Maret 8, 2010

Kuliah-Kuliah Maxime Rodinson(II)

Posted in agama, Agama Pembebas, bigot, Marxist Abis, Palestina dan Marxisme pada 9:46 am oleh kusumahk

Pada tulisan saya (Ahmed Shahi Kusuma) terdahulu  tentang tokoh Marxis Prancis kita ini(https://ahmedshahikusuma.wordpress.com/2009/01/02/kuliah-kuliah-maxime-rodinsoni/

Ttelah dipahami dengan jelas tentang akar2 persoalan munculnya perasaan perang suci demi tuhan dan agama yang suci. Saya pikir Maxim Rodinson telah sangat jeli melihat kasus perang pendudukan rezim zionis yang saleh itu. Sebagai tambahan penjelasan kedua ttg masalah yg lebih umum dalam kaitan paranoidnya penganut agama dan ideologi tertutup lainnya dalam menyikapi dan  menganalisa sebuah masalah adalah apa yg ia sebut sebagai PANEKHTRISME. Apakah yang ia sebut dengan istilah tersebut ?

Panekhterisme adalah sebuah istilah yang olehnya diartikan sebagai pandangan dari suatu kelompok yang menanggap bahwa dirinya yang benar semata dan dalam perjuangan suci melawan persekongkolan universal. Dalam teks ringkasnya adalah pandangan terhadap persekongkolan universal melawan kebaikan umat manusia yang baik. Nah asyik kan ????

Kata Panekhtrisme  berasal dari kata Yunani, pan= menyeluruh, dan ekhthors= musuh.  Jadi bagi orang berpikir seperti ini, dunia ini dipenuhi orang jahat yang saling bekerjasama untuk menghancurkan dirinya.

( gambar cewek di samping dianggap sebagai ancaman bagi kaum relijius reaksioner, melebihi bahaya hancurnya hutan tropis!!!)

Dalam pandangan Rodinson (yang berasal dari agama Yahudi), agama- agama primitif menadikan perbedaan agama sebagai sumber konflik karena kepercayaan mereka bahwa setiap suku memilki Tuhan yang berbeda. maka dengan mudah dipahami bahwa pada masa itu  setiap suku menyebut Tuhan dengan nama yang berbeda (meski secara sengaja atau tidak terserap ke dalam kebudayaan mereka). Kalau buku TH Vriezen dalam Sejarah Ketuhanan Israel Kuno itu  benar, maka jelas terlihat bahwa alkitab mengalami proses evolusi pemahaman ttg Tuhan. Menurut Vriezen ,orang  Yahudi kuno yang “menulis” kitab2 perjanjian lama, mengalami evolusi pemahaman bahwa Tuhan mereka adalah tuhan khusus Bangsa Yahudi yang beda dengan tetangga mereka, kaum Hitti, Amon, dan sebagainya, yang kemudian nama Yahweh masuk diadopsi  sebagai nama Tuhan setelah ada kontak dengan orang Midian ,Jethro adalah mertua Musa (moshe). maka pada tahap ini persaan jihad orangyYahudi dipandang sebagai usaha memenangkan YHWH dalam melawan Tuhan suku2 Amon dsb. Vriezen mencatat bagaimana  kemudian pemahaman ini berevolusi menjadi pemahaman bahwa YHWH adalah Tuhan untuk seluruh semesta. Agama Kristen yang mengalami persemaian luar biasa melalui Rasul Paulus yang saya hormati mengubah perspepsi picik yahudi ini dengan menyatakan bahwa Tuhan (teos) adalah milik semua , entah ia Yahudi, Romawi atau pun Yunani. Demikan juga nabi Muhammad SAW. Ia menghancurkan pemujaan tuhan2 lokal Arab (seperti Lata, Uzza dan Hubal) dengan semangat kebersamaan bangsa2. Dengan tepat apabila La Ilaha Illa allah diterjemahkan menjadi ” There is deity but God” ( lihat buku history of western civilization jilid I)……

Kalau sekarang ada orang muslim, Krisiten, yahudi teriak2 bahwa hanya Tuhannya saja yang benar, yang untuk itu ia rela menulis buku2 “apologetika” ttg sesatnya nama Tuhan yangv laen, dan merasa kewajiban dirinya untuk berjuang, berpikir bahwa Palestinapalagi dengan perspektif apokaliptik teks kitab suci maka ia berpikir sebagai orang primitfif yang memperlakukan Tuhannya sebagai Tuhan primordial!!!!!

Di sini rupanya Imam Samudra, Baruch Goldtein, Benjamin Netanyahu, Pat Robertson bisa mengobrol bersama, sambil melaknat satu sama lain!

Di  juga PendetaYakub Sulistyo bisa bersalaman sambil mengutuki  majalah Sabili, yang wajahnya beda tapi memiliki cermin yang sama.

6 Komentar »

  1. Aji Arjeendt said,

    Di sini rupanya Imam Samudra, Baruch Goldtein, Benjamin Netanyahu, Pat Robertson bisa mengobrol bersama, sambil melaknat satu sama lain!
    hahahahahahahahahahahahahhahahaha….
    mungkin sampai pada titik didih, mereka menghalalkan darah satu sama lain….
    Btw, foto siapa tuh mas???? hahahaha.

  2. ahmed shahi kusuma said,

    @Aji
    Jelas Bung Aji, mereka saling menghalalkan darah satu sama yang laen. Akhirnya agama jadi hilang nilai kebajikannya…
    Nah tuh foto cewek hot, Sylvia Saint. Dari namanya , Pak pat Robertson, bisa minta ganti nama.. hahahahahaha

  3. Bayuning K P said,

    Menurut saya apa yang dilakukan pdt Yakub Sulistyo benar, ia hanya ingin mengembalikan orang Kristen pada ‘Text Book’ aslinya yaitu Kitab Suci yang isinya benar terutama nama Tuhannya orang Kristen, bukan saduran dan mengadopsi dari Arab. Sebenarnya kalau kita menyadari bahwa keyakinan berbeda kita tetap bisa koq duduk sama-sama tidak perlu harus memaki atau mengumpat atau mengutuki orang lain, tetapi persoalan kebenaran tetaplah kebenaran. Tuhannya orang Kristen dan Israel sama yaitu Yahweh, orang Islam Allah, Hindu Brahma gitu khan ???

  4. ahmed shahi kusuma said,

    @Bayuning
    Shalom!
    Boker Tov!
    Trimkasih lo yah mau mampir ke sini.
    Beda boleh kan???
    1. Kalo pikiran sampeyan itu benar, berarti di dunia ini ada berapa Tuhan??? Minimal di Indonesia ada 5 Tuhan?????
    2. Apakah sampeyan tidak mengkritisi bahwa kata Yahweh diambil dari nama dewa petir bangsa Midian???
    3. Berati anda gak pake nama Yesus yah???? pake Yeshua
    4. Bagaimana dengan roh kudus???? ini kan bahasa Arab???? hayo……

    Hababti lekha!

  5. Saudara Ahmad Shahi Kusuma , memang agama lebih menekankan pada kemutlakan dibandingkan kebersamaan , didalam agama kebersamaan adalah seiman sedangkan diluar konteks seiman adalah menjadi topik pelengkap atau bahkan bisa saja diabaikan , contohnya : saat terjadi musibah gempa di Papua yang mayoritas beragama Nasrani maka agama diluar Nasrani terkesan diam bahkan tidak perduli (tidak ada dompet dhuafa dll) , begitupun saat terjadi bencana kelaparan di NTT mereka yang tidak seagama dengan penduduk NTT diam saja , sebaliknya saat terjadi gempa di Padang yang mayoritas beragama muslim maka reaksi yang timbul begitu cepat bantuan mengalir dengan deras , sejumlah ormas membuka POSKO dan mengirim sejumlah relawan hal ini bisa dimaklumi mengingat mayoritas (?) rakyat Indonesia beragama Islam selain itu jarak yang berdekatan memungkinkan semuanya terjadi , tapi yang membuat saya tidak habis fikir adalah saat Palestina dilanda peperangan dengan Israel , ribuan orang turun ke jalan menyatakan simpati bahkan ada gagasan ” one man one Dollar for Palestina , coba kita renungkan mereka yang kesusahan di Papua dan di NTT karena kejamnya alam dan berdekatan jaraknya tidak terlihat sedangkan Palestina yang jauh dan berkonflik karena kekerasan hati mereka , justru lebih menarik simpati mereka dikarenakan kebersamaan yang dipersempit maknanya oleh agama bukankah didalam keyakinan umat Islam sesama umat Islam bersaudara dan haram darahnya dan hartanya sebaliknya halal darah dan harta orang kafir , sebaik-baik orang kafir adalah seburuk-buruk orang mukmin , ayat-ayat seperti inilah yang mengkotak-kotakkan manusia dan mempersempit kebersamaan (ayat-ayat seperti ini terdapat hampir disemua agama).

    Saudara Ahmad Shahi Kusuma , sulit untuk mencuci ataupun melepaskan tanggung jawab agama atas kerusakan , kematian , pembunuhan dan peperangan , menyalahkan manusia seperti Osama Bin Laden , Imam Samudera , Pat Robertson , Netanyahu dan sejenisnya adalah tidak bijaksana mereka hanyalah melaksanakan perintah kitab yang mereka imani jadi yang harus disalahkan dan dikritisi adalah ajaran agama tersebut.

    Saya sependapat dengan saudara Ahmad Shahi Kusuma tentang paulus yang menjadikan tuhan bisa dimiliki oleh semua bangsa yang tadinya diklaim hanya untuk bangsa Israel dan agama Yahudi , namun tentang yang disebut nabi muhammad / muhammad bin abdullah saya justru mempunyai pandangan yang berbeda , Muhammad bin abdullah menghacurkan lata , uzza , hubal untuk kemudian diganti dengan tuhannya sendiri yaitu Allah SWT tidak hanya itu diapun mengangkat dirinya sendiri sebagai rasul yang harus ditaati , muhammad bin abdullah menciptakan otoriter yang baru menggantikan lata , uzza dan hubail , Muhammad bukannya membebaskan manusia dari penghambaan tapi justru memperhamba manusia dengan agama , tuhan dan dirinya sendiri , jadi menurut saya Muhammad tidak bisa dikategorikan sebagai pendobrak seperti yang dikatakan Maxim Rodinson sebagai mereka yang memperluas makna agama sebagaimana paulus dan gandhi tapi sebaliknya dia mempersempit makna keberagaman.

  6. Ahmed Shahi Kusuma said,

    @alex
    Tentang Muhammad dan Lasta uZZah cs ya…….
    Begini Bung , pertma Rodinxon adalah Marxis cara berpikirnya kan begini..
    Saya ( Ahmed Shahi) pikir Allah adalah pengganti Arabo sentris tentang Lata Uzzah, nah Allah adalah Al Ilah , Sang Tuhan, jadi luas…….seprti juga Paulus tidak memakai Yahweh yg berkonotasi Yahudi tapi Theos, bahasa Yunani lo Bung Alex………..
    Nah jadi Allah adalah The God, tapi kemudian orang Islam menghubungkan Allah adalah tuhan orang islam sedangkan Snag Hyang Widhi adalah Hindu ini yang terjebak pengkotakan lagi. bayangkan kita pakae kata Sembahyang yang artine SEMBAH HYANG WIDHI, tapi sekarang orang islam sreg dengan sholat, padahal Arab Kristen menyebut doa bapa kami dengan As shola Abuna.
    Begini apakah SEMBAH YANG MAGHRIB berbeda dengan Sholat maghrib?
    Lagi2 orang2 picik mengkotakkan Allah dengan Hyang Widhi,…..


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: