Agustus 20, 2010

Paman Finn O’ Shaughnessy: Simbol Kebodohan Yang Akut

Posted in bigot pada 7:40 am oleh kusumahk

Toko Warga Amerika keturunan Jepang yang Disita Pasca Pearl Harbour

Saya (Ahmed Shahi Kusuma) akhir2 hanyut dengan karya sastra yang mengagumkan dari seorang penulis novel Amerika Ann Tatlock dengan karyanya yang lawas All The Way Home. Tatlock menulis bagaimana prasangka adalah kebodohan yang mengerikan. Lewat toko Paman Finn, seorang bule Amerika yang tanpa ampun bersama orang2 bodoh lainnya menyerang warga Amerika sendiri yang kebetulan berdarah Jepang, gara2 Dai Nippon menyerang  Peral Harbour, desember 1941. Presiden Roosevelt bertindak lebih konyol lagi. Dengan meragukan kesetiaan warganya sendiri, ia menghimpun/”mengamankan” warga Amerika keturunan Jepang pada sebuah kamp2 besar, sehingga warga2 itu yang berasal dari hawaai sampai california sejumlah seratus ribu orang dibelenggu di situ sejak 1942. Ya , itu sebuah kesalahan yang menggelikan yang sangat menunjukkan betapa kerdilnya jiwa Rooseevelt.

Sekarang sayang sekali masih ada orang Amerika bermental Paman Finn (dan itu bukan mewakili kesekuruhan orang Amerika). Kali ini yang kena sasaran Sang paman Finn adalah Islam.  Tindakan Obama yang mendorong pembangunan masjid di Ground Zero adalah contoh Obama untuk melawan mental Paman Finn tersebut, sementara seperti umumnya orang taubatan baru yang sok suci seperti Sarah Palin malah menentang pembangunan masjid itu, dengan mengaitkan islam dengan Osama. Wah2 berabe juga kalau pemimpin seperti ini. Apakah mental Paman Finn  yang hinggap dalam otak picik Sarah Palin tahu bahwa mereka yang mati membela Amerika di Irak terdapat juga muslim2 Amerika yang rela mengorbankan nyawanya demi Amerika seperti  kapten Homayoon, Prajurit Ervin Dervishi, dan Sersan Taha Ayman. bahkan  Taha Ayman ini melakukannya atas dasar keyakinan agamanya, yaitu Islam, sementara SarahPalin menikmati sejuknya kemewahan borjuasi Amerika yang penuh darah? Profil Taha Ayman dapat dicek di    http://www.arlingtoncemetery.net/ayman-taha.htm

Pun, itu yang terjadi di masa 1940an itu. Oarang2  Amerika Jepang yang terhina dan terlecehkan oleh nilai 2 munafik Amerika itu meberikan banyak perjuangan dalam banyak front pertempuran.  Pasukan2 payung  Amerika keturunan Jepang ini yang dengan berani mati menerobos pertahanan Jerman di Jerman, demikian juga infantri2 mereka di Italia. Apakah Paman finn berubah? Tidak !!! kenapa? karena orang2 ini sangat menikmati impian mereka sendiri tentang superioritas mereka yang kerdil. Mereka tidak mau belajar dari pihak lain, karena terbiasa dijajah pemikiran aku sendiri yang benar.  Sekali lagi salut untuk Obama, dan hadiah  dari Paman Finn untuk mereka yang menebar mesiu apalagi dengan dasar ras atau agama .

14 Komentar »

  1. rahadian said,

    tidak semua yang dianggap orang salah adalah salah. tidak semua yang dianggap orang itu benar adalah benar. bila seseorang berbuat sesuai dengan hati nuraninya bukan tanpa sebuah paksaan saya rasa itu benar. tapi bila ia berbuat karena paksaan orang lain, saya rasa keliru. bila itu menjadi keyakinan Obama agar dengan mendirikan masjid di sekitar bekas pengeboman WTC bisa menunjukkan image positif & upaya normalisasi antara negara-negara Islam dengan Amerika ya gpp, kan sebatas hablu minnannas. sebaliknya ketika melihat tentara Amerika muslim yang meninggal di Irag, bila bertujuan bukan membunuhi saudara seimannya namun bertujuan mengalahkan pemerintahan yang zalim, karena rakyatnya merasa tertindas, sy kira wajar. asal disertai niat sebelum berangkat di Iraq.

  2. sikapsamin said,

    …Tatlock menulis bagaimana prasangka adalah kebodohan yang mengerikan. …

    Mungkin maksudnya yang over-dosis ya mas?
    Tapi yang extra under-dosis ya mengerikan juga, maksud saya begini (maaf kalau kurang pas) : pada abad pertengahan, yaitu akhir abad-15/awal abad-16 yang terkenal dg abad-pencerahan, karena over-dosis ‘berprasangka yg paling tercerahkan, bergeraklah menjajah keberbagai belahan dunia -afrika, amerika, termasuk nusantara-. Sementara penduduk-asli masing2 benua (mis.: aztec,inca,maya dsb) menerima dlm keadaan under-dosis prasangka.

    Itu satu contoh. Yang lain, mis Peraturan, Undang2, (maaf termasuk ayat2 Kitab-Suci), menurut saya landasannya mengandung ‘prasangka’. Prasangka mungkin bisa didefinisikan ‘jangan sampai terjadi’ atau ‘pembatasan’ agar tidak terjadi penjajahan, penindasan antar agama yg satu thd agama yg lain, ras yg satu thd ras yg lain, tanah tumpah darah yg satu thd yg lain…

    Maaf mas Ahmed, saya sekedar ngoyo-woro…

    Salam…PRASANGKA

  3. ahmed shahi kusuma said,

    @sikapsamin

    ya, kitab suci (atau gak suci macam das kapital) kalo dibaca kelewatan kaca mata kuda bisa bikin NDLADAB…..Nah yang ini yang kita hindari.
    Semangat ekuilibriumnya (kalimat sawa’ nya) kan berusaha memamahi perspektif lain iyo toh?
    Nah Paman Finn lagi ada di Amerika berwujud penolakan pembangunan masjid, tapi Obama, dan walikota yg yahudi Bloomberg berani menentang Paman Finn. Tapi…………..,di Indonesia Paman Finn lagi berkuasa… Koq bisa Gereja HKBP dilarang berdiri, malah pemerintah berkesabn cuci tangan. Ini beda SBY dan Obama…… Walikota Bekasi dan New York!!!!
    La kalo kita emang negara berketuhanan haruse umat HKBP memiliki hak yg sama dengan yg lain, rak yo to mas?

  4. sikapsamin said,

    Ketemu maneh mas Ahmed,

    Setelah beberapa hari terhipnotis (hihihi…sedang ngetrèn hipnotis) oleh terminal-logika ‘NDLADAB’…akhiré ingat waktu masih senang rebutan layangan-pedhot, pernah dimarahi mbah-lanang entèk-amèk sampé keluar bentak’an “kon ojo sepisan maneh coba2 NDLADAB, rumongso menangan dhewe yo?”
    Soalnya temenku yg lebih kecil nangis, layangané saya rebut.

    Tapi analisané mas Ahmed tentang Paman Finn sedang berkuasa di Indonesia, kayaknya sangat pas/relevan jika “NDLADAB” dibuat judul postingan baru lho mas!? Setuju nggak?…

    (hihihi…’pengomporan mode on’)

    Saya tunggu mas,
    Salam…NDLADAB

  5. lovepassword said,

    Ide dasarnya mungkin generalisasi . Nek Uyah yo podo asine. Pikirannya kan kurang lebih gitu. Padahal yang diomongken itu menungso, bukan uyah.

    Ya termasuk Indonesia Malaysia barang itu tho. Ada acara swepang sweeping segala. Lha kalo aku sih lebih elok SBY protes keras, desak terus selesaikan masalah perbatasan. jangan mau diambangkan sama Malaysia kluprut itu…..tetapi gak elok kalo sampe ada sweping warga sipil dsb , Karena generalisasi dsb.

    Intinya itu kan kalo ada kesalahan ya diselesaikan. gak usah segala dalih generalisasi aneh2 baik yang pro maupun yang kontra . Misalnya generalisasi kalo warga Malaysia itu penjajah mental, bos, dll, Pada sisi lain ada yang mengaitkan Malaysia dengan saudara seagama, saudara serumpun. Masing2 mendasarkan argumentasinya atas dasar generalisasi . Ya sama lebaynya itu.
    Mudah-mudahan tulisan ini masih nyambung ya ..? Hi hi hi

  6. ahmed shahi kusuma said,

    @lovepassword
    Asline iki aku ngritik wong2 sing menentang pembangunan masjid di New York, la ini mengingatkan saya pada nasib orang Amrik keturunan Jepang di tahun 1942. la sekarang kisah ini koq muncul lagi.
    Gilane lagi orang2 muslim banyak yg berpikir tdk kritis bahwa orang muslim juga berbuat teler juga, misale melarang Ahmadiyah atau gereja HKBP di Bekasi.
    La kalo sampeyan membawa ke diskusi Malaysia, ya ora opo2 juga. Intine memang terdapat generalisasi. Cuma dari perspektif kiri, apa gak berhubungan dengan usaha dephan untuk minta tambahan anggaran???

  7. lovepassword said,

    Cuma dari perspektif kiri, apa gak berhubungan dengan usaha dephan untuk minta tambahan anggaran??? ===> Ha Ha Ha…wah yo angel kuwi. Kalo sudut pandangnya gitu ya semua mungkin. Tapi kalo anggaran kan emang repot, karena duit kita cekak.

    Kalo anggaran pertahanan tambah, berarti pasti ada pos lain yang dikurangi. Lha padahal pos lain itu juga mungkin sama cekaknya. Semua bidang kan mestinya ya pengin alokasi anggaran ditambah. Yang kumaksud sih pos2 APBN, bukan pos pembuatan gedung DPR yang minta ampun itu. Tapi kalo masalah Malaysia menurutku SBY terlalu melankolis. Kurang galak terkesan inferior.

    Kalo masalah larangan pembangunan mesjid, gereja, dsb, ya teori sosialnya mungkin gampang. Karena manusia itu kan berkelompok dan kadangkala ada ikatan kelompok sehingga merasa perlu mendahulukan kelompoknya. Ingin kelompoknya besar, dsb. Itu mungkin sosiologis manusia. Lha ini juga pastilah tidak berlaku untuk agama saja. Karena bahkan dalam bal-balan atau papol pun berlaku demikian. Ada pemain diancam dibunuh dsb dsb.

    SALAM

    Minal aidzin wal faidzin

  8. sikapsamin said,

    Maaf mas Ahmed & mas Pass,
    Dari perspektif tengah(Samin…hihihi), sejak ‘meletus’ yg namanya Re-Formasi, sdh terlihat upaya2 memandulkan sistim imunitas/ketahanan tubuh NKRI…
    Yg saya sangat heran, SBY sebagai Prajurit Sapta Marga…’kelihatannya’ menikmati hal ini. Sampai muncul pertanyaan…apa sih Re-Formasi
    Siapa yg bermain dibalik itu SEBENARNYA?!? Kayaknya ada kelompok yg justru Survive Diair-Keruh…(apa jenis BABI-HUTAN, yg suka berkubang dilumpur?!?). Maaf saya murni SIPIL, tapi menentang dikotomi Supremasi Sipil – TNI. Saya lebih cocok Supremasi Fungsi & Profesi.
    Soal Dana APBN atau Gedung-Baru DPR, sejatinya kan Uang-Kita juga, kemudian prioritas kelompok, kita maknai saja ‘Kelompok-NKRI’…

    Ya… Ini perspektif tengah(Samin), soal kanan/kiri saya melihat ujung2nya juga menuju ke Satu-Imperium…..milik Imperialis juga (-idem ditto-)
    Imperialis-Kapitalis maupun Imperialis-Komunis

    Mudah2an akur…
    Maaf jika ada yg kurang berkenan

  9. ahmed shahi kusuma said,

    @sikapsamin
    Ojo kuatir, kita semua pendukung keakuran……..
    Sampyan,aku, lovepassword sedulur kabeh…
    Ala kulli hal sugeng riyaden sedoyo ….

  10. memme said,

    Kalau semua muslim berpandangan seperti kamu, wah bisa nganggur George Bush….

  11. hapsari said,

    siiiiiiiip, masjid New York harus tetep ada

  12. hapsari wu said,

    Pak, nih blo yg baru…….

  13. […] Paman Finn O’ Shaughnessy: Simbol Kebodohan Yang Akut […]

  14. Luat said,

    rasisme adalah produk kebodohan.


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: