkan pada paguyupan budaya/kejawen.

    kemarin saya chat di pesbuk dengan salah satu pengikut paguyuban A, katakan lah namanya pak W….lha pak W ini gak terima disamakan paguyubannya dengan paguyuban B padahal saya kira baik paguyuban A maupun B ya punya kegiatan yg hampir sama….menurut pak W paguyuban B itu hanya omdo lain dengan paguyuban A tempatnya bernaung….lha ini masalah budaya yg katakanlah lebih cair ketimbang masalah agama saja kita ribut2 gak rukun gimana mau membangun bangsa ini? hihihi aya2 wae kalau keakuan yg sombong sudah merasuki pikiran, maunya merasa benar sendiri :mrgreen:

  10. ahmed shahi kusuma said,

    @mas Tono
    tenks atas kunjungannya.
    saya setuju dengan pandangan sampeyan ada banyak kepentingan poltik di luar teologi, nah sebenarnya itu yg lebih penting. Ketulusan untuk menerima teologi pihak laen dengan ikhlas, dari dalam hati bukan strategi tapi masalah prinsip, jadi pulralisme adalah prinsip bukan strategi belum banyak yg memahami, dan saya bersyukur kalo sampeyan dan saya bisa bersikap sumeleh(?) atau bahasa santrinya tasamuh, ats fenomena pluralisme.
    Teologi pluralisme bukan bidat yg baru muncul seperti kekhawatiran kaum injili ttg bahaya new age, atau fatwa MUI ttg haramnya pluralisme.
    Buku lama karangan Harold Coward (penerbit kanisius) menjlelaskan banyak ttg sejarah indah pluralisme (dan konflik)…
    Di blog ini saya cuplik Kabir (muslim), Rasul paulus (kristen), dan beberapa tulisan ttg Hindu. Monggo disimak kalo berkenan.
    Saya sampun kunjungi blog sampeyan, naging saya pernah salah ketik trus gak bisa muncul komen kulo. Dados nanti kulo coba maleh!

  11. m4stono said,

    ya inilah kelemahan kita sebagai muslim, kalau kita bercermin pada umat2 agama brahmic dari india keknya umat2 disana jarang yg saling kafir mengkafirkan, ya ada sih tapi sedikit:mrgreen: jauh dibanding kita2 ini yg beragama samawi, bahkan kerusakan2 dunia ini akibat perang sebagian besar akibat dari umat ketiga agama samawi tsb, ini karena umat samawi susah menerima teologi versi lain.

    saya ambil contoh di agama budha mereka memang mengakui muhammad , yesus dan musa sebagai orang suci dan mereka beranggapan budha sebagai kebenaran versi lain yaitu versi mereka untuk mencapai nibbana, apakah kita bisa menganggap hindu/budha sebagai kebenaran versi lain? keknya sulit yah:mrgreen: wong sesama muslim yg satu jenggotan yg satunya tidak aja bisa berantem, belum lagi sunni dan syiah.

    saya kira islam dalam arti ajaran yg dibawa muhammad SAW sebagai penyempurna sekaligus penutup itu harusnya bisa akomodatif thd ajaran2 lain, masak sih kita tiap hari diributkan dengan masalah2 syariat melulu, lha kapan bisa sampai ke tataran makrifat kalau berantem melulu, energinya habis terbuang tapi sedikit yg didapat……

  12. @ masTono
    TTg Hinduisme, dan konflik laten agama “samawi , bagi saya semuanya samawi, coba cek tulisan saya https://ahmedshahikusuma.wordpress.com/2009/02/04/belajar-dari-kearifan-kaum-hindu-tuhan-tokh-satu-jua/ saya meski berasal dari kaum muslim memberi respon positif terhadap Hinduisme.
    Saya rasakan (bukan pikir tokh!!!), bahwa semakin tinggi tingkat kematangan spiritual akan akan semakin sumeleh ya??
    Pernah dengar nama Abdul hadi , orang Muhammadiyah , seorang penyair, atau HAMKA?? mereka Muhammadiyah, tapi luar biasa pemahaman ma’rifatnya ttg pluralisme, sgi2 mistik Hamzah Fansuri, maupun Attar dan Syibli!
    Nah, gerakan2 mutan Indonesia itu kan yg sering fanatik! Anti tradisi, lalu mudah takfir pada orang…
    Bruntung juga secara gak sengaja , saya beli kitab Al Syahrastani, Milal wa Al Nihal (asli dalam bahasa Arab , cetakan dar Al Surur , Bayrout), tulisan beliau luar biasa ttg hindu……

    Nah, ttg Muhammad, apakah anak2 wahabi kaum mutan kultural itu pernah baca tafsir HAMKA, yaitu AL Azhar ttg tafsir Ali Imran, bahwa Rasul SAW mengahragai sholat kaum Kristen Najran , bahkan di Masjid Nabawi???? saya gak bisa bayangkan, seandainya anak2 mahasiswa katolik saya, bisa berdoa secara katolik di masjid babushsholihin UNitomo????
    Padahal saat ini gedung anak2 UKM katolik habis terbakar???
    Bisakah misa di masjid????? Tidak mungkin!!!!

  13. m4stono said,

    ya beginilah keadaan sekarang mas shahi, semuanya telah mendangkal yg dilihat hanya kulitnya, tapi isinya hanya dilihat sekilas dan diabaikan, bahkan simbah2 kita telah berpesan “kali ilang kedhunge” sungai yg telah mendangkal karena keserakahan manusia mengeruk pasir ditepi sungai yg mengandung pesan kedalaman alam pikir dan kekhusyukan dzikir tergerus oleh hawa nafsu kita sendiri, ini bukan pikir lho tapi sudah saya rasakan….hihihihi :mrgreen:

    yg saya kagumi dari agama2 dari brahmic maupun asia timur adalah mereka memandang baik dan buruk itu sebagai sebuah pasangan yg tercermin dari simbol yin yang di asia timur dan epic mahabarata di india sono. hal ini bukannya tidak ada di islam tapi kalah populer dibanding rumus2 syariat spt potong tangan, negara islam, jilbab, dan yg serba halal haram lainnya. apa ya kita pernah mempelajari secara mendalam bagaimana nabi ayyub as berjuang melawan jin/setan yg bersarang badannya dan menjadikan setan/jin itu sebagai sparring partner didalam mendekatkan diri kepadaNya?, pernahkah pula kita mendalami ayat yg menyatakan bahwa ruh itu urusan Ku, manusia tidak mengetahi melainkan sangat sedikit…….nah yg sangat sedikit dimata tuhan itu berrarti sangat banyak dimata kita…………

    hehe… kok jadi banyak omong nih…….maaf kalo ada salah2 kata………..

  14. ahmed shahi kusuma said,

    Sepanjang yang kuketahui gak ada yg salah tuh!
    Pernah baca tuntas buku (pasti!!!) The Tao of Islam, nah itu kan banyak berhubungan dengan yin dan yang dalam islam. Kalo kemudian Islam menjadi tereduksi halal haram , itu juga gara2 orang yang sangat cintai juga Imma Syafii, meskipun beliau tidak memandang ekstrim seperti orang2 aneh saat ini!
    Nah sekali lagi, mereka yg suka mengkafirkan orang itu karena sangat ceroboh dan dangkal ilmunya. Professor HAMKA, malah menyebut bahwa Zulkifli itu bisa jadi Gautama, dan Maria dalam dalam literatur Islam adalah seorang nabi (jadi nabi gak mesti wong lanang!)
    saya punya buku Budha, karangan Holger Kersten, yg menulis Jesus lived in India, bagus sekali ttg pencarian ilmu ketimuran Yesus.

  15. m4stono said,

    memang gak ada yg salah, karena keyakinan saya nabi2 itu semuanya maksum dan agama ditangan para nabi adalah benar adanya, tapi ndak ada jaminan ditangan umatnya agama dijalankan dengan benar, termasuk yg mengaku ahlusunnah sekalipun :mrgreen:

    saya kira dari semua agama2 itu sumbernya sama, tinggal kita mau mengakuinya apa tidak, kecuali kalo zoroaster saya ndak tahu :mrgreen: jadi kita bisa tarik benang merah diantara agama2 tsb…..sekarang tinggal bagaimana memahami ajaran2 nabinya itu yg harus diluruskan kembali, tentunya dengan jalan damai dan pembuktian, selama ni kita selalu memakai dalil sebagai bukti untuk mendebat yg tidak sepaham, tapi yg mendalil belum tentu juga bisa membuktikan dalilnya di kehidupan realitas dirinya, misalnya “sholat mencegah perbuatan keji dan munkar” apakah yg mendalil ini bisa untuk tidak anarkis?:mrgreen:

    saya kira kita banyak sepaham dan sepakat walaupun latarnya berbeda, ya inilah perbedaan yg menjadikan rahmat, semoga saja begitu…….

  16. ahmed shahi kusuma said,

    @Mas Tono
    Nah itu yang indah………..
    Komennya mantap jaya, dan saya juga perlu trimakasih sama Mas Lambang yg jadi mak comblang.wkwkwkwkwk……

  17. m4stono said,

    hihihi biasa aja kok mas….saya juga kadang atau sering yah berdebat sama mas lambang, tapi ya intinya sama lah sepakat toh ada beda2 dikit ya wajarlah…….

    makanya itu sy lebih seneng berkunjung ke blog2 budaya, spiritual dan supranatural:mrgreen: ketimbang blog2 yg membahas murni agama……keliatannya kalo di blog2 budaya itu lebih cair tidak terlalu mengarahkan pembacanya harus ini itu, sedangkn di blog2 agama kok kesannya “harus ikut aku kalau tidak ada dalilnya”, tapi ya inikan masalah selera aja.

    kakak saya juga penganut salafy toh dia enjoy2 aja, paling tidak ndak suka menasehati saya yg bocor alus ini dengan nasehat ini itu……..jadi kamsud saya adalah memang syariat2 terutama dari nabi2 terdahulu itu sengaja dipelihara oleh Allah walaupun sudah menyimpang ini itu supaya bisa diambil pelajaran dan hikmah, syukur2 yg asli masih tersisa, sedangkan aliran2 keras itu “harus” ada utk mengimbangi aliran2 yg liberal, spt konsep yin yang:mrgreen: tentu saja kita bebas memilih mana yg terbaik buat kita…..dan urusan surga neraka mah urusan nanti, yg penting kita melakukan yg terbaik dan tidak merugikan orang/pihak lain:mrgreen:

    kalau mau jujur antara faham yg sangat keras sampai faham yg sangat liberal itu kalo ketemu bisa rukun asalkan menghilangkan ego kesombongan masing2, tapi kapan yah? hhhmmmm…… :mrgreen:

  18. lovepassword said,

    sedangkan aliran2 keras itu “harus” ada utk mengimbangi aliran2 yg liberal

    ===> Saya rasa bukan masalah “harus” tetapi itu bisa kita anggap sebagai efek dari sebuah interaksi .

    Saya berpikir bahwa bandul kehidupan agama2 dan hubungan antar umat itu sedang berayun -ayun . Ketika ada penekanan keagamaan yang terlalu keras, tafsir yang aduhai keras, maka akan muncul otomatis sisi penyeimbangnya . Misalnya konsep ingat akan mati di Barat dulu, membawa kehancuran peradaban tetapi pada sisi lain kemudian muncul yang kita kenal sebagai abad pencerahan. Lha karena agama dipandang gagal kemudian mencul paham2 baru semacam liberalisme, sekularisme, dsb. Lha ketika ini juga menguat terlalu populer maka agama2 juga akan defensip berusaha memperkuat dirinya. Jadi ketika sebuah bandul pendulum bergerak ke kanan jauh, maka pada puncaknya ya bandul itu kan turun lagi bahkan malah jadi bergerak ke kiri, terus bergerak bolak balik demikian berayun ayun. Jadi menurutku sih kelompok garis keras akan tetap ada tidak mungkin bisa dihadapi dengan liberalisme tidak mungkin mendadak bisa jadi tidak ada, begitu juga sisi liberalisme juga tidak akan mungkin mati sedemikian mudah . Karena dua hal itu biarpun kelihatannya hobinya berantem tetapi tidak akan mungkin saling melenyapkan. Karena ketika salah satu pihak terdesak, di titik puncaknya bandul pendulum akan berbalik. Ketika salah satu di caci maki, maka yang ngefans juga pasti akan ada.

  19. ahmed shahi kusuma said,

    @lovepassword
    Saya mencerna tulisan sampeyan. pandangan sampeyan seperti teman2 yg laen, bahwa liberalis adalah penyeimbang bagi kaum skripturalis.
    Itu betul, tapi ada yang lebih dalam, yaitu saya cemas dengan gaya keberagamaan bangsa kita yang makin saleh secara individu, tapi mengerikan secara pandangan kemanusiaan.
    Kesalahan mendasarnya adalah jiwa apologetik terhadap agamanya yang kebablasan, dan berpikir bahwa kejahatan dipandang sebagai perintah Tuhan, dan Maha Suci Ia dari keterlibatan kejahatan itu…..
    Dari apologetik itu menjadi ahistoris. mana ada sih yang apologetik mendasarkan pada historis. Yang terjadi adalah lompatan2 parsial sejarah yang akhirnya mengkristal menjadi doktrin cambuk bagi yang laen. Kupikir itu sangat berbahaya.,,,,,, saya pikir anda paham. Syukron katsira

  20. lovepassword said,

    pandangan sampeyan seperti teman2 yg laen, bahwa liberalis adalah penyeimbang bagi kaum skripturalis. ===> Aslinya saya malah nggak perduli siapa mengimbangi siapa. Tetapi dari analisa saya, itu adalah sesuatu yang sebenarnya alamiah, apalagi jika kita melihat dari sisi historis.

    Ketika A terlalu menonjol , menonjol itu bisa dalam arti apa saja – maka pasti akan ada yang mulai bosan dengan A.

    Gerakan mengurung agama dalam sangkar emas yang membawa eropa ke abad kegelapan, endingnya menciptakan paham2 baru yang melawan itu. Agama dibenturkan dengan ilmu, dsb . Karena tadinya pakar2 agama diidentikkan dengan tafsir obsolut termasuk dalam menafsirkan ilmu, lha ketika yang muncul adalah kemunduran sosial dan ini bisa diperbaiki oleh sains , maka mau tidak mau agama kemudian yang dijadikan kambing hitamnya. Lha muncul gerakan perlawanan . Gerakan ini meluas, agama seakan terpinggirkan. Tetapi juga ada masanya akan timbul kembali gerakan perlawanan dari agama.

    saya cemas dengan gaya keberagamaan bangsa kita yang makin saleh secara individu, tapi mengerikan secara pandangan kemanusiaan. ===> Saya rasa justru disitulah tepat pointnya : Agama itu secara faktual kan ditekan oleh modernisasi , dsb. Lha ada interaksi dan juga ada friksi – ada perlawanan kan. Kemudian ada dikotomi dikotomi : A dibenturkan dengan B dsb. Seolah kalo saleh berarti tidak manusiawi atau seolah juga kalo humanis diplesetkan berarti tidak saleh.🙂 Atau kalo agamis berarti nggak nasionalis yang nasionalis berarti nggak religius. Lha ketika kutup dan kutup itu saling samber ya kalo menurutku sih kecenderungannya masing2 pihak cenderung makin mengeras.

    Liberalisme tidak mungkin bisa dimusnahkan dengan caci maki, bahkan cuma ditodong bedil, begitu juga fundamentalisme, tidak akan hilang hanya karena ada kampanye yang menyerang fundamentalisme. Ada tesis antitesis dan mestinya sintesis. Endingnya umat bisa memilih mati bersama atau hidup bersama, kalo salah satu mati nggak mungkin karena sejarah agama2 yang sedemikian lama berabad-abad membuktikan bahwa akar perbedaan2 yang ada sekarang sudah ada sangat2 lama tetapi tidak pernah bisa selesai. Yang namanya perbedaan itu kan bukan baru ada sekarang, kalo ratusan tahun masing2 masih ada , ya menurutku sampai kapanpun juga masih ada. Liberalisme dimaki-maki ya masih ada, fundamentalisme juga nggak bakal hilang. Selalu ada yang ngefans kan…Lha ketika friksi mengeras maka masing2 kelompok justru makin keras.

    Masalah kotak komentar di blogku: Sekarang kupake kotak kometarnya blogspot. Karena Haloscan mau ditutup sama yang punya.
    Yng kamu lihat kemarin adalah JS Kit , versi membayar dari Haloscan, tetapi katanya sih masa berlakuknya cuma 30 hari trial, jadi aku pake blogspot standard saja. Kamu kalo komentar di blogspot langsung, jangan di JS kitt yang aneh itu. Hi Hi hi

  21. ahmed shahi kusuma said,

    @Lovepassword
    Ok, saya paham maksude sampeyan.
    nah, sejarah Eropa mengajarkan bahwa kekolotan agama malah menggerus agama,tapi apakah orang Kristen Indonesia paham dengan dasar masalah ini, malah yang terjadi menyetankan Muhammad, Allah, Dewa Syiwa dst (ndak semua lo yah?), persis yang dilakukan oleh Dante pada masa itu. Kristen bisa maju jelas karena jasa sekulerisasi dan Galileo, yang malah menentang gereja…
    Mari kita simak juga dalam sejarah Afghanistan…
    Ketika komunis ngibrit dari sana tahun 1992, optmisme penegakan syariat Islam menyeruak. tapi apa yang terjadi, rebutan klaim yang paling kaffah muncul…puncaknya pemain baru yaitu Taliban (yg “paling” islami muncul)…. nah pun konflik masih terjadi sampai sekarang, jadi kesimpulane gerakan Islam politik yes susah untuk menarik pelajaran dari peristiwa Afghan, yaitu akarnya bukan jor2an penegakan Islam yang abad pertengahan itu, tapi apa akar dari ajaran Islam, yaitu ” Irhamuw ma fi al ardh fa yarkhama kum man fi al sama'”
    Kapan Islam politik itu sadar bahwa Hekmatyar, Mullah Omar yang saling bantai di Salang dulu itu lebih banyak menumpah darah muslim daripada yang dilakukan oleh Obama. kapan kaum Islam poltik itu sadar bahwa saling bom sekarang di pakistan (sesama muslim) lebih banyak tumpah daripada ditumpahkan oleh Hindu, dan kenapa kaum politik Islam tidak suka membahas darfur????
    Yang lucu kalo ada orang NU, atau Syiah atau non wahabi laennya (bhakan antar sesama wahabi) yang ingin negara islam. kenapa??? islam versi apa yang akan dipakai, lalu Syiah akan dihabisi setelah Ahmadiyah, dan kemudia NU , lalu Muhammadiyah!
    Di blog sampeyan kemaren , aku mau nulis ttg gudbe nya Halloscan, yaitu berarti akan ada tahlilan 7 hari tujuh malam dunk..he..he..he.

  22. m4stono said,

    Mari kita simak juga dalam sejarah Afghanistan…
    Ketika komunis ngibrit dari sana tahun 1992, optmisme penegakan syariat Islam menyeruak. tapi apa yang terjadi, rebutan klaim yang paling kaffah muncul…puncaknya pemain baru yaitu Taliban…….

    jadi teringat dulu berita2 ditipi, ketika taliban baru saja jatuh maka rakyatnya berbondong bondong adu jago, nonton pilem india:mrgreen: dan wanita2nya membakar burka dan pergi ke salon….ini semacam pelampiasan, nah sekarang akankah aceh juga bernasib sama? setahu saya Cut Nyak Dien gak pake Jilbab juga sultanah2 aceh dilukisannya juga gitu kok gak terkena tilang polisi syariah yah:mrgreen: atau paling nggak bikin lukisan baru Cut Nyak Dien pake jilbab dan lukisan lama di buang atau disimpan saja dengan dalih tidak islami :mrgreen: huahahah

    tau gak kenapa gerombolan yg mengatas namakan islam itu lebih beringas di bulan romadhon ketimbang di bulan2 lain main sweeping sana sini…lha katanya setan dibelenggu….ya mungkin yg dibelenggu setan2 yg goib tapi setan2 yg doyan sambel tidak dibelenggu…..huahahahah….mohon maap mas ahmed cuman humor refleksi aja :mrgreen:

  23. ahmed shahi kusuma said,

    @mas Tono
    Bagus juga pengandaian sampeyan ttg Cut Nya’ Dien, dan komen sampeyan ttg islamisasi lukisan Cu Nya’ Dien . Nah itu dia yg menarik…
    Itu yg saya maksudkan bahwa pasca nabi SAW tidak berhak seseorang mengatasnamakan Islam untuk melakukan tafsir tunggal, apalagi jika dipolitisasi.
    Kembali ke Cut Nya’ Dien: Saya memang khawatir dengan makin ke kanannya negara kita (baik muslim maupun Kristennya), karena ketidak mauan membaca tradisi penafsiran ortodoksi agama. Saya merasa beruntung berasal dari kultur NU yang membaca tradisi kitab2 sunni klasik (saya yakin anda juga sangat kuat akar kejawennya). bagi saya ini bekal mengahadapi keanehan fatwa2 kaum mutan beragama saat ini.
    Ok, fatwa2 NU Jatim akhir2 ini juga aneh2, tetapi itu harus dipahami orang2 Nu “tidak terbiasa” “membaca” Qur’an atau Hadits “langsung” tetapi melalui penukilan kitab2 kuning saja. ya semacam buku referensi A sampai Z saja yang disusun dari abad 9 sampai 19. jadi kadang2 atau banyak yg error malah..he..he..he.. jadi sebagai insider Nu ya nyante aja, kalo fatwa Nu aneh2. Contoh : Secara tradisi orang NU percaya sholat Jumat itu sah kalo satu masjid satu kota. Woh berabe. Jaman ayahku, ia tidak sreg kalo habis jumatan gak sholat duhur empat rokaat..wkwkwkwkwk. Tapi sekarang kyai2 Nu bisa kehilangan job gara2 gak ada tanggapan ha..ha.ha… Coba baca juga fatwa2 Nu yang aneh ttg wajibnya jihad membela tanah air (untuk 10 November), Soekarno adalah khilafah yang sah, fatwa baiknya merconan lalu taun 2000 diganti jadi haram.
    La ini yang membedakan dengan orang2 islam anyaran macam Hizbuttahrir, NII dst yg mengganggap bahwa apa yang terjadi di masa lampau diangap sebagai kebenaran mutlak dari Tuhan Yang Suci , akibatnya bener sampeyan Cut Nya’ Dien pun perlu dijilbab-i (biar gak kebaca babi)…….
    Mas tOn , komennya sangat inspiratif

  24. m4stono said,

    hihihi sebenarnya saya ini malah kejawen ndak muslim juga ndak tulen…..bapak ibu saya malah datang dari 2 tradisi yg beda, bapak dari muhammadiyah ibu dari NU, kakak saya simpatisan salafy lha saya malah bocor alus gini ndak jelas:mrgreen:

    kalao mau diambil positif nya aliran2 yg keras didalam menyampaikan pendapat itu adalah mereka punya energi lebih/berlebih terutama untuk “memerangi” atau berdebat dgn yg tidak sependapat, coba kalau energi itu disalurkan untuk hal2 yg lebih bermanfaat spt membantu korban2 bencana alam….kan termasuk jihad juga toh :mrgreen:

    saya berpendapat mengapa kita umat islam ketinggalan dgn negara2 barat sono dibidang iptek karena kebanyakan kita masih meributkan hal2 yg sepele yg sebatas ritual, ibaratnya…..kita mau ngetik buat laporan/proposal dikomputer maka kita harus beli komputer dulu dan merakitnya sendiri, ketika kita merakit komputer, tiba2 baut casing kurang satu, maka kita pun ribut mencarinya hingga lupa memasang monitor lalu menginstall windows dan mengetik laporan yg menjadi tujuan kita….nah kita masih pada tahapan “sibuk mencari baut 1 yg hilang itu”

  25. ahmed shahi kusuma said,

    @MasTono
    Yah…setuju. Kesalahan umat ilsam menjadi legal formal, halal haram, makruh dan mubah karena terbentuknya ilmu fikih. Nah ilmu fikih kemudian mendominasi cara berpikir muslim. Yah, di luar saya kagum dengan Imam Syafii, beliaulah yang melegitimasi segalanya menjadi halal haram, sangat formal jadinya. Bandingkan aja dengan umat Hindu, yang sebenarnya ajarannya juga mencerahkan, akhirnya terjebak menjadi ritual adat, pitungan, weton dan apalagi klenik.
    Celakanya kebangkitan Islam , oleh orang2 wahabi diidentikkan dengan jenggot dan celana di atas mata kaki. Masalah menipisnya ozon, pengangguran tidak ada dalam kitab2 , atau majalah salafy atau assunnah. Yah akhirnya saya kesasar membaca Syahrir atau Maxime Rodinson.
    Trima kasih, salam!

  26. Satria kejam said,

    Wah…
    Saya stuju dg pemikiran bpak ahmed….
    He he

  27. ahmed shahi kusuma said,

    @Satria
    Entah itu disebut Sang Hyang Widhi Wasa (karena orang Bali), atau Allah atau Gott atau sebutan indah lainnya, toh itu juga yang kita sembah..
    Orang yg berpikir ttg sebuah nama tertentu akan mengabaikan aspek2 linguistik sejarah, dan filologis bagaimana nama itu tercipta!
    Seperti sebuah mawar dengan seribu nama, itulah juga Allah/Widhi Wasa yang kita puja!

  28. @ahmed shahi
    “Tuhan hanya satu TAPI orang bijak menyebutnya dg berbagai nama/gelar”…
    Mantapa pak/mas ahmed

  29. Maksut saya…
    MANTAP pak/mas…
    He he

  30. ahmed shahi kusuma said,

    Hinduisme, sufisme, mengajarkan banyak tetang hal ini!

  31. wong gunung said,

    numpang ketawa mas
    haahahahahahaaaaaaaaaaaaaaaaaaaa

  32. indri said,

    ya hahaaaaaaaaaaaaaaaaaaa

  33. iso said,

    Blog yg menarik saya nggk sengaja nemuin blog ini btw saya kristiani dan nggk habis pikir ternyata msh ada jg ya seorang muslim yg berpikiran open minded dan jernih spt mas ahmed, salut!! coba 88% muslim di indo pola pikirnya ky sampean semua dijamin malaysia atau bahkan singapur udh kita libas jauh wakaka keep posting kang! ! Gbu…


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: