Juni 24, 2010

Merajam Pezina Seperti Ariel ( Sindrom Linda Lovelace)

Posted in Agama Pembebas pada 7:58 am oleh kusumahk

Ormas- ormas Islam  seperti  FPI, Hizbuttahrir kembali menemukan isu “islam” mereka. Mereka lagi giat2nya merencanakan menegakkan “Islam” sebagaimana yang mereka pahami (dan itu dianggap sebagai islam!) untuk menegakkan hudud bagi Ariel dan Cut tari dengan melakukan rajam. Tindakan heroik  bombastis ini dilatarbelakangi pemhaman mereka ttg teks hadits  merajam pezina. Saya (Ahmed Shahi Kusuma) melihat teks dalam kitab Bulugh Al Maram.

Perbuatan merajam pezina yang dimuat dalam teks Bulugh Al Maram, jelas dipengaruhi oleh kesadaran diri dan tidak dilakukan dengan tindakan konyol seperti mendemo pelakunya. Nabi SAW pun perlu lagi menanyai pelaku yang berasal dari pelaporan pelaku bukan melalui gedoran pintu, seperti tindakan anggota SS nazi. Sang pelaku datang kepada Nabi SAW dan berkta,” Zanaytu…”.

Yang menarik kalau usulan  gerakan2  fasis ini dilakukan, maka seharusnya yang pertama terkena had adalah beberapa ustadz (asatidz, bentuk jamaknya) yang masa lampaunya busuk. Mereka ini yang sekarang sok tampil bijak , melupakan kelakuan busuknya di masa lampau dan menceramahi orang. Orang busuk begini tidak pantas menceramahi orang dengan segala omong kosong kesucian yang ia sendiri lakukan di masa lampau. Bagaimana kalau Ariel sepuluh tahun lagi jadi da’i tampan yg muncul di TV ceramah bahaya zina, sementara ia dah puas dengan wisata vagina tanah air ( sementara Pak Bondan wisata kuliner), dengan ceramah berbusa busa tentang haramnya zina.

Itulah sindrom Linda Lovelace, bintang porno terkenal  dalam film Deep Throat, yang kemudian berapi-api menentang film porno. Apakah para pelaku demo itu sudah suci? Mengapa ia berlaku seperti Tuhan saja?

saya (Ahmed Shahi Kusuma) setuju ketika memang pornografi membahayakan generasi manusia Indoensia yang akan datang. tapi bukankah itu berarti bahwa pengajaran agama dan kebajikan mengalamai tangtangan yg keras? justru bukankah saatnya sekarang manusia yang mengaku bertuhan, dan bermoral itu memahami bahwa agama telah dibunuh oleh tingkah kita sehari- hari yang busuk ini? lupa pada kebusukan kita sehari- hari lalu mengadili yang lain?

7 Komentar »

  1. Purwo said,

    Apa yg luna dan ariel lakukan saya pikir adalah sebuah hal biasa. Padahal banyak pejabat kita yg melakukan hal2 tsbt. Tp apa konsekwensi nya bg mrk?. Gak ada.. Jd biarkan dia d proses scr hukum indonesia.
    Kt harus ttp fokus dg mslh2 yg d timbulkan oleh para pejabat kt, jgn sampai mata dan otak kt dialihkan dg hal lain.

  2. Lambang said,

    Sering orang mencari hal2 yang memicu adrenalin agar semangat hidup tetap terjaga. Karena banyak pantangan dalam hal picu memicu ini, terlebih pantangan yg berhubungan dengan kaum hawa, maka sang pembela Tuhan mencoba mencari cara lain dengan berlaku fasis. Sebetulnya penyebab semua kekacauan berbasis agama itu ya hanya satu, butuh penyaluran adrenalin yang dianggap halal. Kalau bisa yang pahalanya dianggap cukup besar. Maklumlah, kan masih banyak yang suka berdagang dengan Tuhan.
    Yek opo cak, kiro-kiro setuju pora karo pendapatku kuwi…🙂

  3. ahmed shahi kusuma said,

    @lambang
    komen sampeyan Mantap jaya…..
    Ya, dasar pandangan sampeyan cocok dengan Freud ttg id ya.
    La memang seks memang sebuah kebutuhan mendasar hewani id manusia, maka semakin ditutup tutupi dari kehiudupan nyata manusia, maka lahirnya sembunyi2 ,kemunafikan dsb, seperti sing sampeyan tulis ttg Iran kapan hari, ya toh?
    Nah apalagi kemudian dibantu dengan alat kontrol lain yaitu FPI, polisi, peraturan dsb, ya akibate dadi fasisme dan inkuisi begitu..
    OK, kalo emang terjadi “penyimpangan” seperti ini, manusia yg suka embat kelamin tanpa pandang bulu, nah berarti peran “agama” (baca: iman) kan gagal..nah kalo masalah iman, berarti rak kembali ke jiwa lagi.
    Berarti tugas para “agamawan” Indonesia, entah itu yg Islam, Hindu, Kristen dll gagal dalam membangun rasa beriman di antara gembalanya kan? apalagi kalo para imamnya pun juga segitu2 juga. jadi semuanya kembali kepada pemhaman iman seseorang yg perlu direcoki dengan pentungan dan vandalisme yg mengerikan!
    Omong2 sampeyan koq iso ngomong suroboyoan? arek ngendi sampeyan?

  4. Lambang said,

    Setuju cak. Lha intinya agama samawi itu kan hanya peralihan dari penyembahan berhala menjadi penyembahan angan-angan. Tuhan yang ada dalam angan-angan dan ternyata sulit sekali diminta turun tangan kalau ada masalah, sehingga melahirkan para pembela Tuhan. Mereka tidak sadar bahwa membela Tuhan itu justru mengecilkan makna ketuhanan. Selain itu, masih banyak yang berasumsi bahwa angan-angannya adalah yang paling jos, tentunya dengan landasan gothak gathuk kitab dan khotbah.

    Oiya, saya dibesarkan di gubeng terowongan, dengan asupan agama dari ceramah dan kuliah subuh di masjid NU yang banyak tersebar disana. Selebihnya ya hanya belajar agama dari berbagai buku dan kitab. Semakin saya mendalami, saya semakin meyakini ada paradoks dalam ajaran yang saya ikuti ini. Begitu juga dengan agama kristen. Ada hal-hal metafisis yang jauh berbeda dengan apa yang tersurat dalam kitab. Ini yang seharusnya diajarkan oleh para da’i. Bukan sekedar halal haram, surga neraka, atau kafir kaffah.

  5. ahmed shahi kusuma said,

    @Lambang
    oalah sampeyan arek gubeng tah?
    Dan sampeyan sering dapat ceramah siaran subuh kitab2 tradisi dari Kyai2 kampung yo? Kalo gitu agak2 reuni sedikit ya. Saya malah salut sama kyai2 al mukarrom itu. Beliau2 itu mengajarkan kitab klasik dengan gaya santai kekinian, padahal kitab2 itu isine banyak yg antik2, macam tafsir Al Khazin……. Malah kyai2 itu bisa membawa hal2 yg saru jadi menarik, kehidupan sehari- hari yg berat jadi rileks (lewat radio pernah dengar Kyai Mudzakir, almarhum dari Mojokerto?)
    Nah kearifan lokal macam itu hilang ketika gerakan2 Islam literalis yg anti tradisi itu mengemuka , dan itu menghawatirkan. Kenapa, karena kita tiba2 terlepas dari sejarah pertumbuhan fase2, tiba2 ter-arabisasi. Tiba2 budaya Arab tampak superior dibandingkan Jawa, dan bukankah itu fasisme budaya?
    Di Gresik , kampung santri yang sudah ratusan tahun sebelum wahabi2 itu muncul, ada tradisi bikin kolak ayam. Nah ini bisa dianggap bid’ah sebagaimana nasib ketupat, sholawatan, barzanji, diba’ dsb!
    Ironi besar bila arek2 Gresik difatwai bid’ah, sesat dll oleh wahabi2 itu yg baru mengenal huruf ba’ !!!
    Jadi inti agama (yg bersifat organisasi itu, kupikir gak penting banget), adalh meneguhkan adanya persaan adanya hidup sesudah mati. Hidup ini bekal bagi kehidupan “abadi” nanti, entah itu menjadi Jain, Budhis, Hindu, Muslim ,Yahudi maupun Kristen….
    Salam-Shalom_Shanti_ Rahayu!

  6. Moral itu ditentukan oleh setiap individu / manusia karena manusia adalah tuhan atas dirinya sendiri , mau jadi baik … atau buruk adalah kemauan manusia secara sadar , menyalahkan kasus Ariel-luna Maya dan Cut Tari karena video x3nya sebagai biang kerusakan moral itu sama saja dengan menempatkan manusia seperti binatang yang hanya punya nafsu tapi tanpa otak , tapi barangkali manusia indonesia khususnya yang merasa beragama adalah seperti binatang kalau tidak dilarang ada barang yang bukan miliknya pasti diambil / dicuri , melihat video X3 terus memperkosa orang , sungguh binatang manusia seperti ini dan agama mempunyai andil yang besar dalam menciptakan manusia binatang seperti ini contohnya : dengan melarang ini-itu akibatnya manusia menjadi sangat tergantung pada tokoh agama (ulama , ustadz , pendeta , pastor) , saat bersama tokoh agama dia menjadi manusia yang bermoral tapi saat tidak bersama tokoh agama mereka menjadi manusia yang biadab persis seperti anjing ada tuannya dia jinak nggak ada tuannya ganas.

  7. Red Rose said,

    Saya Muak mendengar berita tentang LUNA-ARIEL-DAN PEREMPUAN2 LAIN

    memang dasar Indonesian itu pintar berkomentar no action sama sekali
    jangan2 mereka hanya iri karena tidak mampu menjadi seprti ariel
    don juan sejati yang mampu menggaet wanita2 tercantik Indonesia

    WAW
    Salut buat ariel
    Mau dunk !!!!!!


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: