April 26, 2010

Rencana Penutupan Lokalisasi Jarak

Posted in agama, Agama Pembebas, Lingkungan dan Pembangunan pada 3:15 am oleh kusumahk

Salah satu sahabat saya, Mas Erwan, seorang sarjana IAIN yang mengelola sebuah kios majalah dan koran adalah tempat jujugan saya untuk nebeng gratis baca koran, atau hutang buku2 sastra. Seperti malam tadi. Cuma saya (Ahmed Shahi Kusuma) sangat terkejut dengan judul sebuah koran ttg kriminal di Sura baya, yaitu memorandum yang menulis besar, ” AnsorMinta Lokalisasi Jarak Ditutup”. Betul – betul saya shock. Apa saya tidak salah baca nih!!!! Demikian koran tersebut mencuplik pernyataan ketua Ansor Jatim Alfa Isnaneni. Wah..wah….

Beruntung juga pagi ini saya baca dari situs Ansor sendiri yang menyatakan agar lokalisasi dipindah saja ke sebuah tempat yang jauh dari pemukiman….  coba liat di   http://gp-ansor.org/?p=17758

La bingung lagi!

Begini, ada pendapat ekstrim dari satu sisi ke sisi yang laen. Sepuluh taun yg lalu PMII jatim malahan minta dilegalkan aja kawin kontrak, itu satu sisi. Sisi yang yg lain , ada yang sapu bersih. Cak Alfa kayaknya minta lokalisasi dipindah ke tempat yg sepi. Nah menurut saya, logika PMII itu ngawur juga. ya udah, kalo mau jajan gak pake dalilisasi yah…..tetapi cara Cak Alfa sekarang untuk memecahkan problem lokalisasi rasanya gak akan membantu, atau malah membantu dengan perluasan lokalisasiisme. WTS saya kira membantu banyak bagi roda ekonomi masyarakat terpinggirkan. Kalau sebuah buku Belanda menelusuri ramainya dareah kembang Kuning sebagai cikal bakal Jarak (saya baca waktu di Sejarah UGM, sayang lupa lagi) maka jelas wilayah ini bergerak “punya uang” dari bisnis lendir di satu sisi, dan kebutuhan hasrat yang tersalurkan di sisi lain. Buku ini menjelaskan bahwa Rumah2 belanda yang dibangun di  Diponegoro, Darmo cs membutuhkan kuli2 dari Kediri, Tulungagung dll yang kalo pulang rasne gak mungkin. Lelah dan suntuk bekerja nguli, wajar kalo mereka membutuhkan hasrat.WTs juga membantu mencegah pemerkosaan ataupun pelecehan terhadap remaja gadis atau ibu rumah tangga  “baik2″. Dan jangan lupa dasr semua ini adalah sistem kapitalis yang berlindung di balik ketiak patriakal. nah selama patriakal masih menjamur (semisal janda wanita marjinal  tidak  memiliki akses ekonomi), maka eksploitasi kelas akan menjamur. Jadi saya pikir Cak Alfa salah sasaran. Saya sangat tidak setuju penutupan lokalisasi, karena ini lebih pada masalah kelas (gender dsb faktor ikutan)!!!!

Da’wah Islam (atau kebajikan apapun)  yang saya kehendaki, justru membebaskan manusia dari prasangka kesucian diri sendiri. Kita tidak bisa menghakimi orang lain. Ideal sejati adalah ketika nilai2 keluhuran bergayut dengan keadilan materi (baca kelas). kalau kita menghakimi persoalan kelas (dan gender) dengan pandangan ide (ketuhanan) maka kesenjangan yang akan muncul.

Kalau usul Cak Alfa  Isnaneni disetujui, jangan kaget ia malah menjadi da’i perluasan lokalisasi di tempat yang baru, karena kehadiran lokalisasi baru mengundang dan menjadi berkah bagi pedagang bakso, tukang cuci, sate, dsbnya?????? ya alhamdulillah kalau begitu …

Moga2 Cak Alfa Isnaeni gak lupa syair  Burdah begini:

” Ayah sabusshabbu  anna ‘l hubba muntakimun

Ma bayna munjasimun minhu wamud thorimi………

6 Komentar »

  1. PMII Unitomo said,

    Mengomentari usulan cak Alfa untuk memindah Njarak ke tempat lain, statementnya tidak fokus, mau dihijrahkan atau dibedol desa ke mana??? Saya kuatir kalo dipindah ke Ketintang atau Ke Semolowaru, bagaimana nasib saya dan mahasiswa?
    kalau dipindah ke Jombang, saya nanti berniat ziarah ke Gus Dur, malah kata sopire diajak mampir dulu. Mumpung masih di Jombang. maksiat dulu baru bertobat (jangan kebalik, Bahasa Inggrise the reverse is not, biar keren PMII yo iso Bahasa Inggris rek)…
    Lantas ke mana, menurut peyan?? nih dipindah ke mana???
    Perlukah pulau khusus??? (Jangan gitu, nanti ada Suromadu kedua, pemborosan lagi???)
    Terakhir Cak, referensi nya yang Afdhol untuk merelokalisasi Njarak, asal dalam wilayah DPW Ansor Jatim.
    Kalau gitu namane Gak Njarak lagi, tapi Nikmatul…apa gitu???? biar lebih Islami!!! Aatau Lokalisasi Njarak Isnaeni (Njarak Part 2)
    Salam podo2 Bintang Songo Cak Alfa Isnaeni! Arek Krembung asli!!!

  2. lovepassword said,

    Memecahkan beginian selalu rumit…Masalahnya kalo masalah mendasarnya memang kekacauan sosial, kemiskinan, dsb – sampai kapanpun apalagi di Indonesia, saya tidak terlalu yakin itu bisa teratasi cukup baik😦 (pesimis mode on)

  3. Saudara Ahmad Shahi Kusuma , saya harap saudara untuk tidak mengkritik terlalu keras atas statement Alfa isnaeni tentang rencana penutupan lokalisasi Jarak , Saudara Ahmad Shahi Kusuma anda mempunyai tingkat pemikiran yang sangat jauh diatas Alfa Isnaeni , saya pribadi memaklumi pola pikir Alfa Isnaeni karena 13 tahun yang lalu (1997) , saat saya masih beragama Islam sayapun berfikir seperti itu tidak hanya lokalisasi yang harus ditutup tapi pelacur harus dilenyapkan dari muka bumi ini karena merekalah pembuat kerusakan moral dimuka bumi ini , semua itu bukannya tanpa dasar tetapi dengan dasar yang jelas yaitu agama Islam yang saya anut (dulunya) , saudara Ahmad Shahi Kusuma anda khan tahu persis bahwa didalam ajaran Islam ada yang disebut Amar Ma’ruf Nahi Munkar yang artinya mengajak berbuat baik dan mencegah segala bentuk kemungkaran/kejahatan inilah yang menjadikan agama Islam tidak hanya urusan individu dengan Allah SWT tuhannya tapi juga antar sesama pemeluk agama , seseorang bisa mencampuri urusan orang lain atas dasar perintah agama , saya berhak untuk tahu apakah saudara Ahmad Shahi Kusuma sudah sholat atau belum kalau belum maka saya akan mengajak saudara Ahmad Shahi Kusuma untuk sholat bareng inilah yang disebut Amar Ma’ruf , sedangkan yang dilakukan Alfa Isnaeni dengan meminta penutupan lokalisasi Jarak adalah Nahi Munkar tentunya saudara Ahmad Shahi Kusuma sudah mengetahui Allah SWT (tuhannya agama Islam) akan memasukkan ke Neraka siapa saja yang membiarkan terjadinya kemungkaran dibumi ini , oleh karena itu jangan heran kalau umat Islam sangat tidak toleran bahkan cenderung emosional dan agresif dalam menyikapi hal-hal yang dalam persepsi mereka adalah kemungkaran walaupun kita semua tahu persis bahwa hidup bukanlah hidup bukanlah hitam putih dan tidak sesederhana seperti yang terdapat dalam apa yang disebut orang sebagai kitab suci walaupun bagi saya itu sudah ketinggalan zaman.
    Sekali lagi saya harap saudara Ahmad Shahi Kusuma bisa memaklumi tingkat pemikiran Alfa Isnaeni yang masih rendah ini bisa dilihat dari ketakutannya akan neraka dan adzab Allah karena membiarkan kemungkaran , kita semua berharap Alfa Isnaeni akan didewasakan oleh waktu/masa dan pengalaman hidup yang nantinya akan menempatkannya bisa sejajar dengan saudara Ahmad Shahi Kusuma dan Gus Dur , untuk Alfa Isnaeni saya akan memberikan pelajaran pertama untuk memperbaiki pola fikir anda yaitu : silahkan menonton film Identitas dan ambillah poin/inti film tersebut.

  4. Giat said,

    Biar tetep ada saja,jangan ditutup….

  5. alex idp said,

    Salam kenal untuk Cak Ahmad Shahi Kusuma
    Minta ijin Copy Paste Artikelnya

    Sekalian, untuk Cak Alex Zulkarnain, komennya mantap tapi jangan Mancing pakai Dulunya agamanya apa, klo ga puas dengan agama terdahulu

    Trims,

  6. […] -pernah menyerukan penutupan lokalisasi pelacuran Jarak, Surabaya (2010) […]


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: