Februari 9, 2010

Pertobatan Paulus

Posted in agama, Agama Pembebas pada 1:42 am oleh kusumahk

                      

           Di tulisan ini saya (Ahmed Shahi Kusuma) mencoba melihat perspektif pertobatan Rasul  Paulus dalam kaca mata dialektika spiritual. Selama ini diskursif teologi mapan gereja melihat bahwa peristiwa pertobatan Paulus terjadi karena perjumpaan dirinya dengan Yesus (Kis 9:4-7), kemudian menjadi pengikut Yesus yang luar biasa dan melakukan usaha misi yang luar biasa. Hal ini kemudian hanya kan menjadi hagiografi yang melalaikan segi perjuangan eksistensi Rasul agung ini. Nah saya (Ahmed Shahi Kusuma) melihat itu dengan cara yang berbeda.

            Misi keyakinan Paulus  menurut saya arus dipahami dalam kerangka dialektika spiritual. Seleumnya, ia dikenal sebagai Sualus , santri ulama yahudi radikal, yaitu Gamaliel yang merasa bahwa ajaran2 Yesus dari Nazareth ini adalah bidat yang mengancam kemurnian ajaran Yahudi. Imam Gamaliel yakin bahwa hanya dengan hidup di jalan Tuhan secara benar saja seseorang bisa diselamatkan, dan itu berarti ajaran2 nyentrik Yesus adalah ancaman nyata bagi otoritas taurat. KIsah Para Rasul 5:26 dst bercerita tentang tuduhan2 itu, baca juga Kis 6:8 dst….. Intinya bahwa para pengikut ajaran baru ini (seperti Stefaus misalnya) dalah sesat di” hadapan Taurat”, dan eksekusi terhadap penistaan agama ini harus dilakukan. Di situ Saulus (Paulus) menyaksikan dan terlibat dalam pengganyangan aliran “sesat”. (baca Kis 7:54 dst)..

    Saya melihat secara diakektika spiritual bahwa Paulus sebagai yahudi yang saleh dan pantas tersinggung dengan pemikir2 “liberal” yang aneh dalam menafsirkan iman Yahudi itu mengalami TITIK BALIK  menghayati kitab suci dan memahami rasa kebertuhanan. Dan itu memang tidak seketika, karena proses itu mengalami proses kristalisasi kemudian, sehingga meskipun ia masih berkobar rasa hasut terhadap pengikut Yesus, tentu itu perspektif penulis kitab untuk mendeskripsikan Paulus (ttg hal ini baca hermenetika model Schleirmacher yang memandang penting subyektifitas penulis kitab suci).

         Jadi , Paulus menghayati ulang cara memahami teks2 kitab suci dan rasa kebertuhanan. Ia menjadi penentang ekslusifitas ajaran kebenran tunggal agama Yauhdi,yang menurut Paulus itu adalah batu sandungan untuk ajaran pluralisme kebertuhanan. Tuhan adalah satu, cara Gamaliel dan Yahudi kolot memahami Tuhan adalah mengerikan. Orang2 Roma pun diajak menyembah Tuhan yang sama, pun Yunani, sehingga Yahweh pun tidak disebut dalam teks perjanjian Baru tetapi Theos!!!

   Apa pesan agung ajaran beliau??? Bahwa beliau menekankan spiritualitas kebertuhanan yang dimiliki bersama meski menanggung kesengsaraan. Kririkan beliau yang tajam terhadap sikap eksklusifitas agama tertentu memerlukan pergulatan iman yang lama, beliau berlatar yahudi ya..tetapi itu tidak menghalanginya untuk membuka pintu keselamatan bagi non Yahudi, dan itu justru menjadi cambuk bagi para penginjil Kristen sekarang, seperti Pat Robertson, Jimmy Swaggart,atau Jerrey Falwell apalagi dante dan faithfreedom  yang justru berulah seperti hukum Taurat Gamaliel bahwa hanya lewat Yesus semata jalan keselamatan.

 Nilai spiritual Paulus yang pluralisme justru dipasung oleh para penginjil Agama Kristen yang  narrow minded untuk melgalisasi cara berpikir Gamaliel mereka!!!!

9 Komentar »

  1. lovepassword said,

    Tulisanmu menarik juga.🙂 Kamu membahas sisi yang jarang dibahas oleh orang lain.

  2. @lovepassword
    Ya tenks..
    Makane aku mencoba untuk konsekuen memahami, bahwa proses pemurnian diri itu ada dalam semua kebajikan “agama” tapi ketika menjadi sebuah sistem agama , maka lagi2 agama2 itu gagal mencerahkan manusia.
    Itu pun yg terjadi di dunia Kristen, Islam, yahudi, bahkan Hindu dan Budha!

  3. Aji Arjeendt said,

    ya, saya rasa beliau berhasil keluar dari proses kontemplasi dengan sebuah pemurnian diri…tidak lagi memandang satu-satu kebenaran adalah apa yang di tafsirkannya saja. Bisa lebih jernih memandang konsep keberTuhanan manusia lain….
    eniwe, hahahhahaha. faithfreedom.. situs-nya si ali sina yang katanya ilmiah itu. isinya dari dulu gitu-gitu aja, stagnan atas ke-bigot-annya, malah kayanya tambah bigot. saya rasa para penginjil yang open minded malah malu dengan tingkah laku si sli sina itu…. parahnya lagi, si ali sina itu sok ngeklaim diri agnostik lah. padahal???? orang-orang juga udah tau dia itu apa? hik hik….
    saya udah lama gak online, eh tau-tau mas udah bikin posting-an baru.. dah gak sibuk ya mas?

  4. @Aji
    makasih Aji masih semapt maen ke sini. Ajaran agama yang benar justru membebaskan manusia dari sektarianisme, yg ujungnya klaim kebenaran. Bukankah kebeneran agama, spritulitas adalah relatif , karena pengaruh jaman, budaya dll, sementara penindasan materialisme model kaum kapitalis justru terabaikan….
    Ali Sina dan Robert Spencer adalh kaum bigot, sama dengan orang2 Hizbutahrir di kalangan kita. Mereka tidak bisa melihat kebajikan nilai di luar “agama” mereka.
    salam !

  5. tomy said,

    artikel yang bagus Mas, eksklusifitas ajaran itu yang ditentang oleh Yesus
    Iman bukanlah sesuatu yang taken for granted namun adalah hasil pengalaman batin yang direfleksikan
    bagi saya sabda akulah jalan kebenaran & kehidupan memiliki arti seperti itu, bukan aku seorang pribadi yang hidup 2000 tahun lalu tapi aku sebagai pribadi otonom yang merefleksikan apa yang diajarkan oleh kehidupan ini

  6. Filar Biru said,

    Aku numpang komen di sini, menarik juga ulasan anda!
    akan tetapi dalam prespektif islam tidak demikian. Anda mengatakan bahwa agama islam gagal dalam konsepnya saya tidak sependapat dengan anda.
    sebab untuk mengetahui gagal dan tidaknya agama itu adalah harus ada pembeharuan yang pasti. Namun sampai sekarang tidak ada agama baru ataupun diutusnya nabi/rasul baru.

    Islam adalah agama alam semesta yang diturunkan oleh Allah kepada Muhammad sebagai pedoman bagi manusia. Didalamnya terdapat ajaran2 mulia yang belum perna Allah berikan kepada umat2 terdahulu.

    Untuk melihat siapa itu Paulus dan Yesus anda harus melihat dari kacamata ilmu pengetahuan bukan dari prespektif agama tertentu.

  7. Saya said,

    FB–>Aku numpang komen di sini, menarik juga ulasan anda!
    ……
    Islam adalah agama alam semesta yang diturunkan oleh Allah kepada Muhammad sebagai pedoman bagi manusia. Didalamnya terdapat ajaran2 mulia yang belum perna Allah berikan kepada umat2 terdahulu
    —————————————————–
    anda taqiya ya mas…. maaf klo sya terlalu vulgar
    klo anda mo promosi agama..hendaknya disertai argumen yang jelas dengan sumber yang jelas juga
    ….. saya juga bisa klo sekedar ngomong… “nenek moyang saya adalah orang yang menerima gunung merapi untuk didirikan di jawa tengah….”
    tapi …dasar saya mengatakan seperti itu dari mana… itu yang perlu dijelaskan…

  8. budikasmanto said,

    Sebelum bertobat, Paulus tidak mengenal Yesus. Ia menolak Yesus disebut Kurios. Ia memahami Kurios adalah Yahweh. Ia menolak Yesus sebagai Yahweh. Dan ia berusaha keras membinasakan pengikut Yesus, yang dianggapnya sesat. Tetapi ketika dalam perjalanan ke Damsyik ia melihat cahaya yang terangnya melebihi terangnya matahari dan mendengar suara sangat berwibawa, yang menjadikannya buta dan tak berdaya, ia menyapa pribadi itu dengan “Kurios,” maksudnya Yahweh.
    Jawaban Yesus, “Akulah Yesus,” memunculkan kesadaran baru dalam akal budi Paulus, bahwa Yesus adalah Yahweh yang kini melaksanakan karya penyelamatan yang dijanjikan-Nya. Sejak itu Paulus meyerahkan hidupnya untuk Yesus, Yahweh, Kurios-nya, Tu(h)annya.
    Penyerahan total Paulus terhadap Yesus adalah bentuk penyerahan diri seorang Yahudi terhadap Yahweh, Allah sejati.

  9. paula said,

    @budikasmanto anda keliru
    Coba baca tulisan tulisan paulus, semua ajaran Yesus ditolaknya dan diganti dengan teologinya sendiri.

    Jadi paulus memang jago PR sehingga ajaran Yesus yang asli bisa dihilangkan dari pengikut agama kristen sekarang ini.


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: